Kawasan Baciro Gondokusuman Yogyakarta

Villa Wijk Batjiro (Asrama Kalimantan Timur, Pertigaan Jl. Gambir & Kantil) pada 1868 (http://rw09baciro.blogspot.com)

Baciro adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah komplek perumahan yang mempunyai karakteristik gaya bangunan yang berbeda dari daerah yang yang lain di Kelurahan Baciro, yaitu gaya arsitektur indis.

Sejarah

Kecamatan Gondokusuman (https://gondokusumankec.jogjakota.go.id)

Nama Batjiro diketahui pertama kali digunakan secara resmi pada tahun 1868 di masa kekuasaan Sultan Hamengku Buwono VI (19 Agustus 1821 – 20 Juli 1877), merujuk pada kompleks hunian bernama Villawijk Batjiro.

Pada awalnya kompleks ini dibangun atas inisiatif pemerintahan Hindia Belanda berkaitan dengan gempa bumi besar yang sering terjadi di Yogyakarta pada masa itu. Pada awalnya Baciro digunakan untuk tempat peristirahatan para pimpinan/pembesar Belanda, terutama pimpinan Pabrik Tarumartani yang dipindahkan dari daerah Kaliurang.

Pada periode Agustus 1943 – Maret 1944 ketika invasi pasukan Jepang menguasai Indonesia (Hindia-Belanda), tercatat bahwa kawasan Baciro digunakan sebagai kamp tawanan perang oleh tentara Nippon.

Pada saat pemerintahan dialihkan ke Yogyakarta, Baciro saat itu dihuni oleh pejabat pemerintahan dan petinggi militer yang sebagian besar berasal dari kalangan angkatan darat. Dan sekarang pemilik sebagian rumah-rumah dengan gaya arsitektur indis di Baciro adalah keluarga militer yang dulu menempati rumah tersebut dan sebagian yang lain adalah penjaga rumah yang dulu ditugaskan dirumah itu (“Baciro RW-09: Sejarah Baciro,” n.d.).

Gaya Arsitektur Bangunan

Rumah dengan Arsitektur Indis

Ada dua gaya arsitektur bangunan yang mendominasi kawasan Baciro. Yang paling banyak dijumpai adalah bangunan satu lantai dengan gaya arsitektur indis, yang mempunyai ciri bangunan yang terlihat besar dan kokoh, menggunakan atap rendah dengan teritisan menjorok ke depan, terdapat serambi depan dan pekarangan disekitar rumah.

Arsitektur Bergaya Jengki (http://rw09baciro.blogspot.com)

Selain itu juga terdapat bangunan rumah yang lebih baru dengan pendekatan tropis, yang digunakan pada umumnya rumah di pemukiman yang lumayan padat dan juga banyak terdapat bangunan bangunan komersil dibeberapa pinggir jalan. Di daerah Baciro banyak terdapat bangunan yang sudah lama kosong tanpa penghuni sehingga rumah dengan arsitektur indis tersebut tidak terawat.

Sumber: uii

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Hotel Phoenix Jetis Yogyakarta

Mon Jul 5 , 2021
Hotel Phoenix (https://www.destinasibandung.co.id) Hotel Phoenix terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 9, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta 55233 merupakan bangunan penuh sejarah dalam perkembangannya sampai kemerdekaan negara Republik Indonesia. Sejarah Hotel Phoenix Hotel ini dulunya merupakan bangunan rumah tempat tinggal Kwik Djoen Eng yang dibangun pada tahun 1918. Ia […]