Kain Sulam Benang Emas Singkarak Solok Sumatera Barat

Beragam Kain sulam benang emas di Solok

Kerajinan sulaman benang emas di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok mempunyai nilai ekonomis dan nilai keindahan tersendiri dan kerajinan ini sudah turun temurun dikerjakan oleh wanita dengan menggunakan alat manual.

Sulaman benang emas adalah teknik menghias kain dengan cara menempelkan benang emas atau perak dengan tusuk balut atau sulaman dengan jahit ikat pada permukaan kain berbentuk garis bersambung sehingga memberikan kesan indah dan mewah.

Motif

Kain sulam benang emas Solok (http://www.kelasbusana.com)

Bentuk motif yang digunakan biasanya terdiri dari bentuk naturalis dan geometris yang sudah di stilasi menjadi bentuk motif dekoratif. Bentuk motif ini dicampur dengan bermacam-macam bentuk motif lainnya agar cocok digunakan untuk sulaman benang emas dan kelihatan lebih menarik dimata konsumen. Bentuk motif-motif naturalis, seperti dari bentuk naturalis yaitu tumbuhan berupa daun, bunga, dan ranting, maupun hewan berupa ayam, burung, dan juga dikombinasikan dengan motif-motif geometris seperti persegi, lingkaran, atau segitiga menjadi bentuk ragam hias dekoratif.

Letak Motif

Pola hias yang ditemukan pada sulaman benang emas di nagari Saniangbaka, sebagai berikut : (1) pola pinggiran, terdiri dari : pola berdiri, bergantung, simetris, berjalan, dan memanjat. (2) pola mengisi bidang segitiga, pola mengisi bidang segiempat, dan (3) pola bebas.

Warna

Warna bahan kain yang sering digunakan menggunakan warna hitam dan merah, warna ini masih mengikuti tradisi di nagari Saniangbaka terdahulu. Sedangkan warna benang yang sering digunakan masih menggunakan warna emas. Adapun penggunaan warna selain warna tersebut hal itu tergantung kepada pemesanan khusus dari konsumen.

Bahan

Bahan kain yang digunakan pada kerajinan sulaman benang emas di nagari Saningbaka adalah kain beludru dan satin, bahan ini memiliki kriteria kuat, kaku dan tidak elastis sehingga bahan ini baik untuk digunakan.

Untuk benang sulam yang digunakan di nagari Saniangbaka dewasa ini adalah benang sintetis berintikan bahan katun atau disebut dengan benang emas jepang (japanese gold).

Produk

Jenis produk yang dihasilkan pada kerajinan sulaman benang emas di nagari Saniangbaka berupa perlengkapan adat seperti dulamak, garedeang, tabie langik-langik, tirai dulang, tirai carano, kampia siriah, kasua gaboyo, tempat duduk marapulai, dan juga sudah berkembang pada pembuatan souvenir dan cendramata.

Pengrajin

Kerajinan sulam benang emas saat ini banyak dilakukan di berbagai daerah yang ada di Sumatera Barat. Setiap daerah juga punya ciri khas masing masing, anda dapat menemukan kerajinan sulam emas di :

  • Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
  • Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat
  • Kelurahan Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatra Barat
  • Kampung Nareh, Kota Pariaman, Sumatera Barat

Sumber: Studi Tentang Kerajinan Sulaman Benang Emas di Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok Oleh Ayu Gusti Utari, Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, Wisuda Periode Ke-101 (September 2014)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Sulam Bayangan Koto XI Tarusan Pesisir Selatan Sumatera Barat

Sun Aug 8 , 2021
Kebaya Sulam Bayang beragam motif (https://www.liputan6.com) Sulaman Aplikasi Timbul dan Sulaman Bayangan adalah merupakan karya cipta masyarakat Pesisir Selatan yang pada awalnya dilahirkan di Kenagarian Barung-Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, diawal terciptanya karya cipta anak Nagari ini adalah hanya memproduksi Mukenah Kaligrafi yang […]