Festival Wayang diikuti peserta dari delapan negara

Ilustrasi (FOTO ANTARA/Mohamad Hamzah)

Festival Wayang Internasional yang digelar di Kabupaten Gianyar, Bali, pada 22-27 September 2013 juga diikuti peserta dari delapan negara.

Ketua Panitia Festival Wayang Internasional I Gede Joni Suhartawan, di Gianyar, Senin, menyebutkam beberapa dalang internasional yang tampil pada festival itu adalah dari Jepang dengan wayang Bunkaru, Iran (wayang Kheimed Shad), Malaysia (wayang Trengganu Cendayu), dan Filipina (wayang Usbon Baclajon).

Selain itu ada juga peserta dari China, India, dan Thailand, sedangkan dalang dari Amerika Serikat Jennifer Woodcander akan membawakan wayang kulit khas Bali.

Tak ketinggalan wayang tradisional seperti Wayang Golek (Sunda), Wayang Beber (Wonosari), Wayang Potehi (Semarang), Wayang Kancil (Jawa Tengah), Wayang Kampung Sebelah (Ki Jeliteng), dan Wayang Sasak (Lombok) juga ditampilkan.

“Festival ini menjadi ajang temu budaya, pendidikan, dan hiburan,” kata Agustinus Prayitno selaku pemilik Rumah Topeng di Banjar Tengkulak Tengah, Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, sekaligus salah satu penggagas Festival Wayang Internasional.

Setiap seniman wayang diberikan kesempatan tampil 30 sampai 60 menit di ajang tersebut.

Acara yang digelar di Rumah Topeng itu juga akan diisi seminar budaya dengan menghadirkan pembicara Sujiwo Tedjo, Prof I Nyoman Sedana, dan Wayan Nardaya (wayang Cenk Blonk).

Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata berharap festival tersebut mampu menambah daya tarik daerahnya sebagai objek wisata berwawasan seni budaya sebagaimana selama ini dikenal oleh wisatawan mancanegara.

“Menjadi tanggung jawab yang besar bagi semua pihak untuk turut bersama-sama melestarikan budaya bangsa ini,” katanya.

Sumber: Antara

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wayang adalah Situs Ideologis

Sun Jul 21 , 2013
Ilustrasi wayang kulit (FOTO ANTARA/Herka Yanis Pangaribowo) Wayang merupakan sebuah situs ideologis yang di dalamnya berbagai ideologi bertarung, saling meniadakan, melengkapi, dan memperkaya, kata pengamat seni budaya Universitas Negeri Yogyakarta Suminto A. Sayuti. “Hingga akhirnya tercapai keseimbangan dalam harmoni yang dibingkai estetisasi pergelaran,” katanya pada seminar bertema “Wayang Sebagai Media […]