Desa Wisata Kebon Arum Bantul Yogyakarta

0e97c-memediburung

Memedi Sawah (jogjatrip.com)

Desa Wisata Kebon Agung terletak di wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dengan letak geografis sebagai berikut :

  • 2 Km sebelah Selatan Makam Raja-Raja Mataram
  • 15 Km sebelah Selatan ibukota Propinsi DIY
  • 15 Km Utara dari Pantai Parang Tritis
  • 1 Km Selatan Kantor Kecamatan Imogiri

Desa Kebon Agung terbagi menjadi 5 pedukuhan : Kanten, Mandingan, Kalangan, Tlogo. Jumlah RT 23. Jumlah Penduduk 3376 jiwa, dengan jumlah 1368 Kepala Keluarga (KK). Luas wilayah 187, 11Ha : Lahan pertanian 117,670 ha, dan 70,435 ha sisanya: lahan perumahan, dll.

db2ab-persawahan

Persawahan (jogjatrip.com)

Lahan pertanian penduduk yang terhampar luas hampir di seluruh desa membuat suasana perdesaan menjadi sejuk, asri, dan sedap dipandang mata, ditambah dengan keramahan penduduk setempat yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya lokal.

Sejarah

Membincangkan Desa Wisata Kebon Agung tidak terlepas dari sosok Kristya Bintara, mantan Lurah Desa Kebon Agung periode 1996-2004. Pria kelahiran 25 Mei 1968 ini adalah perintis berdirinya desa wisata yang berbasis pertanian ini. Ia merintis desa ini menjadi desa wisata berawal dari kegelisahannya melihat nasib para petani di Indonesia, khususnya di daerahnya yang sebagian besar masih didera kemiskinan. Selain itu, juga dilandasi kegelisahannya melihat generasi muda kekinian, baik di kota maupun di desa, yang lebih suka menonton televisi dan bermain play station daripada bercocok tanam di sawah. Oleh karena itu, pada tahun 1998, Kristya Bintara mulai melakukan langkah-langkah strategis untuk mengembangkan pertanian dan peternakan di desanya mengingat sebagian besar rakyatnya bekerja sebagai petani padi dan palawija, serta peternak sapi dan bebek.

Bagi Kristya Bintara, merintis sebuah desa wisata bukanlah pekerjaan yang mudah karena penuh dengan rintangan. Terbukti ketika ia mulai menjalankan program pertamanya, yaitu mengemas sebuah kunjungan wisata bagi pelajar-pelajar lokal ke desanya mendapat cemooh dari tetangga dan bahkan dari keluarganya sendiri. Mereka menganggap bahwa usaha yang dilakukannya tidak akan berhasil karena tidak mungkin anak-anak sekolah akan turun ke sawah. Namun, dengan tekad yang kuat ingin mensejahterakan rakyatnya, pria lulusan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta tahun 1992 ini mampu mendatangkan para pelajar dari daerah lain dan mengajari mereka membajak sawah hingga mengolah hasil pertanian dengan alat-alat tradisional.

3a93a-wismantimurtengah

Wisman Timur Tengah sedang menggaru Sawah (globalcultureinstitute.wordpress.com)

Alhasil, keberhasilan Kristya Bintara tersebut mampu menggugah hati warganya sehingga 60 persen dari 900 keluarga di desa Kebon Agung ikut berpartisipasi dalam mewujudkan impiannya. Sejak itu, desa ini mulai ramai dikunjungi oleh pelajar maupun wisatawan dari berbagai daerah. Penduduk setempat mulai menyulap rumah-rumah mereka menjadi losmen-losmen sederhana. Para ibu PKK siap memasak untuk melayani rombongan tamu yang datang ke desa mereka.

