Kain Sulam Suji Cair Agam Sumatera Barat

Kain Sulam Suji Cair (https://shopee.co.id)

Kain sulam suji cair merupakan selendang berbahan dasar sutra atau satin berukuran lebar 55 sentimeter sampai 60 sentimeter dan panjang 1,8 meter hingga 2 meter. Selendang lebar ini disampirkan di bahu, biasanya dipakai para wanita Minang bila ada acara besar seperti acara adat atau acara pernikahan.

Sulaman dengan benang halus itu menimbulkan efek tiga dimensi, sehingga terlihat seolah-olah bunga dahlia asli itu sendiri yang diletakkan di atas kain. Dilihat dari jarak sangat dekat, ala zoom in, bisa tampak kerapatan helai demi helai benang berjajar  menutup kain, tak terlihat ada tumpukan benang tumpang tindih, atau spasi kosong di bidang penyulaman, juga tak terlihat lubang  bekas tusukan jarum. Menyentuh sulaman itu terasa lembut membelai kulit, sungguh sebuah sensasi tersendiri.

Motif

Ragam hias pada Selendang suji cair Kotogadang adalah berbentuk natural (alamiah) dengan bentuk tumbuhan berupa bunga, batang dan daun dengan berbagai ukuran dan bentuk. Tektur yang dilihat dari keadaan permukaan suatu benda, jika diperhatikan pada selendang Suji Cair Kotogadang ini memiliki permukaan yang halus dan licin.

Warna

Kain Sulam Suji Cair (https://www.mondasiregar.com)

Warna yang digunakan adalah 5-6 tingkatan, benang yang digunakan adalah benang sutra atau saten disulamkan pada permukaan kain, panjang pendek secara bergantian agar pencampuran warna tampak seperti bayangan dan itulah yang disebut dengan suji cair yaitu warna benang yang satu mencair pada warna benang yang lainnya (Razni dkk (2011:24)).

Peralatan Utama dan Alat Bantu

Peralatan utama adalah pemedangan, alat ini memiliki panjang ± 2 meter dan lebar ± 60 sentimeter, tinggi pamedangan adalah ± 30 sentimeter sesuai dengan kebutuhan dan tinggi baan dari penyulam saat duduk mengerjakan sulaman.

Alat bantu dalam membuat sulaman adalah kertas minyak untuk mendesain, kertas karbon untuk memindahkan motif, jarum jahit untuk membuat aneka tusukan pada kain dan gunting untuk memutus benang.

Bahan

Terdapat dua macam bahan dalam pembuata suji car, yang pertama adalah bahan dasar kain selendang dan yang kedua adalah benang, benang yang digunakan adalah benang sulam yang memiliki gradasi warna yang banyak dan benang makau yang berwaarna emas dan perak.

Beberapa sulaman juga dikerjakan diatas bahan organdi, bahan lemon star atau straubery, namun memiliki tekstur bahan yang kasar. Untuk beberapa pemesanan dengan bahan sutra juga dikerjakan, namun memiliki standar harga yang relatif mahal.

Proses Penyulaman

Proses penyulaman dilakukan terlebih dahulu dari ujung kain yang diselesaikan satu bidangnya. Hasil sulaman yang telah selesai setiap bidangnya ditutup dengan mengggunakan plastik, demikian juga yang belum disulam, juga ditutup dengan menggunakan plastik agar tidak kotor karena menyulam membutuhkan waktu yang lama.

Proses pembuatan yang dilakuan menggunakan beberapa macam tusuk, yaitu tusuk pipih untuk mengasir dan memenuhkan motif, tusuk batang untuk membentuk batang bunga dan batang daun, kemudian tusuk kepala peniti untuk membuat putik sari dan tusuk balut dengan menggunakan benang makau untuk membalut motif bunga daun dan sebagainya.

Proses pembuatan Selendang Suji Cair ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Waktu yang dihabiskan untuk membuat suatu motif bunga yang besar dapat menghabiskan waktu hingga seminggu (7 hari) sedangan untuk menyelesaikan satu selendang dapat menghabiskan waktu hingga 3 bulan atau 2 bulan untuk motif yang sederhana.

Sumber: Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Kotogadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia) Oleh Doni Rahman, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik, Universitas Negeri Dadang, Wisuda Periode ke 103 Juni 2015

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Sulam Terawang Agam Sumatera Barat

Sat Aug 7 , 2021
Baju sulam terawang (https://shopee.co.id) Awalnya kerajinan sulaman terawang di Nagari Panampuang hanya sebatas pengisi waktu luang dan sebagai usaha kecil yang dikerjakan oleh kaum perempuan. Namun saat ini kerajinan sulaman terawang di Nagari Panampuang telah berkembang menjadi UKM yang didirikannya galeri Pinjaik Patah dibawah naungan Wali Nagari. Motif Pada hakekatnya […]