Kain Sulam Kapalo Samek Agam Sumatera Barat

Bahan baju kapalo samek (https://shopee.co.id)

Banyaknya keunikan yang dimiliki oleh Sumatera Barat memiliki perhatian yang berbeda-beda bagi setiap penggemarnya seperti usaha kerajinan tangan, salah satunya sulaman kapalo samek Koto Gadang, Sulaman kapalo samek Koto Gadang adalah teknik kerajinan tangan menghias kain dengan benang yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat Koto Gadang, salah satu nagari di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Sulaman ini dihasilkan dari pengetahuan masyarakat Koto Gadang dalam membentuk jalinan benang di atas kain yang diwariskan secara turun-temurun. Pengerjaannya sama sekali tidak menggunakan teknologi mesin, melainkan menggunakan peralatan sederhana dan bergantung pada keterampilan tangan.

Sulaman Kota Gadang memiliki teknik sulam kapalo samek (dari bahasa Minang, artinya kepala peniti) karena dalam pembuatannya benang dikait dan ditarik sampai ujung peniti sehingga menghasilkan bentuk bulat di atas kain (Wikipedia, 2020).

Penyebaran 

Usaha pembuatan sulaman kapalo samek sudah menyebar di berbagai daerah di Sumatera Barat bukannya hanya terkhusus di daerah Kota Gadang tapi sudah menyebar ke daerah-daerah lainya seperti di Bukittinggi, Padang, Batusangkar dan ditempat-tempat lainya.

Motif

Kain Sulam kapalo samek (https://budaya-indonesia.org)

Berbagai motif yang dirancang dapat diaplikasikan pada berbagai jenis kain yang disesuaikan dengan peruntukannya. Jenis sulaman kapalo samek yang tingkat pengerjaannya sulit dan kepadatan motifnya tinggi biasanya diaplikasikan pada selendang. Selendang yang dimaksud adalah selendang yang biasa digunakan pada acara adat dan acara penting.

Produk

Kapalo samek menghasilkan berbagai jenis produk seperti baju kurung (baju muslim), selendang dan jilbab.

Proses produksi

Selendang Kapalo Samek (https://shopee.co.id)

Dalam proses untuk menghasilkan produk kapalo samek inimelewati langkah-langkah yaitu langkah pertama proses pencetakan motif atau pola kapalo samek, pada proses pencetakan motif ini khususnya pada produk salendang bisa memakan waktu yang cukup lama yaitu berkisar antara 2-3 jam/helai. Langkah kedua yaitu proses penyulaman dengan menggunakan benang. Setelah melewati langkah-langkah tersebut barulah dihasilkan produk sulaman kapalo samek ini.

Sumber: bunghatta | Penghitungan Nilai Tambah Kerajinan Sulaman (Studi Kasus Sulaman Bukittinggi) Oleh Nofi Erni, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Esa Unggul, Jakarta, Jalan Arjuna Utara No. 9 Kebon Jeruk, Jakarta Barat – 11510

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Sulam Suji Cair Agam Sumatera Barat

Sat Aug 7 , 2021
Kain Sulam Suji Cair (https://shopee.co.id) Kain sulam suji cair merupakan selendang berbahan dasar sutra atau satin berukuran lebar 55 sentimeter sampai 60 sentimeter dan panjang 1,8 meter hingga 2 meter. Selendang lebar ini disampirkan di bahu, biasanya dipakai para wanita Minang bila ada acara besar seperti acara adat atau acara […]