Hotel Phoenix Jetis Yogyakarta

Hotel Phoenix (https://www.destinasibandung.co.id)

Hotel Phoenix terletak di Jl. Jend. Sudirman No. 9, Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta 55233 merupakan bangunan penuh sejarah dalam perkembangannya sampai kemerdekaan negara Republik Indonesia.

Sejarah

Hotel Phoenix

Hotel ini dulunya merupakan bangunan rumah tempat tinggal Kwik Djoen Eng yang dibangun pada tahun 1918. Ia bersama saudaranya pertama kali mendirikan usahanya di Solo pada Juli 1894 dengan nama NV Kwik Hoo Tong Handel Maatschappij, yang bergerak dalam bidang ekspor impor teh dan gula. Sekitar tahun 1920, perusahaan dagang Kwik bersaudara ini, kantor pusatnya dipindahkan ke Semarang sampai mengalami kebangkrutan pada tahun 1932 karena resesi ekonomi.

Akibat krisis ekonomi, banyak properti yang dimiliki oleh Kwik Djoen Eng yang tersebar di sejumlah daerah, harus lepas kepemilikannya. Ada yang disita oleh Javasche Bank, dan ada pula yang dijual sendiri. Termasuk rumah tinggalnya yang berada di Yogyakarta. Rumah bergaya Indis (Indische Landhuis) tersebut dijual kepada Liem Djoen Hwat. Oleh Liem Djoen Hwat, rumah tersebut disewakan kepada orang Belanda yang bernama D.N.E. Franckle. Franckle kemudian mengubah rumah tempat tinggal menjadi sebuah hotel yang diberi nama Hotel Splendid.

Pada tahun 1942 pasukan Jepang berusaha menduduki Yogyakarta. Hotel yang semula dirintis oleh Franckle, akhirnya dikuasai oleh pasukan Jepang kemudian berganti nama menjadi Hotel Yamato. Penyematan nama Yamato ini hanya bertahan hingga hengkangnya Jepang pada tahun 1945, dan hotel tersebut kembali ke pemiliknya, yaitu Liem Djoen Hwat.

Pada tahun 1946 sampai dengan 1949 ketika Yogyakarta menjadi ibu kota dari pemerintahan Indonesia, bangunan bekas Hotel Splendid atau Hotel Yamato tersebut digunakan sebagai Kantor Konsulat China. Selang dua tahun kemudian, bangunan bekas Kantor Konsulat kembali digunakan sebagai hotel lagi. Hotel tersebut bernama Hotel Merdeka. Pergantian nama menjadi Hotel Merdeka ini bertahan hingga tahun 1987.

Renovasi

Bangunan hotel direnovasi tanpa mengubah bentuknya dan pada tahun 1993 kembali difungsikan sebagai hotel, yang diberi nama Phoenix Heritage Hotel.Setelah selesai renovasi, pada 14 Mei 2004 nama Phoenix Heritage Hotel resmi berganti nama menjadi Grand Mercure. Perubahan nama tersebut bertahan sampai dengan 29 Maret 2009, dan pada 30 Maret 2009, nama Grand Mercure diganti menjadi The Phoenix Hotel Yogyakarta hingga sekarang.

Sumber: starjogja

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kawasan Bintaran Mergangsan Yogyakarta

Mon Jul 5 , 2021
Gedung Sasmitaloka Panglima Besar Sudirman (https://www.wikiwand.com) Kawasan Bintaran terletak di Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta 55151. Komunitas Belanda di Yogyakarta berkembang pesat sejak masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana VII (tahun 1877- 1921). Hal tersebut berkaitan erat dengan tumbuh dan berkembangnya perkebunan tebu, berbagai jenis pabrik, perbankan, asuransi, perhotelan dan pendidikan. […]