Desa Wisata Tanon Getasan Kabupaten Semarang Jawa Tengah

1

Gunung Telomoyo Jawa Tengah (https://www.belantaraindonesia.in)

Desa Wisata Tanon di kaki Gunung Telomoyo, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Diperlukan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan dari Kota Semarang untuk sampai ke desa ini.

Desa Wisata Tanon (https://www.youtube.com)

Sebagai sebuah desa yang berada pada ketinggian, karena berada di lereng pegunungan Telomoyo, memilki hawa yang sangat sejuk, jauh dari polusi, dekat dengan pusat penghasil sayur mayur, memiliki potensi alam yang sangat menarik dan jauh dari kesemrawutan dan kebisingan. Ini menjadi salah satu magnit untuk datang ke desa menari tanon.

Karawitan Desa Wisata Tanon (https://www.semarangcoret.com)

Masyarakat hidup rukun dan masih memelihara budaya gotong royong. Masyarakat Tanon berkembang dalam rumpun keluarga dari keturunan Ki Tanuwijoyo yang sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan peternak. Namun demikian, di Dusun Tanon Desa Ngrawan banyak menyimpan potensi yang jika dieksplorasi akan menjadi potensi yang bisa menjadi potensi kekayaan lokal terutama dalam menjaga tata cara tradisi leluhurnya.

Tarian selamat datang berupa Tari Warok dari bocah-bocah seniman Tanon (https://www.semarangcoret.com)

Sejarah

Tari Topeng Ayu (https://www.youtube.com)

Awalnya Dusun Tanon adalah desa biasa saja, tak ada istimewanya dibandingkan dengan desa lain di Jawa Tengah. Lalu seorang pemuda yang baru lulus kuliah di Semarang, memutuskan kembali ke desanya, Tanon. Ia ingin memajukan desanya yang terletak di kaki Gunung Telomoyo itu. Pemuda bernama Trisno itu adalah pemuda pertama yang menjadi sarjana di desanya. Ia lulus menjadi sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Trisno merupakan salah satu penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Awards tahun 2015.

Dulunya penduduk di kampung kelahirannya di Dusun Tanon, Desa Ngrawan Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, dikenal tidak berpendidikan dan miskin. Bahkan, banyak orangtua dari desa tetangga yang melarang anaknya menikah dengan warga dusun tersebut.

Desa Ngrawan masih memegang tradisi kuat sejak zaman dulu kala, yaitu berekspresi melalui kesenian. Walaupun mata pencaharian petani dan peternak, warganya konsisten mengikuti kegiatan karawitan dan ketoprak. Itulah yang dijual Mas Trisno kepada pengunjung sebagai brand, Desa Menari. Ia ingin meningkatkan bidang pariwisata di desanya.

Paket Wisata

Tari Topeng Ayu dari Desa Wisata Tanon (https://www.youtube.com)

Saat ini Desa Wisata (Dewita) Tanon dengan brand image “Desa Menari” menyiapkan untuk paket “Tour Plus Education” dan “Home stay Komunitas” dengan suguhan yang dapat dipilih oleh mereka yang berminat berkunjung :

  • Belajar Kesenian rakyat dari “Krido Budi Utomo”
  • Belajar proses pemeliharaan, pemerahan dan pemrosesan susu menjadi industry kreatif
  • Belajar kerajinan anyaman
  • Belajar pembuatan “sawut Teloroso”
  • Belajar membuat dan memaknai “Pamongan Andum Roso”
  • Belajar permainan tradisional
  • Outbound Ndeso
  • Relaksasi mental

Homestay

Rumah penduduk yang dijadikan inap desa berjumlah 20 (dua puluh) rumah, dengan kapasitas sebanyak 80 orang.

Desa Wisata (Dewita) Tanon
Dusun Tanon, Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
HP: 0813-2949-2255 (Kang Trisno)
Website: http://www.desawisatatanon.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Desa Wisata Margorejo Dawe Kudus Jawa Tengah

Wed Feb 1 , 2017
Desa Margorejo merupakan desa wisata rintisan yang terletak di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Terletak 12 km dari pusat kota Kudus dengan jarak tempuh kurang lebih 50 menit dan berbatasan dengan desa Colo. (https://www.youtube.com) Awal mulanya desa wisata Margorejo ini dikembangkan bersama-sama dengan tim KKN PPM Universitas Diponegoro pada […]