Desa Wisata Lerep Ungaran Barat Kabupaten Semarang

1

Pemandangan alam dari dusun Indrokilo (https://myimage.id)

Desa Wisata Lerep merupakan desa yang terletak di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Sebagian besar wilayah merupakan daerah perbukitan dengan permukiman tertinggi adalah Dusun Indrokilo dengan ketinggian ± 700 m di atas permukaan air laut dengan suhu udara berkisar antara 21°C s/d 25°C, dan permukiman terendah adalah Lingkungan Mapagan dengan ketinggian ± 300 m di atas permukaan air laut dengan suhu udara berkisar antara 24°C s/d 28°C.

Dengan topografi dataran tinggi, desa wisata lerep memiliki pesona keindahan yang luar biasa. Pemandangan gunung ungaran terhampar jelas dari wilayah ini, lebatnya pepohonan menjadikan wilayah lerep memiliki persediaan oksigen yang berlimpah sehingga udaranya pun terasa sejuk.

Desa wisata Lerep termasuk desa yang luas dengan potensi daerah yang besar dibandingkan dengan desa-desa lain di sekitarnya. Desa wisata Lerep memiliki luas + 682 ha, terdiri atas 64 Rukun Tetangga (RT), 10 Rukun Warga (RW) serta delapan dusun. Selain memiliki wilayah yang luas, desa ini juga memiliki potensi alam yang melimpah. Potensi alam yang ada di Desa Lerep diantaranya curug, hamparan sawah yang luas, pemandangan alam yang indah serta keanekaragaman hayati yang melimpah.

Dusun Indrokilo

Suasana Dusun Indrokilo, Desa Wisata Lerep, Ungaran Barat, Ungaran (https://myimage.id)

Merupakan salah satu dusun dari Desa Wisata Lerep, dengan ketinggian ± 700 m di atas permukaan air laut, mempunyai potensi seni budaya berupa:

Iriban

Upacara Iriban (https://myimage.id)

Merupakan tradisi selamatan yang dilakukan waktu akan tanam padi, dilaksanakan di pinggir desa atau di dekat sumber air. Tradisi ini sangat unik di mana para penduduk desa membawa ayam yang nantinya di potong di dekat sumber air dimana ayam ini akan di bakar dan jeroannya di masukan di dalam bumbung bambu yang nantinya di bakar sampai matang. Setelah matang ayam dan jeroan ini di potong-potong di campur dengan sambal kelapa dan beberapa daun-daunan seperti daun kopi muda, di campur menjadi satu. Setelah itu di makan dengan menggunakan nasi yang telah mereka siapkan dari rumah masing-masing dan tempat makanpun juga unik, dari daun anggrek. Mereka melakukan selamatan berharap hasil panen kedepannya dapat menghasilkan panen yang baik dan bisa di pakai untuk kehidupan mereka sehari-hari.

Sadranan

Upacara Sadranan (https://myimage.id)

Sadranan merupakan tradisi dilakukan sebelum menghadapi bulan puasa. Mereka membawa makanan untuk di makan bersama-sama di dekat makam kampung, sebelum kegiatan ini di lakukan biasanya di lakukan doa yang di pimpin oleh para sesepuh dusun. Ini dilakukan agar dalam menghadapi puasa mendapatkan berkah dan arwah para leluhur di terima disisi yang maha kuasa.

Sunat Manten

Upacara Sunat manten (https://myimage.id)

Sunat manten yaitu bilamana seorang anak laki-laki yang mau disunat, anak ini akan diarak keliling desa dengan naik kuda di iringi dengan tatabuhan rebana atau drumband yang diikuti oleh para warga desa. Sepanjang jalan desa ini mereka akan malantunkan lagu yang intinya minta keselamatan anak ini serta keselamatan desa umumnya yang biasanya di pimpin oleh sesepuh desa sebelum acara ini di mulai.

Manten Jaran

Upacara Manten Jaran (https://myimage.id)

Manten Jaran merupakan tradisi dimana seorang yang mau menikah sebelum akad nikah, pasangan pengantin ini di arak oleh warga dengan naik sepasang kuda. Arak-arakan ini menyusuri desa dengan diiringi tetabuhan rebana dengan nyanyian yang intinya mengagungkan kekuasaaan Tuhan yang Maha Esa. Sebelum acara di mulai biasanya di mulai dengan doa yang dipimpin oleh para sesepuh desa yang intinya minta supaya kedua mempelai nantinya dalam menjalani hidup berumah tangga dalam langgeng sampai tua.

Kegiatan Penduduk

Si Embah sedang membuat Kopi secara tradisional (https://myimage.id)

Warga Dusun Indrokilo ini pada hakekatnya di beri alam yang sangat makmur. Gemah ripah loh jinawi. Kopi yang di hasilkan rata-rata jenis arabika yang pada dusun ini banyak terdapat disetiap rumah warga di mana pada waktu panen sangat berlimpah. Mereka membuat kopi yang asli tanpa bahan pengawet di mana cara pembuatannya juga dengan alat-alat tradisional, mulai dari mengeringkan kopi, meyangan sampai dengan menumbuknya mereka menggunakan alat-alat tradisional. Dan hasil kopi tradisional ini rasanya sungguh benar-benar kopi bagi pecinta kopi.

Seorang ibu sedang membuat Gula Aren (https://myimage.id)

Selain penghasil kopi yang benar-benar kopi warga dusun Indrokilo juga menghasilkan Gula aren asli yang di dapat dari pohon aren yang ada disekitar dusun ini. Dibuat dengan bahan yang asli dan diolah dengan alat-alat tradisional sehingga rasa dan aromanya pun sangat sedap sekali. Gula ini bahkan jadi semacam  pengganti penyedap rasa untuk masakan. Dengan di tambah sedikit gula aren Indrokilo ini maka semua masakan yang kita masak di jamin akan menjadi lebih sedap dan baunya tambah harum.

