Desa Wisata Kerajinan Pisau Batik Krengseng Bantul Yogyakarta

b83f8-pisaubatik27 Hati-hati Papan namanya kecil dan tertutup daun

Desa Wisata Kerajinan Pisau Batik Krengseng terletak di Dusun Kalirandu, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dari perempatan Balai Desa Bangunjiwo, ambil jalan ke arah barat atau ke arah ke Sedayu. Sekitar Satu kilometer kemudian anda akan menemukan plang  atau papan nama Sentra Kerajinan Pisau Batik.

27e73-pisaubatik20 Pisau belum dibatik

Perlu diperhatikan,bahwa papan nama tersebut berukuran tidak terlalu besar dan sering tersamarkan oleh pepohonan yang ada di sekitarnya. Patokannya adalah, sebelum menjumpai papan nama /pintu masuk Sentra Pisau Batik, anda terlebih dahulu melewati pertigaan, yang jika mengambil arah kiri akan sampai ke Desa Wisata Krebet. Ambil arah lurus, dan jalan akan menurun. Segera setelah itu anda menjumpai persawahan di kanan kiri jalan. Tepat di ujung persawahan, sebelum melewati sungai kecil, seharusnya anda melihat papan nama tersebut.

Sejarah

Sekitar tahun 1950an, beberapa penduduk kampung Krengseng belajar membuat pisau di daerah Kudus, Jawa Tengah. Salah satunya adalah Bpk. Darmo Sudiman, yang nantinya menjadi pelopor terciptanya kreasi pisau batik.

Pada awal berdirinya, para pengrajin hanya membuat pisau biasa yang lazim kita temukan di dapur-dapur. Alat yang digunakan pun masih sederhana dan belum memakai mesin sama sekali, seperti pukul, betel (untuk memahat), gergaji dan ubupan (blower manual).

bf744-pisaubatik02 Pisau telah dibatik

Pada perkembangannya, peralatan produksi mulai mengenal mesin. Seperti mesin gerinda, slep dan blower. Terlebih ketika pengrajin bergabung dan bekerjasama dengan DISPERINDAGKOP sekitar tahun 1980an. Dari situ pengrajin memperoleh banyak keuntungan, seperti bantuan peralatan, kesempatan untuk studi banding dan mengikuti berbagai ajang pameran.

Pisau Batik sendiri merupakan hasil ide dan kreasi Bpk. Darmo Sudiman. Tepatnya pada tahun 1996, beliau menciptakan sebuah karya unik dan menarik, yaitu dengan memberi motif batik pada tangkai pisau. Dari sinilah nantinya pisau batik dikembangkan dengan berbagai macam bentuk.

Produk Unggulan

9e48a-pisaubatik21 Gagang pisau di Batik, produk Desa Wisata Kerajinan Krengseng, Bantul

Pisau Batik adalah produk unggulan para pengrajin di Krengseng. Dan salah satu letak keunggulan dan keunikan pisau batik terletak pada tangkai /gagang pisaunya. Di tangan pengrajin, tangkai yang biasanya hanya berbentuk bulat atau gepeng diganti dengan berbagai macam bentuk yang membuat anda tertarik untuk membawanya pulang. Diantaranya seperti bentuk wayang Rama dan Shinta, Penari Bali, dan Punokawan.

Hal lain yang menjadikan pisau batik banyak dicari adalah corak batik itu sendiri. Lebih dari 200 motif & corak batik yang dimiliki pengrajin membuat pisau batik tetap eksklusif seperti, Parang Gondosuli, Parang baris, Parang Centhong, Parang Curiga, Parang Pancing adalah beberapa motif yang sering dipakai pengrajin.

30b09-pisaubatik04

Dalam perkembangannya, kreasi corak batik tidak hanya ditemukan di gagang pisau. Kita dapat menemukan nya di seluruh bagian pisau, termasuk logam pisau nya. Ya, logam pisau yang biasa dipakai untuk mengiris tak luput dari tangan-tangan kreatif para pengrajin. Kepala merpati, sunduk maru, nyungit kuwawung, patimura dll. Tentunya pisau jenis ini lebih cocok sebagai souvenir dan cinderamata daripada fungsi asli pisau sendiri,yaitu untuk mengiris.

Produk Lain

1275a-pisaubatik06

Pemasaran

Untuk memenuhi kebutuhan pasar dan juga pelanggan, pengrajin juga memproduksi lebih dari 30 karya batik kayu, diataranya: loro blonyo, wayang tempat lilin, rekal, sandal, cepet, bros, cermin, kalender kayu, gantungan kunci, dan lain-lain. Kesemuanya berbahan dasar kayu dan bermotifkan batik.

5cdd6-924109dscf1546Desa Wisata Kerajinan Pisau Batik Krengseng Bantul Yogyakarta

Anda dapat menemukan pisau batik ini di berbagai pasar tradisional di Bantul& sekitarnya. Juga beberapa waktu yang lalu sudah merambah ke toko-toko dan swalayan di Yogyakarta. Untuk pemasaran diluar daerah, para pengrajin sudah memiliki cukup banyak pelanggan. Jakarta, Lampung dan Surabaya adalah beberapa kota di Indonesia yang menjadi tujuan pemasaran pisau batik ini. Sedang untuk pasar mancanegara, sampai saat ini baru sampai di negara tetangga, yaitu Malaysia.

Akan tetapi, jika anda ingin lebih leluasa memilih pisau-pisau batik ini, lebih baik anda datang langsung ke pengrajin pisau batik ini. Disana anda juga dapat memesan bentuk pisau yang sesuai dengan keinginan anda sendiri.

Harga

Pisau batik nan unik ini dapat dibeli dengan harga yang variatif dan cukup kompetitif. Untuk sebuah pisau bubut biasa,tanpa motif batik, dijual dengan harga Rp 3.000,- sampai 5 ribu rupiah. Sedang pisau yang telah diberi motif batik dengan ukuran kecil, anda dapat menebusnya dengan harga mulai dari Rp 7.500,- sampai Rp 20.000,-. Ukuran tanggung atau sedang dihargai Rp 30.000,- s/d Rp 50.000,-. Dan ukuran yang paling besar dapat anda bawa pulang mulai dengan harga Rp 100.000,- . Ada pula jenis pisau yang hanya dijual berpasangan, seperti pisau Rama dan Shinta yang dijual lebih dari 200 ribu rupiah.

Informasi lebih lanjut hubungi

Desa Wisata Kerajinan Pisau Batik Krengseng
Krengseng, Kalirandu Rt 03,  Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Telp.: +62 812 2808 0489 atau +62 819 4357 6889 (Bpk. Darmo Sudiman)

Atau

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Komplek Perkantoran II Pemkab Bantul
Jl. Lingkar Timur, Manding, Bantul 55714
Telepon: (62) 274-6460222
E-mail: dinas.pariwisata@bantulkab.go.id

Sumber: Desabangunjiwo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Sejarah Permainan Tradisional Bebentengan

Wed Jan 15 , 2014
Bebentengan (https://faktaduniaunik.blogspot.com) Bebentengan, salah satu permainan tradisional ini dulu sangat diminati oleh anak-anak untuk mengisi waktu libur atau hanya sekadar menghilangkan rasa penat. Bebentengan, di beberapa daerah sering kali dikenal sebagai rerebonan di daerah Jawa Barat, sedangkan di daerah lain juga dikenal dengan nama pris-prisan, pal-palan, omer, jek-jekan. Bebentengan sendiri berasal […]