Kain Sulam Angkinan OKU Timur Sumatera Selatan

Selendang kain Angkinan (https://gramho.com)

Kain Sulam Angkinan merupakan sulam khas Palembang yang ada sejak Kerajaan Sriwijaya. Dulunya, teknik sulam dengan teknik “bakait”, yang artinya adalah saling berkait antara yang satu dengan yang lain. Hadirnya lantaran perempuan zaman kerajaan dipingit kala terjadi peperangan antar kerajaan.

Berbahan kain beludru, benang emas, benang sulam, dan aneka jenis benang lain menjadi bahan utama pembuatan aksesoris rumah tangga kerajinan sulam angkinan.

Motif

Kain Sulam Angkinan (https://www.antarafoto.com)

Kain Angkinan dibuat dari bahan dasar beludru dikelilingi motif bunga yang disulam dengan benang sutra dan emas. Keindahan motif bunga memiliki makna sebuah keanggunan atau keindahan.

Warna

Kain yang digunakan ialah kain belundru dengan warna yang juga mencolok seperti halnya hijau, merah dan hitam.

Pembuatan

Ibu-ibu muda sedang mengerjakan Kain Sulam Angkinan (https://wongkito.co)

Untuk proses pembuatan kain angkinan butuh waktu minimal 15 hari bagi perajin pemula yang ingin belajar sulam angkinan untuk membuat sebuah sarung bantal.

Namun, jika sudah ahli, hanya membutuhkan waktu 10 hari untuk lima sarung bantal dan selembar taplak meja. Sedangkan berkisar Rp 8 juta tergantung tingkat kesulitan menyulamnya.

Penggunaan

Baju Sulam Angkinan (https://shopee.co.id)

Dahulunya, kain ini hanya digunakan oleh kalangan kerajaan atau kesultanan. Setiap motifnya memberikan arti, siapa si pemakainya.

Sulam angkinan merupakan teknik dan seni menyulam di atas kain beludru yang biasanya digunakan untuk baju adat, sarung bantal, sprei dan hiasan kamar pengantin seperti tirai.

Pengrajin

Sentra Industri Kerajinan Sulam Angkinan Gunung Batu, Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

Di Desa Gunung Batu masih banyak warga yang menekuni kerajinan kain songket dan angkinan yang membutuhkan perhatian. Sebagai bentuk support agar lebih bergairah dalam menjalankan usahanya agar dapat bersaing dengan industri kerajinan khas Sumsel lainnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Peta Kain Sulam Indonesia

Tue Dec 8 , 2020
Peta Indonesia (https://www.solopos.com) Sulam masuk ke Indonesia sejak abad 18 melalui pedagang Tiongkok. Awalnya sulam dipakai untuk busana kalangan kerajaan. Sejarah panjang sulam membuatnya dikenal di berbagai penjuru negeri, dari Aceh sampai Papua. Meski berasal dari negara lain, sulam Indonesia berkembang berkat keterbukaan masyarakat menjalani akulturasi dengan budaya setempat. Alhasil […]