... (several lines of code) ... https://optimize.google.com/optimize/home/#/accounts/175585813/

Gua Harimau Sebagai Tempat Hunian Manusia Purba OKU Sumatera Selatan

Gua Harimau (https://republika.co.id/)

Gua Harimau merupakan satu dari lima gua yang terdapat di Bukit Karang Sialang, Kars Bukitbarisan, di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.

Gua lainnya yaitu, Gua Putri, Selabe 1, Akar dan Karang Pelaluan. Gua yang paling besar yakni Gua Putri, yang letaknya di tengah dari empat goa lainnya. Diperkirakan kedalaman Gua Putri mencapai 150 meter, dan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 20-30 meter. Di Gua Putri ini terdapat gua lainnya, yakni Gua Penjagaan dan Gua Lumbung Padi.

Gua Putri tetangga Gua Harimau (http://disparbud.okukab.go.id)

Gua yang berada di atas bukit batu itu, merupakan salah satu cagar budaya di Sumsel yang memiliki 150 anak tangga, memiliki pintu masuk terbuka, berdiameter 50 meter dengan Langit-langit atap sekitar 30 meter.

Sejarah

Nama Goa Harimau sendiri diyakini berasal dari masyarakat setempat yang konon dulu sering mendengar auman harimau dari dalam goa ini.  Sebelum dibuka kembali oleh para arkeolog beberapa tahun silam, goa ini banyak dipenuhi semak, dan ditutupi sejumlah pohonan besar.

Rumah Peradapan

Kuburan manusia purba lengkap (https://bentarabudayabali.wordpress.com)

Di gua tersebut, arkeolog menemukan sisa hunian, perbengkelan, dan kuburan dari ras Mongoloid, penghuni gua dengan budaya Neolitik sekitar 4.000 tahun lalu yang berlanjut ke budaya Paleometalik sekitar 2.000 tahun lalu. Hingga saat ini telah ditemukan kubur dari 81 individu dengan orientasi, posisi, sistem, dan jenis kubur yang sangat bervariasi. Kepadatan kubur yang tiada duanya di Indonesia ini sangat penting bagi pemahaman tentang kehidupan leluhur bangsa di masa lampau. Khususnya tentang kondisi sosial dan ekonomi, konsepsi kepercayaan, demografi, patologi, nutrisi yang sarat dengan nilai-nilai budaya atau peradaban.

Beragam artefak yang ditemukan di Goa Harimau

Lukisan Cadas

Lukisan cadas (https://kumparan.com)

Di langit-langit gua bagian timur dan barat, ditemukan lukisan cadas (rock art). Sejauh ini, lukisan cadas itu merupakan satu-satunya di Sumatera. Penemuan tersebut menambah peran penting Gua Harimau dalam menjelaskan perkembangan seni cadas regional yang mengandung nilai estetika dan simbolisme. Keberadaan lukisan ini sekaligus merefleksikan kemajuan alam pikir komunitas penghuni gua di kala itu.

Penelitian gambar cadas Goa Harimau dimulai sejak 2009 oleh peneliti Pusat Arkeologi Nasional, E Wahyu Saptomo. Saat itu, Wahyu menemukan gambar cadas bermotif jaring atau anyaman di dinding goa sebelah utara yang kemudian dinamakan galeri Wahyu utara.

Setahun kemudian, ahli komunikasi visual Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung, Pindi Setiawan, mengidentifikasi gambar cadas di dinding timur dan barat. Pindi meneliti 25 motif gambar cadas berwarna merah dan coklat gelap yang rata-rata berbentuk geometris. Gambar itu dihasilkan dari kuasan jari dan alat runcing.

”Pada 2011, kami meneliti lagi dan menemukan lima motif geometris di sebuah relung galeri Wahyu,” kata Ketua Tim Penelitian Goa Harimau (ketujuh) Pusat Arkeologi Nasional Adhi Agus Oktaviana, Rabu (23/7/2014), di Jakarta.

Hingga akhir penelitian, total ditemukan 47 gambar cadas di Goa Harimau. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pigmen gambar-gambar itu mengelupas dan tumbuh lumut yang menutupi pigmen gambar.

Sumber: mongabay | kompas

Share and Enjoy !

0Shares
0

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Gua Pawon Sumber dari Peradaban Besar di Bandung Barat Jawa Barat

Sat Jan 2 , 2021
Gua Pawon Letak Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Tim penggalian Gunung Pawon dari Balai Arkeologi Bandung telah menemukan tujuh rangka manusia prasejarah. Penemuan itu ibarat keping-keping puzzle yang melengkapi kronologi keberadaan manusia prasejarah di tanah Jawa Barat. Menurut Ketua Tim Arkeolog Jawa Barat, Lutfi […]