Untuk mendukung pengembangan Desa Kebon Agung menjadi Desa Wisata Tani, Kristya Bintara juga merintis pembangunan sebuah Museum Tani Jawa. Bangunan museum yang menempati lahan seluas 1.000 meter persegi di Dusun Candran ini mirip dengan rumah-rumah petani yang bercorak Joglo. Meskipun cukup sederhana, di dalam bangunan ini terdapat sekitar 260 koleksi alat-alat pertanian yang merupakan sumbangan dari para petani sekitar. Pembangunan museum ini juga ditujukan untuk sarana pendidikan di bidang pertanian, baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat luas, termasuk wisatawan asing. Meskipun mulai dirintis tahun 1998, museum ini baru diresmikan pada tanggal 4 Mei 2007.

Pada tahun 2001, Kristya Bintara meraih penghargaan sebagai Juara II Pembinaan Lingkungan Tahun 2001 tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atas keberhasilannya menanam padi varietas PTB. Pada tahun 2004, pria kelahiran Dusun Candran ini juga berhasil menandatangani kontrak kerja sama dengan puluhan kepala sekolah di Jakarta untuk menjadikan desa binaannya sebagai obyek wisata pendidikan berbasis pertanian.

a2a3a-bertanikebonagung

Menanam Pagi (yogyakarta.panduanwista.com)

Meskipun saat ini tidak lagi menjabat sebagai Lurah Desa Kebon Agung, Kristya Bintara masih terus berupaya mengembangkan Desa Wisata Kebon Agung sebagai salah satu desa percontohan dengan bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Hingga saat ini, desa ini telah menerima sejumlah penghargaan sebagai desa wisata. Terakhir desa ini meraih juara III Lomba Desa Wisata Tingkat Nasional 2010 yang dinilai oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Dengan berbagai prestasi yang telah diraihnya, desa ini semakin dikenal oleh masyarakat luas, termasuk wisatawan asing. Wisatawan asing yang sering berkunjung ke desa ini kebanyakan berasal dari benua Eropa dan Amerika. Selain itu, sekitar 30 mahasiswa dari Qatar, Timur Tengah, juga pernah berkunjung ke desa ini untukmengetahui lebih dekat budaya bertani masyarakat Jawa.

Potensi Wisata Alam

Wisata air

88829-kebunagong

Wisata air dengan Perahu Naga (yogyakarta.panduanwista.com)

Wisata ini merupakan salah satu paket wisata yang dapat Anda nikmati di Desa Kebon Agung. Keberadaan Bendungan Tegal yang membendung aliran Kali Opak menjadi daya tarik utama dari wisata air ini. Pada awalnya, bendungan yang dibangun pada tahun 1997 ini hanya diperuntukkan sebagai sarana irigasi sawah. Namun, melihat potensi yang dimilikinya, Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul serta pemerintah Desa Kebon Agung mengembangkan bendungan ini menjadi kawasan wisata berbasis sungai yang layak dikunjungi wisatawan. Di tempat ini para wisatawan dapat menikmati pemandangan sambil berwisata air dengan menggunakan perahu naga. Selain itu, wisatawan juga dapat menyaksikan para penggemar olah raga dayung melakukan latihan serta lomba perahu naga yang sering digelar di tempat ini.

Potensi Wisata Budaya

1. Kenduri, yaitu suatu kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat untuk merayakan atau memperingati momen-momen tertentu seperti perayaan selamatan menempati rumah baru, upacara tujuh bulanan bagi ibu hamil, serta doa atau tahlilan kematian.

2. Wiwit atau labuh, yaitu upacara pemberian sesajen berupa hasil pertanian sebagai ungkapan rasa syukur atas segala karunia yang diberikan Tuhan Yang Mahakuasa kepada seluruh warga sekaligus sebagai pengharapan agar mereka mendapat keselamatan dan kedamaian dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk permohonan kesuburan atas tanaman mereka.

