Kain Tenun Songket Indralaya Ogan Ilir Sumatera Selatan

Produk Galeri Kampoeng Tenun Indralaya (http://shulunkilham.blogspot.com)

Kota Indralaya juga dikenal sebagai daerah penghasil seni kerajinan tenun dan disebut juga sebagai Kampoeng Tenun, dipusatkan di Desa Muara Penimbung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Perkembangan songket, tidak hanya terjadi di lingkungan Kerajaan dan wilayah Kota Palembang, tetapi juga telah berbaur di dalam masyarakat Sumatera Selatan. namun kenyataannya kegiatan menenun mencakup hampir seluruh desa di Kabupaten Ogan Ilir. Seiring waktu desa-desa tersebut lebih dikenal dengan “Kampoeng Tenun”.

Sejarah

Kain tenun Songket Palembang, koleksi Fikri Koleksi (https://www.tokopedia.com)

Menurut pendapat Yudhi Syarofie (2007:13-14) dalam bukunya “Songket Palembang: Nilai Filosofis, Jejak Sejarah, dan Tradisi” menguraikan ada dua pendapat proses hadirnya songket. Pertama, songket telah ada di Palembang sejak ratusan tahun yang lalu, semasa Kerajaan Palembang sebelum dikenal Kesultanan (1455- 1659), dan Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823), yang digunakan oleh Raja atau Sultan dan kerabat Keraton.

Pendapat kedua, songket lahir jauh sebelum masa Kesultanan Palembang, yaitu masa Kerajaan Sriwijaya, terutama pada masa peralihan Sriwijaya-Kerajaan Palembang (abad ke-13 hingga ke-15), perkembangan kerajinan tenun songket ini semakin pesat, seiring dengan majunya perdagangan internasional di Kerajaan Sriwijaya.

Kain tenun Songket Palembang jenis Lepus, koleksi Nirmala Songket

Posisi sentral Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat perdagangan menjadikan interaksi dengan berbagai bangsa pun berlangsung sedemikian rupa. Namun tidak hanya perdagangan yang menjadi faktor utamanya, melainkan adanya persilangan budaya yang saling pengaruh yang memberikan dampak besar dalam perkembangan tenun songket Palembang. Sejarah dan kebudayaan Palembang dari kejayaan masa lampau tercermin pada kain songket, arsitektur rumah adat, bentuk ukiran–ukiran kayu, perhiasan logam emas, dan perak yang tetap bertahan hingga saat ini.

Produk Kampung Tenun Indralaya berupa Kain Sarung, Kain Selendang, Tanjak, Syal, Sajadah, Taplak, Hiasan Dinding, Tas, Dompet, Sepatu dan Perlengkapan Interior.

Motif

Motif songket Palembang beraneka macam. Di antaranya, motif Bunga China, Bunga Intan, Nampal Perak, Naga Sarung, Es lilin, Gaya baru, Serampang 12, dan Limar mendi. Sementara ragam motifnya terdiri dari tiga bagian. Yakni, motif tumbuh-tumbuhan, geometris, dan motif campuran keduanya.

Setiap motif memiliki arti atau perlambang hal yang baik. Contohnya bunga cengkih, bunga tanjung, bunga melati, dan bunga mawar. Aromanya yang wangi melambangkan kesucian, keanggunan, rezeki, dan kebaikan dalam menjalankan roda kehidupan.

Warna

Warna dan motif songket ikut menentukan harga. Kalau warnanya soft, harganya bisa tinggi. Sebab, penenun harus telaten dalam membuatnya.

Produk

Kain tenun Songket Palembang koleksi Ilham Songket (https://shopee.co.id)

Para pengrajin yang berada di Sentranya saat ini dapat menghasilkan 20 – 30 songket perbulan. Jumlah itu bisa membengkak jika ada pesanan dalam bentuk partai besar.

Produk Kampung Tenun Indralaya berupa Kain Sarung, Kain Selendang, Tanjak, Syal, Pakaian wanita, Sajadah, Taplak, Hiasan Dinding, Tas, Dompet, Sepatu dan Perlengkapan Interior.

Pengrajin

Galeri Kampoeng Tenun Indralaya (http://shulunkilham.blogspot.com)

Desa-desa yang termasuk dalam kawasan sentra seni kerajinan tenun songket meliputi Desa Muara Penimbung, Desa Sudi Mampir, Desa Talang Aur, dan Desa Ulak Bedil. Meskipun Kampoeng Tenun hanya dipusatkan di Jl. Lintas Palembang – Kayuagung Km 35, Desa Muara Penimbung sebagai pusat kegiatan, namun kenyataannya kegiatan menenun mencakup hampir seluruh desa di Kabupaten Ogan Ilir. Seiring waktu desa-desa tersebut lebih dikenal dengan “Kampoeng Tenun”.

Sumber:

Jurnal Ekspresi Seni, Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, ISSN: 1412–1662 Volume 16, Nomor2, November 2014, hlm. 168-335.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Tenun Songket Buya Subi Donggala Sulawesi Tengah

Fri Dec 11 , 2020
Kain Tenun Songket Buya Subi (https://tomatceri.wordpress.com) Tenun yang berasal dari Donggala ini dikenal sebagai Buya Sabe, kain ini memiliki berbagai macam jenis tenun seperti tenun ikat, baik tenun ikat pakan dan tenun double ikatnya serta tenun songket. Tenun ikatnya dikenal dengan Buya Bomba sedangkan tenun songket dikenal dengan Buya Subi. […]