Kain Kulit Kayu Lantung Bengkulu

Kain Kulit Lantung (https://www.bukalapak.com)

Daerah Bengkulu memiliki hutan yang luas-tercatat tahun 1945 luas hutan yang ada di Propinsi Bengkulu yakni 1.200.000 hektar. Luas hutan yang demikian telah memungkinkan untuk ketersediaan bahan baku kulit lantung tersebut.

Biasanya bahan baku kulit lantung berada di sela-sela pepohonan lainnya yang tumbuh liar. Untuk mencari dan membedakan dengan jenis pohon lainnya, pencari pohon lantung memiliki keahlian tersendiri. Kulit pohonnya yang tebal dan memiliki serat, dengan lebar sekitar 1 (satu) sampai 3 (tiga) centimeter dan panjang pohon sekitar 5 (lima) sampai 7 (tujuh) meter.

Baju Kain Kulit Lantung (https://sahdieng.blogspot.com)

Pohon lantung yang baik biasanya berumur 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun, semakin tua umurnya semakin baik kualitas kulit yang akan dibuat kain lantung tersebut.

Sejarah

Kain lantung bagi masyarakat Bengkulu merupakan bagian dari perjalanan sejarah, karena benda ini keberadaannya lahir dari hasil budaya masyarakat Bengkulu pada situasi dan kondisi dalam masa perjuangan melawan penjajah. Fungsi benda ini pada masa itu sebgai pelindung atau pakaian. Keberadaan kain itu diperkirakan sekitar tahun 1943 atau satu tahun Jepang menanamkan kekuasaannya di Indonesia. Keadaan perekonomiam masyarakat pada waktu itu menyulitkan masyarakat dalam mencari atau membeli pakaian atau kain lantung atau drill, oleh karena itu timbul pemikiran bagaimana mendapatkan pengganti kain untuk pelindung tubuh, maka muncullah ide pembuatan kain lantung sebagai alternative.

Beragam  produk dari Kain kulit Lantung (https://www.facebook.com)

Peralatan

Peralatan yang digunakan dalam mengambil kulit lantung tersebut yakni parang, dan pisau. Parang digunakan untuk memotong pohon lantung tersebut. Setelah pohon lantung rebah, lalu dibersihkan daunan dan ranting yang melekat pada pohon lantung tersebut.

Langkah selanjutnya adalah memarut pohon lantung dan mengambil kulitnya dengan bantuan pisau. Pisau ditorehkan ke batang pohon dan mengelupaskan kulit pohon lantung. Kulit lantung yang dikelupaskan biasanya berukuran 1 meter x 50 centimeter, dan ada juga berdasarkan pesanan.

Cara Pembuatan

Untuk membuat kain dari kulit lantung, ukuran kulit lantung yang dikelupas dari pohon lantung biasanya berukuran 1 meter x 30 centimeter. Kulit lantung yang telah dikelupaskan dari pohon lantung tersebut kemudian dikumpulkan dan diikat lalu dibawa pulang ke rumah.

Kulit lantung yang telah dibawa sampai dirumah belum bisa begitu saja dipergunakan sebagai kain. Si pembuat kain lantung harus terlebih dahulu memisahkan kulit lantung yang dibawa dari hutan tersebut dan kemudian memukulnya dengan Perikai. Perikai adalah sejenis alat pukul yang terbuat dari tanduk kerbau atau jenis kayu keras dengan ukuran panjang dan besarnya lebih 40 x 10 centimeter. Alat ini biasanya dibuat sendiri oleh pembuat kain lantung.

Bahannya biasanya mereka ambil dari pohon yang berada dalam hutan yang ada disekitar mereka ataupun waktu mereka mencari kulit lantung tersebut. Kulit lantung tersebut dipukul dengan perikai tersebut sampai tipis. Setelah kulit lantung menjadi tipis, untuk menentukan kulit lantung tipis atau belum biasanya pembuat kain lantung hanya berdasarkan kepada kondisi kulit lantung yang dipukul dengan perikai tinggal serat-serat kulitnya saja.
Langkah selanjutnya yakni menjemur kulit lantung yang terdiri dari serat tipis tersebut dibawah terik matahari. Biasanya menjemur kulit lantung tersebut sekitar 1 (satu) minggu dengan kondisi cuaca yang panas. Semakin lama penjemuran menghasilkan kulit lantung yang baik begitu juga sebaliknya.

Motif Polos

Tidak ada motif atau ragam hias dalam membuat baju dari kulit lantung ini. Mereka hanya berprinsip untuk memutup aurat dan melindungi tubuh dari udara dingin. Begitu juga dengan selimut dan tali pengikat dari kulit lantung ini. Seperti yang dituturkan oleh Bustami : Tidak ada motif atau ragam hias yang dibuat pada waktu itu, hanya saja membuat kain dari kulit lantung guna menutupi aurat dan melindungi tubuh.

Sumber: warisanbudaya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Pakaian Adat dari Kulit Kayu Suku Kabola di Alor NTT

Sun Apr 4 , 2021
Suku Kabola dengan pakaian dari kulit kayu Masyarakat Suku Kabola mendiami perkampungan tradisional Monbang yang berada di Desa Kopidil, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi NTT, berjarak dari Kalabahi sekitar 7 km, pakaian adatnya ternyata terbuat dari kulit kayu. Sejarah Pakaian kayu tersebut telah dikenakan oleh nenek moyang mereka […]