Kain Songket Jinengdalem Buleleng Bali

Beragam motif songket Jinengdalem (https://alanbudianajap.wordpress.com)

Pusat kerajinan songket Bali ini bisa ditemukan di Desa Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali hingga kini masih bertahan. Saat ini jumlah pengrajin tenun songket di Desa Jinengdalem sebanyak kurang lebih 70 pengrajin. Dari sekian banyak pengrajin kain songket di Desa Jinengdalem yang masih bertahan sampai saat ini adalah pengrajin Ketut Sriponi dan Ketut Suami.

Pewarna

Motif songket sangat beragam selain itu kain songket ini juga terkenal memiliki kualitas kain yang kuat, tahan lama dan tidak mudah rusak dan tidak mudah luntur karena menggunakan tehnik pewarnaan dengan warna alam sehingga banyak digunakan untuk beberapa kegiatan keagamaan seperti pernikahan, potong gigi dan acara keagaman besar lainnya.

Motif

Motif-motif hias dengan mengambil unsur tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia. Beberapa motif Songket khas Jinengdalem seperti pot-potan, semanggi gunung, cakar ayam, patra sari, patra punggel, pucuk, naga, ombak-ombakan, orang-orangan, bunga sungenge (bunga matahari), bunga mawar, bunga pucuk (kembang sepatu),bintang kecil, burung merak, bade, wayang, kalarau dan lain sebagainya.

Penataan

Beragam motif songket Jinengdalem (https://alanbudianajap.wordpress.com)

Komposisi, penempatan ragam hias tenun songket tergantung dari jenis motif hias yang dibuat. Dalam penempatan ragam hias biasanya ada yang dinamakan dengan ragam hias pokok (utama) kemudian ada yang berupa isian-isian atau pelengkap. Ragam hias pokok yang lebih dominan sehingga kelihatan lebih menonjol dari motif yang lain. Contoh motif hias burung merak yang dominan adalah bentuk burung meraknya. Komposisi motif hias pada kain tenun songket biasanya motif hias pokok ditempatkan ditengah-tengah kain dan ditempatkan berjejer atau berhadap-hadapan, dan isianisian sebagai pendukung dari motif hias pokok/utama.

Ritme/irama, penataan ragam hias tenun songket ditampilkan secara berulang-ulang secara teratur. Pengulangan tersebut ada yang menggunakan motif yang sama, ada pula yang menggunakan motif berbeda disusun secara berselang seling. Pengulangan penempatan motif hias dapat juga dilakukan dengan penggunaan benang yang berbeda, sehingga tidak tampak monotun atau secara keseluruhan tampak adanya irama. Penyusunan irama dapat juga ditampilkan melalui pengaturan bentuk motif hias seperti: besar- kecil, tinggi- rendah, panjang –pendek, dan pengaturan warna-warna yang berbeda secara berulang ulang.

Keseimbangan, penataan ragam hias tenun songket lebih dominan pada keseimbangan simetris. Keseimbangan simetris merupakan pengaturan yang tidak banyak mengambil resiko, karena tidak akan menimbulkan kesan berat sebelah. Secara umum penempatan ragam hias tenun songket adalah simetris, atau menyebar secara seimbang pada seluruh bidang kain.

Proses Pembuatan

Beragam motif songket Jinengdalem (https://alanbudianajap.wordpress.com)

Perkembangan tenun songket Buleleng pada era globalisasi baik dari segi proses pembuatan dan motif hias yang dibuat mengalami perkembangan. Tenun songket yang dibuat oleh perajin seperti adanya perpaduan antara tenun songket dengan jumputan, tenun songket dengan endek, menggunakan benang sutra dan benang berwarna lainnya.

Sumber: Tenun Songket Buleleng Pada Era Globalisasi, INyoman Sila (1),  I Dewa Ayu Made Budhyani (2), 1Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni UNDIKSHA, 2 Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FTK UNDIKSHA, Seminar Nasional , Riset Inovasi 2017 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Masjid Al-Kurdi Ketanggungan Kabupaten Brebes Jawa Tengah

Tue Apr 13 , 2021
Masjid Al Kurdi (https://www.trepelin.com) Masjid Al Kurdi terletak di Jl. Pesantren, Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes , Jawa Tengah. Sejarah Masjid Al Kurdi (https://www.trepelin.com) Masjid Al Kurdi didirikan oleh KH Jazuli Malawi pada tahun 1917, seperti tertulis di dinding, yang merupakan keturunan Pangeran Diponegoro ke sembilan. Murid-muridnya atau santrinya […]

You May Like