Potensi Wisata Kesenian Tradisional

Wisata Kesenian Daerah. Wisatawan yang berkunjung ke Desa Kebon Agung, selain menikmati berbagai pertunjukkan seni juga dapat belajar cara menabuh gamelan serta tembang-tembang yang sering dilantunkan oleh masyarakat setempat. Jenis-jenis kesenian yang dapat wisatawan saksikan dan pelajari di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Seni Karawitan (Gamelan), yaitu seni mengolah bunyi alat-alat tradisional khas Jawa yang terdiri dari siter, kendang, gong kemodhong, kempul, siyem, bonang, rebab, gender, gambang, celempung, suling, dan sebagainya. Dengan bimbingan masyarakat setempat, wisatawan dapat belajar menggunakan perangkat alat musik gamelan tersebut tanpa merasa canggung.
  2. Macapat, yaitu salah satu jenis tembang atau puisi tradisional Jawa. Dalam tata bahasa Jawa, macapat yang berasal dari kata maca papat-papat (baca empat-empat), dapat diartikan sebagai cara membaca yang dihubungkan pada setiap satu kata. Sebagai sastra bergenre puisi, macapat pada setiap baitnya mempunyai baris kalimat yang disebut gatra, dan setiap gatra mempunyai sejumlah suku kata yang disebut guru wilangan tertentu, dan berakhir pada bunyi sajak akhir yang disebut lagu. Selain alunan nada dan iramanya yang dapat membangkitkan emosi pendengarnya, tembang macapat ini juga berisi nilai-nilai pendidikan.
  3. Solawatan (Shalawatan), yaitu tembang yang dilantunkan kepada Sang Maha Pencipta. Tembang yang biasa dipentaskan pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, ini dibawakan oleh sekitar 10-15 pemain yang terdiri dari laki-laki dan diiringi oleh beberapa alat musik seperti kendang, peking (dua belah saron pada gamelan yang terdiri dari dua nada), dan kentongan kecil. Tembang yang dilantunkan dalam bahasa Jawa ini berisi nasehat atau petunjuk tentang kebajikan. Oleh karena itu, dengan menyaksikan tembang ini wisatawan akan terhibur sekaligus memperoleh nasehat-nasehat yang baik.
  4. Jathilan (Kuda Kepang), yaitu salah satu kesenian khas Jawa yang menyatukan antara unsur gerakan tari dengan magi. Pagelaran ini yang dimulai dari tari-tarian dengan menggunakan kuda kepang ini diiringi oleh irama musik dari alat musik gamelan seperti saron, kendang, dan gong. Saat tarian dan musik ini dimainkan, para penari akan kerasukan roh halus yang menyebabkan mereka tidak sadar dengan apa dilakukannya. Pada saat itulah, penonton akan terpukau melihat aksi para penari tersebut memakan benda-benda tajam seperti silet, atau pecahan kaca tampa terluka dan merasa sakit. Pertunjukan tari kuda kepang ini pun menjadi semakin menarik ketika tubuh para penari dilecuti dengan cambuk oleh seorang dukun, namun tubuh mereka tetap tidak terluka sedikit pun.
  5. Gejok Lesung, yaitu salah satu kesenian khas desa ini yang menggunakan alat penumbuk padi berupa alu dan lesung yang diadu sehingga menimbulkan bunyi-bunyian atau irama yang enak didengar. Kesenian ini biasanya dipentaskan untuk menyambut rombongan wisatawan yang berkunjung ke desa ini. Wisatawan juga dapat belajar bermain Gejok Lesung bersama dengan masyarakat setempat.

Potensi Kerajinan Tangan

Wisata Kerajinan Tangan. Wisata ini juga merupakan salah satu paket wisata yang disajikan di Desa Wisata Kebon Agung. Kerajinan tangan yang dapat wisatawan pelajari di desa ini, antara lain: Tatah Sungging, yaitu kerajinan tangan yang terbuat dari kulit sapi atau kambing. Kulit kedua jenis hewan tersebut diolah menjadi berbagai macam kerajinan tangan seperti kipas, wayang, lukisan, topi, dan lain sebagainya. Selain dapat membeli langsung produk kerajinan tersebut, wisatawan juga dapat belajar membuat kerajinan Tatah Sungging dari masyarakat setempat.

