Kain Sulam Bayangan Koto XI Tarusan Pesisir Selatan Sumatera Barat

Kebaya Sulam Bayang beragam motif (https://www.liputan6.com)

Sulaman Aplikasi Timbul dan Sulaman Bayangan adalah merupakan karya cipta masyarakat Pesisir Selatan yang pada awalnya dilahirkan di Kenagarian Barung-Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, diawal terciptanya karya cipta anak Nagari ini adalah hanya memproduksi Mukenah Kaligrafi yang didesain dengan berbagai kaligrafi Arab yang dibentuk dalam sulaman tempel dengan menggunakan tusuk tikam jejak, sehingga dapat mengahasilkan karya cipta yang unik.

Seiring perkembangannya sesuai dengan perkembangan zaman maka masyarakat kenagarian Barung Barung Balantai menciptakan inovasi baru dalam bentuk pakaian yang didesain khusus dengan motif yang lebih beragam tidak terbatas kaligrafi saja namun motif tumbuh-tumbuhan dengan padu padan warna sehingga lebih menarik dan yang membuat unik hasil karya cipta ini adalah dalam pengerjaannya menggunakan jahitan tangan.

Kebaya Sulam Bayang (https://www.bukalapak.com)

Salah satu daerah yang banyak memproduksi sulaman bayangan adalah Kenegarian Barung- Barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Kenegarian Barung- Barung Balantai terletak pada deretan bukit barisan.

Kenegarian Barung- Barung Balantai memiliki topografi yang berbukit-bukit, dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, sehingga bidang pertanian kurang mendapat perhatian.Sebagian besar penduduknya terutama kaum wanita (lebih 65%) memilih bidang usaha sebagai perajin sulaman bayangan.

Keterampilan menyulam di Kenegarian Barung-Barung Balantai merupakan usaha yang turun temurun, dan masih berbentuk “home industri”.

Motif

Motif sulaman bayangan lama

Motif sulaman bayangan baru (setelah dikembangkan)

Motif yang digunakan merupakan kombinasi motif tumbuh-tumbuhan dengan motif geometris atau dengan motif binatang dan sebagainya. Bentuk-bentuk motif ini dapat dimodifikasi sedemikian rupa untuk disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat agar kesannya tidak monoton dan kaku.

Motif Bunga Gambir

Motif ragam hias Minangkabau

Di samping itu, pengembangan juga diarahkan kepada penggunaan motif tradisional Minangkabau dan kaligrafi, terutama untuk produk-produk yang bernuansa Islam atau proroduk-produk yang digunakan oleh orang Islam seperti mukena dan jilbab.

Sentra Pengrajin

Saat ini ada sebanyak 200 pengrajin sulam yang antara satu dengan yang lainnya mempunyai kekhasan sulam masing-masing, yang terbagi dalam 12 (dua belas) kelompok. Keterampilan menyulam bayangan merupakan keahlian yang diturunkan oleh orangtua kepada anak gadisnya di kanagarian barung barung balantai yang awalnya motif kaligrafi pada mukenah.

Sumber: Peningkatan Mutu Produk Sulaman Bayangan dengan Motif yang Variatif Oleh Syafei,Program Studi Pendidikan Seni Rupa FBSS Universitas Negeri Padang | Strategi Pengem bangan Sulam Bayang Doni Marlius1, Akademi Keuangan dan Perbankan Padang: Rino Dwi Putra, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP, Jurnal Benefita 3(2) Juli 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Saka Tunggal Darussalam Pakuncen Banyumas Jawa Tengah

Tue Aug 10 , 2021
Masjid Saka Tunggal Darussalam (https://banyumasmaya.wordpress.com) Masjid Saka Tunggal Darussalam terletak di Dusun Legok, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Masjid yang berada di jalur alternatif Pekuncen-Purwokerto dan berjarak sekitar 750 meter dari jalan penghubung jalur pantura dan jalur selatan Jawa Tengah bisa dijadikan sebagai destinasi wisata religi. […]