Ekspor Batik Indonesia Meningkat

Ilustrasi – Pameran Batik Warisan Budaya VII Ketua Yayasan Batik Indonesia (YBI) Ny. Jultin Ginandjar Kartasasmita memperhatikan produk batik pada Pameran Batik Warisan Budaya VII di Plasa Pameran Industri, Jakarta, 30 September 2014. (Kemenperin.go.id)

Ekspor batik Indonesia meningkat dari 32 juta dolar AS pada 2008 menjadi 300 juta dolar AS pada 2013.

“Negara tujuan ekspor batik terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman dan Korea Selatan,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan dengan tingginya minat pasar mancanegara tersebut, maka penting adanya perlindungan hak karya intelektual perajin untuk menjamin keunggulan industri dan perdagangan.

“Kementrian (Perindustrian) berupaya memberikan perlindungan untuk perajin batik dalam memberikan fasilitas pemberian merek, hak paten, rahasia dagang ataupun desain industri,” katanya.

Batik Indonesia (https://finance.detik.com)

Dengan upaya ini ia berharap tidak akan ada pembajakan oleh masyarakat Indonesia sendiri atau oleh pengusaha dari negara lain.

Pembina Yayasan Batik Indonesia, Dodi Supardi mengatakan batik Indonesia tidak mengenal batik printing yang banyak dilakukan oleh pengusaha tekstil Indonesia.

“Batik Indonesia yang asli hanya ada tiga yaitu batik tulis, batik cap dan batik kombinasi tulis dan cap,” kata dia.

Untuk menjaga keaslian batik Indonesia ia sedang berusaha agar batik-batik printing yang bukan dari Indonesia diberi tulisan di kain tersebut bahwasanya itu batik printing.

Selain itu untuk membedakan batik tulis dengan yang lain pihaknya mengupayakan agar batik tulis diberi label dengan tinta emas, batik cap dengan tinta perak dan kombinasi tulis dan cap dengan tinta putih.

Sumber: Antaranews

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Desa Wisata Harus Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Thu Oct 2 , 2014
Bali Art Festival. ©AFP PHOTO/Sonny Tumbelaka Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu meminta desa wisata di Indonesia terus berproses untuk menghadapi persaingan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. “Kita siap untuk bersaing, tinggal bagaimana menerapkan standar-standar di desa wisata. Saat ini untuk homestay dan kuliner sudah menerapkan standar […]