  1. Batik Tulis, yaitu salah satu kerajinan khas Indonesia yang juga dapat Anda temukan di tempat ini. Selain menyaksikan langsung proses pembuatan batik, pengunjung juga dapat belajar membatik dengan menggunakan alat yang masih sederhana seperti canting(alat untuk menorehkan lilin ke kain) dan wajan sebagai wadah malam (lilin), serta kompor untuk memanasi malam.
  2. Batik Keramik, yaitu jenis batik yang dibuat atau dilukiskan pada media keramik, gerabak, atau pun benda yang terbuat dari kaca serta benda-benda keras lainnya. Keramik yang digunakan sebagai media adalah keramik yang sudah berbentuk gelas, piring, pot, dan sebagainya. Mengunjungi desa ini, wisatawan dapat menyaksikan proses pembuatan batik keramik secara langsung, di samping juga dapat belajar membatik bersama masyarakat setempat.
  3. Batik Topeng Kayu, yaitu jenis batik yang menggunakan media kayu. Tentu saja kayu yang digunakan bukanlah kayu utuh, melainkan kayu yang telah berbentuk hiasan atau topeng yang telah diukir sesuai dengan karakter tokoh yang diinginkan. Topeng yang sudah setengah jadi ini tinggal dihias dengan menggunakan batik.

Wisata Kuliner

f6821-wisatakuliner

Aneka Jajan Pasar (globalcultureinstitute.wordpress.com)

Di sana Anda dapat menikmati dan belajar membuat berbagai makanan khas Jawa seperti tongseng, gulai kambing, gethok pisang, tiwul, apem, sele pisang, singkong, tape ketan, gudeg gori, gudeg manggar, kripik tempe, dan sebagainya.

Wisata Museum Tani Jawa

fd667-museum-tani

Museum Tani Jawa (yogyakarta.panduanwista.com)

Wisata Museum. Selain berbagai sajian paket wisata tersebut di atas, wisatawan juga dapat mengunjungi sebuah Museum Tani Jawa yang berlokasi di Dusun Candran. Di dalam museum ini dipajang berbagai jenis alat pertanian tradisional Jawa yang mungkin jarang Anda lihat atau dengar namanya seperti ani-ani, jodang, luku, ganco, tlenyem, garu, singkal, kejen, dan gosrok. Sebagian alat-alat pertanian yang dipamerkan di museum ada yang sudah berumur puluhan hingga ratusan tahun, misalnya jodang yang dibuat pada tahun 1921 dan luku yang dibuat buatan pada tahun 1927. Bahkan di museum ini terdapat belanga untuk menyimpan gabah atau padi yang dibuat pada tahun 1883.

Keberadaan museum ini bukan sekadar berfungsi sebagai tempat memajang berbagai macam alat pertanian tradisional Jawa, tetapi yang lebih penting adalah sebagai sarana bagi para generasi muda kini maupun yang akan datang untuk mengetahui jenis-jenis peralatan yang digunakan nenek moyang orang Jawa pada zaman dulu untuk memperoleh sesuap nasi.

18ca5-tanijava

Peralatan Dapur Tradisional (tempatwisatayogyakarta.blogspot.com)

Selain alat-alat pertanian tradisional, di museum ini juga dipamerkan berbagai peralatan dapur tradisional seperti tungku, keren, anglo, kendil, telenan potong, sothil, serta pipisan (batu untuk membuat jamu).

Festival

Museum yang dikepalai oleh Kristya Bintara ini juga kerap menyelenggarakan berbagai festival, seperti Festival Ngliwet dan Festival Memedi Sawah.