Dusun Karang Bolo

Persawahan menghijau seperti karpet terbentang (https://myimage.id)

Karang Bolo adalah salah satu dusun yang ada di desa wisata Lerep yang di canangkan oleh Kepala Desa Lerep Sumariyadi sebagai bagian dari Desa Wisata Lerep. Dusun Karang Bolo merupakan dusun yang penduduknya yang mayoritas semua adalah petani.

Potensi Wisata Kuliner

Tumpi (https://nurmautariblog.wordpress.com)

Di dusun Karang Bolo identik sebagai “Tumpi dan Tempe Kripik”, merupakan tempat produsen camilan tersebut berada. Tumpi merupakan sejenis peyek yang menggunakan bagian atasnya ditaburi kacang hijau. Rasanya renyah dan gurih.

Seorang ibu sedang menipiskan tempe untuk membuat Tempe Kripik (https://myimage.id)

Pemasaran tumpi dan tempe kripik ini bahkan mencapai luar kota Ungaran. Yang pesan dari luar kota pun banyak. Rata-rata penasaran dengan rasa tumpi dan tempe kripik ini. Apalagi menghadapi bulan Ramadan seperti ini, pesanan sangat banyak, bahkan kalau kita datang mendekati hari Ramadan , dipastikan kita akan tidak dapat camilan ini. Sudah habis dipesan.

Potensi Wisata Alam

Ada beberapa potensi alam di Desa Wisata Lerep, berupa Embung Sembligo, Curug Indrokilo, dan dua curug di Dusun Kalisidi yaitu Curug Benowo dan Curug Lawe.

Embung Sembligo

Embung Sembligo (ttps://blog.djarumbeasiswaplus.org)

Merupakan waduk terletak di Dusun Lerep, Desa Wisata Lerep yang mampu menampung 19 juta liter air. Waduk tersebut berfungsi untuk mengairi persawahan ketika musim kemarau, dan juga digunakan untuk menyiram 3000 pohon durian. Waduk ini dapat pula dimanfaatkan sebagai tempat olahraga air. Olahraga air yang dapat diwujudkan misalnya ski air, naik kapal atau perahu, selancar angin, mendayung serta Big ballon.

Curug Indrokilo (https://myimage.id)

Curug Indrokilo ini masih sangat perawan, masih banyak sekali masyarakat yang masih belum tahu keberadaan curug Indrokilo ini. Tempatnya sebenarnya gampang ditemukan. Mungkin karena publikasi yang kurang sehingga curug ini masih banyak yang tahu. Curug ini berada di sebelah barat Dusun Indrokilo, jalan menuju ke curug ini juga sangat mudah di lalui oleh kendaraan bermotor. Dari tempat parkir kita dapat berjalan menuju curug ini hanya sekitar 15 menit dengan berjalan santai. Jalan yang tidak terlalu terjal dan tergolong landai akan kita temui dengan pemandangan kanan kiri pohon kopi.

Menuju ke curug ini akan sangat asik sekali. Pohon-pohon rindang dan alami akan dapat kita temui sepanjang jalan ini. Setelah sampai di tempat curug pun kita akan terpesona dengan air terjun yang sangat jernih dan asri ini. Lepas melihat kita dapat pulang dengan menyusuri jalan yang lebih menantang lagi. Walaupun jalan pulang sedikit terjal tapi sangat menantang untuk di lewati. Sepanjang jalan kita akan menyusuri hutan bambu dan kita dapat melihat sungai asal curug Indrokilo ini berasal.

Paket Edukasi

Berupa Program Kampung Iklim adalah sebuah paket yang ditawarkan oleh Desa Wisata Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang dimana paket ini menawarkan bukan hanya sebuah wisata tapi juga memberikan edukasi tentang Program Kampung Iklim.

Program Kampung Iklim merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan peningkatan emisi gas rumah kaca serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Desa Wisata Lerep melihat gejala-gejala ini ingin ikut menyukseskan program kampung iklim ini dengan membuat paketan wisata edukasi yang memperlihatkan cara ramah memperlakukan bumi serta memberi contoh penangganan problem perubahan iklim di bumi yang harus segera kita atasi secara global.

Fasilitas

Di desa wisata Lerep terdapat atau tersedia gedung pertemuan tertutup maupun terbuka dengan kapasitas sampai dengan 500 peserta.

Inap Desa (Homestay)

Tersedia inap desa yang sebanyak  764 rumah penduduk  dengan kapasitas per rumah 2 sampai 6 orang.

Informasi lebih lanjut hubungi

Desa Wisata Lerep
Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang
Telp.: +62856 4354 5218 atau +62813 2587 1231 (Bp. Sumariyadi, ST), +62857 1336 6266 (Sri Lestari), +62858 6611 5540 (Sudiro), +62851 0007 9811 (Dwi Lestari), +62856 4056 8695 (Richard Eko N) dan +62858 6530 8371 (Miftahul Arifin)
Website: https://desawisatalerep.com
Email: mariyadi.lurahlerep@gmail.com

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Wisata Belanja di Kampung Batik Kota Semarang

Thu Oct 5 , 2017
Kampung Batik Semarang (https://potensijateng.com) Kampung Batik Semarang terletak di Jl. Batik, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Semarang. Anda bisa mengunjungi kampung ini mulai dari pukul 08.00 – 18.00 WIB. Kampung ini terletak tak jauh dari Kota Lama dan Pasar Johar. Untuk arah menuju lokasi ini dari bundaran Bubakan menuju arah […]