Kain Bordir Tasikmalaya Jawa Barat

Bordir Tasikmalaya desainer Nani Oktaviani (https://www.jawapos.com)

Bordir sendiri berasal dari kata baku bahasa inggris “Embroidery”. Teknik produksi ini dikenal dengan teknik sulaman jahit yang dilakukan pada suatu media sebagai hiasan atau motif pada media tersebut. Ada berbagai jenis teknik Bordir, dari mulai manual, hingga komputerisasi. Khusus untuk produksi Bordir dengan teknik komputerisasi, biasanya dibuat untuk skala yang besar, dan pola serta motifnya cenderung sama. Contoh Bordir jenis ini bisa kita jumpai pada berbagai jenis produk yang umum, seperti badge, topi, atau bahkan pakaian.

Sejarah

Kain Bordir Tasikmalaya (https://id-id.facebook.com)

Industri Bordir Tasik pertama kali tumbuh dan berkembang pada tahun 1925 di Desa Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Salah seorang perintisnya adalah seorang wanita bernama Hj. Umayah binti H. Musa, yang pada tahun sebelumnya bekerja di perusahaan kebangsaan Amerika, Singer. Setelah menguasai bidang bordiran saat di Singer, ia keluar dan kembali ke Desa Tanjung dan membuka usaha kecil-kecilan dengan menerima pesanan bordiran baik dari Tasikmalaya maupun dari luar daerah. Selain membuka usaha, Hj. Umayah juga memberikan ilmunya dengan cara mendidik keluarga, tetangga serta kerabat dekat dalam usaha bordir.

Karena dinilai punya prospek yang menjanjikan, setelah Hj. Umayah wafat, usaha ini diteruskan keluarganya antara lain, Rosad, H. Sarbeni, dan H. Zarkasih. Dari situlah, usaha bordir berkembang cepat tidak hanya di Desa Kawalu saja, tatapi juga menyebar ke daerah lain, seperti Sukaraja, Tanjungjaya, Singaparna, Sukarame, Cibalong, Cikatomas, dan daerah lainnya.

Motif

Kain Bordir Tasikmalaya (https://iroquistore.com)

Pada kain bordir Tasikmalaya motif fauna jarang digunakan, seperti Ular, Naga, dan Kupu-Kupu. Motif Flora yang menjadi ciri khas pada bordir Tasikmalaya berupa Motif Bunga Melati, terbentuk dari lilitan disekitar kelopaknya. Orang-Orang Setempat Menyebutnya Motif Melati Uter Atau Sama Dengan Krancang Melati. Selain itu ada motif kembang mawar, daun taleus heureut, kembang mawar dan motif variasi kembang aster.

Warna

Dominasi kain kebaya ini menampilkan warna-warna berani dengan motif bunga, sehingga tak hanya disukai orang tua tapi juga anak muda.

Produk

Baju pria dengan bordir Tasikmalaya (https://ekonomi.kompas.com)

Kain bordir Tasik adalah serapan dari kebudayaan Cina. Namun berkat tangan terampil dan ulet, terciptalah produk berupa kerudung, kebaya, mukena, tunik, selendang, blus, rok, sprei, kebaya, sarung bantal, taplak meja, baju gamis, baju koko, kopiah haji, hingga busana sehari-hari dihiasi dengan bordir yang menarik.

Pembuatan

Pembuatan kerancang atau pola seni bordir memerlukan tingkat kesabaran dan ketelatenan yang sangat tinggi, karena pembuatannya masih menggunakan mesin kejek, yaitu mesin konvesional yang dioperasikan secara manual dan digerakkan dengan menggunakan kaki sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama karena prosesnya yang sangat rumit dan mendetail. Hasil akhir dari pengguanan mesin kejek yaitu seni border tampak sangat halus, rekat, cantik, detail, dan memuaskan. Akibatnya, seni border yang menggunakan mesin kejek harganya lebih mahal daripada yang menggunakan mesin modern (mesin nonkejek atau listrik).

Pengrajin

Sentra industri kain bordir Tasikmalaya tersebar di 24 Desa / Kelurahan, 12 Kecamatan di Kota Tasikmalaya dan sisanya di Kabupaten Tasikmalaya. Ke-12 Kecamatan itu adalah Kecamatan Kawalu, Cibeureum, Cipedes, Cikalong, Cikatomas, Cipatujah, Karangnunggal, Leuwisari, Manonjaya, Salopa, Sodonghilir, dan Sukaraja.

Di antara ke-12 kecamatan itu, daerah yang paling dikenal sebagai sentra industri bordir adalah Kecamatan Kawalu. Industri bordir di sentra bordir Kawalu terdapat di Kelurahan Tanjung (Air Tanjung), Karsamenak (Kampung Ngamplang, Kampung Saguling Babakan), Cibeuti, Cilamajang (Saguling Panjang), Talagasari, Gunung Tandala, Karang Anyar dan Karikil.

Pengusaha Bordir Kawalu Kota Tasikmalaya

  • Bapak H. Zarkasih di Kampung Cukang, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Sejak tahun 1961, pemilik busana muslim Tjiwulan Embroidery (Bordir), pendiri Pondok Pesantren Al Amin Kawalu Tasikmalaya, website: http://www.tjiwulanbordir.com
  • Bapak H. Atori / Hj. Emin Mintarsih (Bordir Flamboyan) Jl. Kyai H. Zaenal Mustofa No.264, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
  • Ibu Hj. Ai Haryati (Haryati Collection Embroidery) di Jl. Air Tanjung No. 81, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
  • Ibu Hj. Enok Siti Juhariah dan Bapak H. Ajid (pemilik Usaha Bordir Bunga Tanjung) di Jl. Air Tanjung, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
  • Bapak Dr. H. Muslim Sanusi (pemilik Nurlaela Bordir) di Jl. Saguling No. 25 Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
  • Bapak Aziz Abdul Aziz (pemilik Katenzo Bordir) di Jl. Cijeruk Girang RT 03 RW 04 Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
  • Bapak H. Apip / Ibu Hj.Helin (pemilik AL-Faiz Collections) di Kampung Ngamplang, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya
  • Bapak H. Wawan Al Amin / Ibu Ani (pemilik Al-Amin Collections) di Kampung Saguling Babakan, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya
  • Bapak Aan / Ibu Uka di Kampung Saguling Babakan, Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya
  • Ibu Hj. Siti Atikah Huzaemah Jumaeli (pemilik usaha Dewi Bordir) di Jl. Panunggal No. 64, di samping Asrama Polisi Bojong, Kota Tasikmalaya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Bordir Kudus Jawa Tengah

Sat Dec 5 , 2020
Koleksi Bordir Dahlia Kudus milik Bu Saadah di Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus (https://twitter.com) Pada dasarnya bordir merupakan seni sulam-menyulam yang identik dengan seni lukis yang dituangkan dalam media serat, benang, dan kain. Bordir atau sering dikenal dengan sulaman merupakan bentuk hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan lain dengan […]