4c82e-festivalngliwet

Festival Ngliwet (globalcultureinstitute.wordpress.com)

  1. Festival Ngliwet adalah festival menanak nasi dan beragam jenis makanan tradisional lainnya dengan menggunakan anglo dan kuali dari tanah liat serta menggunakan bahan bakar kayu. Uniknya, festival yang biasanya diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah ini hanya boleh membelanjakan uang dalam jumlah tertentu dan durasi waktunya dibatasi hanya selama 1,5 jam. Yang dinilai dari festival ini di antaranya adalah kekompakan tim, kebersihan, proses memasak, penyanyian, keunikan masakan, dan yang lebih penting adalah rasa dan tekstur nasi. Nasi yang bernilai tinggi adalah nasi yang sudah matang, enak, dan teksturnya lembut. Tujuan diselenggarakannya festival ini yakni agar masyarakat kembali melirik cara memasak secara tradisional.

834dc-festivalmemedisawah

Festival Memedi Sawah, lengkap dengan memakai rok (jogja.mblusuk.com)

  1. Festival Memedi Sawah adalah festival orang-orangan sawah untuk menakut-menakuti atau menghalau burung yang hendak memakan tanaman padi penduduk. Dalam festival ini, ratusan memedi manuk atau orang-orangan sawah dipasang di sekitar areal sawah dengan berbagai bentuk dan ekspresi, mulai dari orang-orangan biasa, tikus berdasi yang mengenakan topi sarjana hingga pada bentuk naga merah pengusir burung. Festival ini tidak hanya diikuti oleh kalangan petani, tetapi juga oleh kalangan pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kembali tradisi bertani yang selaras dengan alam sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang tua terdahulu sehingga lingkungan alam sekitar tidak cepat rusak.

Berbagai paket wisata dan even tersebut di atas merupakan program-program unggulan Desa Wisata Kebun Agung yang dapat menarik minat para wisatawan. Terpilihnya desa ini sebagai salah satu pilot proyek Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri 2010 berbasis pariwisata bersama dengan 10 desa wisata lainnya di Indonesia tidak terlepas dari program-program tersebut sehingga desa ini menjadi panutan di tingkat Nasional. Terpilihnya desa ini sebagai desa percontohan juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dan jumlah kunjungan para wisatawan.

Penginapan (Homestay)

Hingga bulan Juni 2010, homestay yang tersedia di desa ini ada sekitar 130 buah yang berada di 60 rumah penduduk. Setiap rumah dapat ditempati sekitar 6 orang dengan biaya sekitar Rp 100.000,00/hari untuk satu orang. Biaya ini termasuk biaya makan tiga kali, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam.

Fasilitas lainnya

  • Kantor Pusat informasi
  • Pusat jajanan yang menjual beragam jenis makanan khas Jawa seperti bakpia, kue apem, dan gula merah.
  • Tempat parkir yang luas dengan kapasitas sekitar 50 buah mobil, 200 buah motor, dan 4 buah untuk bus.

Informasi lebih lanjut hubungi

Desa Wisata Kebon Agung
Imogiri, Bantul, Yogyakarta
Telp.: (62) 274 680 8609, +62 815 792 7374 (Bachroni)
Facebook: https://www.facebook.com/desa.kebonagung.imogiri/
Koordinat GPS : 7° 55′ 40.48″ S, 110° 22′ 22.85″ S

Sumber bacaan: Jogjatrip

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Desa Wisata Nglinggo Kulon Progo Yogyakarta

Wed Sep 4 , 2013
Oleh Tri Agus Yogawasista Desa Wisata Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulon Progo (yogyakarta.panduanwisata.com) Desa Wisata Nglinggo terletak di Dusun Nglinggo, Kelurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Desa Wisata Nglinggo memiliki keistimewaan lain yang terletak pada wilayah desa yang dikelilingi oleh beberapa Gunung, yaitu Gunung Widosari, Bentar, Tritisan, dan Kukusan. […]