Desa Wisata Kerajinan Emas Perak Celuk Gianyar Bali

1

6878e-celuk-gold-silversmiths-in-bali Produk Desa Wisata Kerajinan Emas Perak Celuk (https://beritadewata.blogspot.com)

Desa Wisata Kerajinan Emas Perak ini terletak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, kurang lebih 45 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai atau hanya berjarak sekitar 8 km menuju arah Gianyar, sebelum sampai pada kawasan Pasar Seni Sukawati.

Desa Wisata Celuk dikenal sebagai pusat kerajinan emas perak, hampir semua masyarakat daerah ini adalah pengerajin emas dan perak. Berbagai bentuk dan corak perhiasan emas dan perak dihasilkan dan dipasarkan di daerah Celuk.

bd04a-2008101010 Aneka gelang emas Celuk (https://arifh.blogdetik.com)

Di sepanjang jalan berdiri Artshop atau Gallery yang memajang dan menjual hasil-hasil kerajinan ini. Juga dilengkapi dengan workshop, dimana kita bisa langsung melihat dan belajar bagaimana cara pengerajin ini mengkreasikan ide-ide seni mereka sehingga terwujud sebuah hasil karya dengan nilai estetika, mutu dan kwalitas yang tinggi.

Pada awalnya desa wisata Celuk ini mulai dikenal sebagai daerah pengrajin emas perak sejak tahun 1976. Menurut keterangan dari beberapa warga desa Celuk, pada waktu itu hanya ada 3 pengrajin emas perak di desa tersebut. Mereka membuat kerajinan tersebut, yang kemudian memajangnya di depan rumah. Ketika perkembangan kepariwisataan mulai terasa di Bali dan dengan banyaknya wisatawan-wisatawan yang berdatangan ke Pulau Dewata, akhirnya bermunculan pengrajin-pengrajin baru yang mengikuti langkah dari ketiga pengrajin tersebut. Seiring dengan perkembangan pariwisata yang pesat dan banyaknya wisatawan yang berkunjung serta melihat desa Celuk sebagai desa pengrajin perak. Akhirnya warga desa Celuk lainnya yang semula bermata pencaharian sebagai petani beralih menjadi pengrajin perak. Hingga kini hampir seluruh dari warga desa ini hidupnya dari kerajinan emas perak.

90b79-2008101025 Aneka kalung emas Celuk (https://arifh.blogdetik.com)

Pada umumnya kerajinan emas atau perak yang dipajang dan dijual itu diletakkan di dalam rak-rak kaca. Hal itu dikarenakan sengaja untuk dipamerkan sehingga bagi siapapun terutama wisatawan yang lewat dapat melihat barang-barang kerajinan tersebut. Oleh sebab itu, kawasan desa wisata ini sering disinggahi oleh wisatawan untuk melihat-lihat atau bahkan membeli barang-barang kerajinan tersebut. Bila memasuki salah satu artshop, maka kita akan menemukan barang-barang kerajinan yang jenis dan bentuknya beraneka ragam, antara lain perhiasan, peralatan dapur, hiasan-hiasan, dan pajangan. Bentuk-bentuk perhiasan yang terbuat dari emas atau perak tersebut banyak macamnya, seperti cincin, gelang, anting, kalung, bros, dan leontin. Sedangkan kerajinan yang berbentuk peralatan dapur beberapa diantaranya adalah sendok, garpu, piring, cangkir, gelas, bokor (yang dipakai umat Hindu untuk tempat banten/sesajen ketika bersembahyang), dan lain sebagainya. Untuk kerajinan perak dengan bentuk hiasan-hiasan dan pajangan, antara lain keris, kipas, miniatur dari alat-alat transportasi (delman, becak, motor, mobil, perahu, dan lain-lain).

Barang-barang kerajinan emas perak yang dijual dan dipajang di dalam rak-rak itu, pada umumnya terdapat label harga yang ditulis di kertas dan menempel pada barang-barang itu. Biasanya harga yang tertera dalam bentuk dollar, namun untuk pembeli wisatawan nusantara akan diberikan harga dengan rupiah. Pada setiap artshop, barang-barang yang dijual itu disusun berdasarkan jenisnya dan terpisah antara kerajinan berbentuk perhiasan, perlengkapan dapur, hiasan atau pajangan. Di dalam rak perhiasan, cincin diletakkan berdampingan dengan gelang, anting, kalung, leontin, dan sebagainya. Begitu pula dengan rak untuk perlengkapan dapur, yang di dalamnya hanya untuk peralatan-peralatan dapur. Sedangkan rak-rak hiasan dan pajangan, dikhususkan hanya untuk kerajinan perak yang bentuknya hiasan dan pajangan. Untuk harga-harga kerajinan perak tersebut sangat bervariasi karena tergantung dari jenis, model, dan besar kecilnya barang tersebut. Harga yang bisa didapatkan paling murah sekitar Rp. 30.000,- dan yang termahal bisa mencapai di atas Rp. 10 juta, yaitu kerajinan perak berupa hiasan atau pajangan yang bentuknya lebih besar.

bc8ce-2008101034 Aneka perhiasan perak Celuk (https://arifh.blogdetik.com)

Berbelanja kerajinan perak di desa wisata Celuk ini ada keuntungannya yaitu walaupun barang-barang yang dijual sudah diberi label harga, setiap pembeli boleh tawar-menawar harga sehingga kadang-kadang bisa mendapatkan barang itu dengan harga separuh dari label harganya. Pemberian harga dollar pada barang-barang yang dijual tersebut sebenarnya untuk memudahkan sebagai patokan harga barang bagi wisatawan mancanegara. Menariknya lagi, kalau berbelanja di desa ini, kita juga diperbolehkan oleh pemilik artshop untuk menyaksikan proses pembuatan kerajinan perak tersebut. Pada umumnya proses pembuatan dan pengolahan emas dan perak itu melalui 2 proses yaitu secara tradisional dan secara moderen. Namun ada juga yang membuatnya dengan menggabungkan proses tradisional dengan yang cara moderen.

Informasi lebih lanjut hubungi

Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Bali 
Jln. Ngurah Rai, Gianyar Bali
Telp.: +62 361 943401

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Desa Wisata Kerajinan Tenun Ulos Lumban Suhi Suhi Toruan Samosir Sumatera Utara

Mon Jul 14 , 2014
Desa Wisata Kerajinan Ulos Lumban Suhi Suhi Toruan terletak di desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Untuk mencapai desa ini, dibutuhkan waktu sekitar 40 menit dari Desa Tomok atau 20 menit dari Pangururan melalui jalan darat. Tidak ada tiket masuk yang dikenakan bagi pengunjung […]