Ekspresi Cantik Pengantin Muslimah

Every girl dreams of her wedding dress.

Gaun pengantin, bagi seorang perempuan yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, mungkin sama pentingnya dengan momen pernikahan itu sendiri. A wedding dress is an obsession, sebuah gaun yang akan dipakainya sekali seumur hidup, the legendary dress. Sebuah gaun pengantin adalah gaun terindah, yang bisa membuat sang pemakai menjadi wanita tercantik laksana seorang putri di hari istimewanya.

Karena itu, dalam sejarahnya hingga zaman modern, gaun pengantin selalu diwujudkan untuk membuat siluet terindah seorang wanita. Bagaimana (tubuh) seorang wanita dipandang cantik secara ideal dan sempurna. Hal ini diwujudkan dalam material terindah untuk menampilkan aura kecantikan dan kemewahan tertinggi.

Image sebuah gaun pengantin itu begitu melekat sehingga siapapun akan membayangkan sebuah gaun laksana putri, mewah, berkilau dalam warna-warna serba putih. Siluetnya seperti jam pasir yang melekat di bagian tubuh atas, dan mengembang maksimal dibawah.

Sejak busana muslim mendapatkan tempatnya, mempunyai identitas sendiri, dan dipakai oleh begitu banyak orang terutama di Indonesia, busana pengantin muslimah tidak serta merta mengikuti. Seorang muslimah berhijab yang menjadi pengantin akan mereka-reka sendiri bagaiamana agar gaun atau kebaya pengantinnya bisa luwes diberi penutup kepala. “Tinggal dikasih hijab dan veil, no big deal.“

Begitu juga dengan kebaya pengantin, seorang muslimah yang berhijab akan ‘menyesuaikan’ dengan menggunakan dalaman (manset) untuk sepotong kebaya yang biasanya tembus pandang, dan menggunakan inner yang menutup leher serta kerudung yang ditata sedemikian rupa.

Irna Mutiara, sejak mewujudkan label busana pengantin khusus wanita, telah mempunyai visi bahwa pengantin muslimah bisa memiliki identitasnya sendiri. Baju muslim, termasuk gaun pengantin adalah bagian dari gaya hidup muslim yang memiliki aturannya sendiri. Dan karena gaun pengantin dan kebaya yang selama ini menjadi ‘busana wajib’ secara umum siluetnya tidak cocok dengan kaidah berbusana muslim, kita bisa menciptakan gaun yang berbeda.

Setelah beberapa tahun dikenal sebagai ikon desainer busana muslim Indonesia, Irna Mutiara pada pertengahan September lalu menggelar peragaan busana tunggalnya yang pertama, dengan tajuk ‘LUMINESCENCE.’ Sebuah pergelaran indah yang benar-benar mencerminkan pendaran cahaya seorang pengantin yang bersinar di hari bahagianya.

Begitu melihat satu demi satu model yang membawakan koleksinya, beragam ekspresi kekaguman tak henti terlontar dari semua pengunjung yang hadir. Beyond expectation! Sebelumnya, karya Irna Mutiara sudah sering ditampilkan dan menciptakan tren tersendiri untuk busana pengantin dan busana pesta muslimah. Tetapi melihat karyanya kemarin, rasanya koleksi ini mencapai sebuah puncak baru keindahan sebuah busana muslim.

Irna Mutiara memberikan sebuah konsep yang benar-benar baru bagi busana pengantin muslim. Tidak terlepas dari transformasi yang tampak pada sang desainer yang kini mengenakan hijab serba panjang, secara siluet keseluruhan (dress dan veil) koleksi Luminescence tampil lebih bersahaja dan lebih menampakkan seorang muslimah yang tunduk pada syariahnya.

Bila kita hampir selalu melihat siluet turban atau kerudung yang dibawa ke belakang pada busana pengantin dan pesta muslimah, maka pada koleksi ini Irna Mutiara banyak membuat veil yang jatuh dan ditata untuk menutupi bagian dada, tetap dengan twist cantik a la Bu Irna. Rasanya semua muslimah bisa jatuh cinta pada trend baru yang muncul ini.

Selain look kerudung yang menutupi dada tersebut, style lainnya hadir melalui cape yang menjadi atasan longgar sebagai lapisan dress. Ini juga menjadi standar bagi Irna Mutiara, bahwa koleksinya akan selalu memberikan siluet yang longgar melalui permainan layering yang elegan.

Ada 3 kunci gaya yang diusung dalam Luminescence, yaitu kesan glamour seorang pengantin, tetapi tetap terlihat bersahaja dan tidak berlebihan. Tidak terlihat kesan extravagant yang “wah,” atau kesan show off. Yang kedua adalah koleksi terlihat ringan dan flowing, melalui material ringan seperti sifon, organdi dan lace yang semuanya memberi kesan halus dan lembut. Terakhir, adalah kesan luminous, atau berkilau yang dihadirkan melalui veil, aksesori, dan bersumber dari pendaran cahaya mutiara dan kristal Swarovski.

Sebuah konsep busana pengantin muslimah yang tidak saja menghadirkan koleksi dengan elemen-elemen baru dan orisinil yang akan menjadi trendsetter, tetapi juga memberikan pemaknaan yang mendalam pada sebuah busana pengantin, yang menjadi bagian dari gaya hidup seorang muslim. Ekspresi kepatuhan terhadap syariah dan ketaatan pada Sang Maha Pencipta, terlahir dengan begitu indah dan bercita rasa tinggi.

Irna Mutiara sejak awal memang memposisikan koleksi ini sebagai busana pengantin dengan look internasional, walaupun elemennya sebenarnya kaya dengan unsur lokal, seperti sulaman usus Lampung, sulam cai a la Sumatera Barat, dan bordir Tasikmalaya. Sehingga masih memancing rasa penasaran, mampukah nantinya tercipta sebuah busana pengantin muslimah dengan ekspresi dan citarasa yang sangat Indonesia?

Sumber: Femaledaily 1, Femaledaily 2 dan Femaledaily 3

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Luxury Wear for the Stylish Hijaber

Mon Nov 3 , 2014
Peragaan busana muslim yang santun dan elegan dari tiga desainer pria kenamaan hadir di Jakarta Fashion Week 2014 hari kedua. Sesuai dengan tagline lux yang ingin ditampilkan, ketiganya berhasil menghadirkan atmosfer mewah pada setiap rancangannya. Meski hadir dalam tema yang kontras, mereka mempresentasikan perspektif masing-masing akan keindahan seorang muslimah. Occident […]