Jangut Ngkurik NAD

682a6-552e092c0423bdab568b4567 Permainan Tradisional (https://www.google.co.id)

Jangut ngkurik adalah bahasa daerah Gayo yang terdiri atas 3 kata, yaitu jangut berarti bulu, ng berarti nya, dan kurik berarti ayam. Jadi, jangut ngkruik berarti bulunya ayam atau tepatnya bulu ayam. Permainan ini dinamakan demikian karena bahan baku utamanya adalah bulu ayam. Bulu-bulu ayam dimasukkan ke dalam bambu kecil, sehingga bila bambu tersebut dipukul pada bukunya, jangut ngkurik yang ada di dalamnya melayang ke udara.

Para pemain berdiri melingkar pada suatu lapangan, dan di tengah-tengah berdiri seorang sebagai pembagi bola jangut ngkurik yang di dalam bahasa daerah ini disingkat dengan bal. Pembagi tersebut tugasnya membagi bal kepada setiap pemain. Pemain yang gagal mengembalikan balnya kepada pembagi harus menerima hukuman dan bertindak sebagai pembagi bal yang berdiri di tengah lingkaran.

Ilustrasi (http://permainantradisionalferadis.blogspot.com)

Sejarah

Permainan ini dari dahulu sampai sekarang keadaannya tidak berubah, baik mengenai aturan maupun penyempurnaan bal. Kedudukannya sudah terdesak permainan bulu tangkis, sungguhpun yang terakhir ini adalah permainan mahal. Dalam melaksanakan permainan ini, kegembiraan dan kepuasan pemain tampak dengan jelas. Menurut orang-orang tua, permainan ini asli dari daerah ini.

Waktu Pelaksanaan

Permainan ini dilakukan bila akan merayakan Maulid Nabi Muhammad saw saja. Di daerah ini diadakan di mersah (menasah = langgar = surau) yang dihadiri seluruh penduduk kampung dan undangan dari kampung lainnya. Dua atau tiga hari sebelum perayaan diadakan, penduduk yang akan mengadakan perayaan secara serentak membawa seekor ayam ke mersah untuk disembelih oleh tengku. Pada hari-hari tersebut dapat disaksikan berpuluhpuluh ayam bergelimpangan di mersah. Anak-anak tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mereka mengumpulkan bulu-bulu tersebut untuk dibuat mainan. Mainan tersebut bermacam-macam, antara lain jangut ngkurik. Pada saat inilah permainan tersebut berlangsung dan dapat dikatakan umur permainan ini hanya seminggu saja. Setelah perayaan selesai, selesai pulalah permainan ini.

Pemain

Pemain atau pelaku. Peserta adalah anak lelaki dan wanita, tetapi tidak dibenarkan permainan campuran. Umur peserta kira-kira 5-12 tahun. Pakaian dapat seadanya dan tidak mengikat, sedangkan atribut yang dipakai selain bal tidak ada.

Jalan Permainan

Aturan permainan adalah sebagai berikut:

  1. memukul bola harus dari bawah ke atas,
  2. tidak boleh memukul lebih dari sekali, dan
  3. bila gagal memukul harus menjadi pembagi (untuk permainan

beregu).

Untuk per Seorangan

Dua orang anak berdiri berhadapan dengan anak jarak kira-kira 5 – 10 langkah. Seorang memukul bal yang ditujukan ke arah lawannya, dan lawannya merigembalikan kepadanya.

Setelah bal mati, diangkat lagi dan permainan dimulai lagi. Permainan model ini tidak ada hitungan, tidak ada pemenang, dan bila sudah lelah berhenti bermain.

Permainan Beregu

Regu yang sudah bermufakat untuk bermain, membuat sebuah lingkaran menurut banyaknya peserta. Di tengah-tengah berdiri seorang anak yang kalah undian (pertama kali) sebagai pembagi bola. Masing-masing peserta memegang sebuah penggues (raket).

Misalkan ada 9 orang peserta, masing-masing nomor 1,2,3,9. Pembagi bal adalah nomor 1. Pemain lainnya berdiri pada lingkaran dengan menghadap ke tengah. Mula-mula pembagi membuang bal ke arah peserta nomor 2. Pemain nomor.2 ini mengembalikannya kepada pembagi. Kemudian pembagi membuangnya ke arah pemain nomor 3, dan seterusnya. Bila misalnya pemain nomor 8 gagal mengembalikan bal kepada pembagi, maka pemain nomor 8 tersebut menjadi pembagi, dan nomor 1 mengambil alih tempat nomor 8. Begitulah seterusnya.

Permainan ini juga tidak pernah mencari pemenang karena tidak pernah dihitung. Bila permainan sedang berlangsung kemudian ada seorang anak yang ingin masuk/ikut serta maka dia diharuskan untuk mengadakan sut dengan pembagi tadi. Yang kalah menjadi pembagi, sebaliknya bila ada pemain yang berhenti, maka pembagi tetap yang tadi juga. Jadi, yang dicari dalam permainan ini hanya kegembiraan dan kepuasan saja tanpa menentukan pemenang.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Meu Geunteut-Geunteut Aceh

Fri Sep 16 , 2016
Ilustrasi Permainan Geunteut-Geunteut (https://portalsatu.com) Meu geunteut-geunteut adalah suatu permainan yang terdapat di Kabupaten Aceh Utara. Geunteut-geunteut terdiri atas dua kata, yaitu geunteut dan geunteut yang disatukan menjadi satu perkataan. Kata geunteut apabila disebut hanya satu kali mempunyai arti yang berbeda dengan geunteut yang diulang atau geunteut-geunteut. (Baca: Permainan Tradisional Aceh […]