Desa Wisata Adat Tenganan Pegringsingan Manggis Karangasem Bali

2

Oleh Tri Agus Yogawasista

8dbfe-papannamadesatenganan Papan nama Desa Wisata Adat Tenganan Pegrisingan (https://wisata.kompasiana.com)

Desa Wisata Adat Tenganan Pegringsingan terletak di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, dengan jarak 15 km dari pusat kota amlapura dan 65 km dari pusat kota Denpasar. Desa Wisata Adat Tenganan mempunyai luas area sekitar 1.500 hektar.

98e37-3xtvgkbbpo Suasana Desa Adat Tenganan Pengringsingan (https://www.google.co.id)

Obyek Wisata Candi Dasa terletak kurang lebih tiga kilometer dari Desa Adat Tenganan Pegeringsingan sehingga wisata bali anda bisa dilanjutkan dengan mengunjungi objek wisata candi dasa.

Desa Wisata Adat Tenganan merupakan salah satu desa di Bali yang hinga kini masih kokoh memertahankan jati dirinya sebagai desa adat yang tak tergerus oleh pengaruh zaman yang disebut modern. Desa ini tetap tegar bertahan dari gempuran “reformasi peradaban” dan pesatnya teknologi informasi yang berperan dalam memengaruhi pola hidup manusia secara signifikan.

Sejarah

Desa Wisata Adat Tenganan merupakan salah satu dari beberapa desa kuno di Bali, yang biasanya disebut “Bali Aga”. Orang Bali Aga yang dikenal dengan nama Pasek Bali. Ada beberapa versi tentang sejarah tentang Desa Tenganan Pegeringsingan ini. Ada yang mengatakan kata Tenganan berasal dari kata “tengah” atau “ngatengahang” yang berarti “bergerak ke daerah yang lebih dalam“. Penurunan kata ini berhubungan dengan pergerakan orang-orang desa dari daerah pinggir pantai ke daerah pemukiman, dimana posisi desa ini adalah di tengah-tengah perbukitan, yakni Bukit Barat (Bukit Kauh) dan Bukit Timur (Bukit Kangin).

Versi lain mengatakan bahwa orang-orang Tenganan berasal dari Desa Peneges, Gianyar, tepatnya Bedahulu. Berdasarkan cerita rakyat, dulu Raja Bedahulu kehilangan salah satu kudanya. Orang-orang mencarinya ke Timur dan sang kuda ditemukan tewas oleh Ki Patih Tunjung Biru, tangan kanan sang raja. Atas loyalitasnya, sang raja memberikan wewenang kepada Ki Patih Tunjung Biru untuk mengatur daerah itu selama aroma dari bangkai (carrion) kuda tercium. Ki Patih seorang yang pintar, dia memotong bangkai menjadi potongan-potongan dan menyebarkannya sejauh yang dia bisa lakukan. Dengan demikian dia mendapatkan daerah yang cukup luas.

67845-masyarakat-bali-aga-3

Kata Pegeringsingan diambil dari kata “geringsing”. Geringsing adalah produk tenun tradisional yang hanya dapat ditemukan di Tenganan. Gerinsing dianggap sakral yakni menjauhkan kekuatan magis jahat atau black magic. Geringsing diturunkan dari kata “gering” yang berarti sakit dan “sing” yang berarti tidak. Apa yang menarik dari Desa Tenganan Pegeringsingan ini? Sebagai obyek wisata budaya yang dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Karangasem, Desa Tenganan memiliki identitas yang tidak dimiliki desa-desa di Bali lainnya. Misalnya bangunan rumah yang masih tradisional, Budaya Tenganan merupakan budaya tertua di Bali. Adat istiadat mereka diturunkan dari para leluhur sejak abad ke-11 yang hingga sekarang masih dipegang teguh.

Inilah desa tertua di Bali, dengan hukum Bali kuno. Tradisi perang pandan yang disebut “Mekare-kare” pada upacara Usaba Sambah yang biasa diadakan pada bulan ke-5 penanggalan kalender Bali. Selain itu juga ada tradisi “Ngejot Taruna’ yaitu prosesi ngejot antara Teruna dan Daa diawali oleh Sekaa Teruna ngejot membawakan seperangkat jotan berisi bunga harum, minyak wangi yang mengandung makna menghormati dan menghargai wanita dengan simbol pemberian bunga dan wewangian yang menjadi kesenangan wanita. Sebaliknya pihak Daa memberikan jotan berupa aneka macam jajan khas Bali yang bertempat di Bale Agung dan dibalas kembali oleh Sekaa Teruna dengan jotan berupa nasi, sate dan bermacam olahan masakan Bali. Sebagai symbol kebersamaan upacara Teruna-Daa Ngejot diakhiri dengan makan bersama (Magibung) di halaman Pura Bale Agung, dimana terjadi interaksi sosial pergaulan antara Teruna-Daa yang mempererat persatuan dan kekerabatan.

de592-img_7232a-578x867

Berpegangan teguh Terhadap Adat

Dalam menjalankan ritus kesehariannya, masyarakat di Desa Tenganan keukeuh berpegang teguh pada peraturan adat desa yang telah ditulis sejak abad ke-11 yang kemudian diperbarui lagi pada tahun 1842 karena yang aslinya terbakar. Dengan kekukuhan sikap masyarakatnya menyebabkan sampai kinipun masyarakat di Desa Tenganan masih bersikap tradisional dan tak banyak perubahan.

21b1b-perangpandan Perang Pandan (https://desawisata.web.id)

Ketika daerah wisata lainnya di Bali telah gemerlap dengan kehadiran aneka simbolisme kemodernan seperti hotel, restoran, kedai, kafe, atau club malam, Desa Tenganan ajeg dengan tiga balainya yang masih sangat bersahaja dan deretan rumah adat yang masih terlihat dipelihara dengan sangat baik. Bahkan untuk memurnikan keturunan masyarakat setempat mereka melakukan perkawinan dengan sesama anggota masyarakat di kampung tersebut.

d090b-ritualdahamanyunan Ritual Daha Manyunan (https://desawisata.web.id)

Memasuki kawasan yang mulai tersentuh pariwisata sejak tahun 1960 ini, Anda harus melalui gerbang sempit yang cukup lewat satu orang. Sebelum masuk, seperti pelancong yang lainnya, Anda harus menyumbang sukarela kepada petugas di bangunan kayu semi permanen. Anda pun harus mengisi buku tamu. Tidak ada tiket masuk ke desa yang sekaligus menjadi obyek wisata itu.

Kain Geringsing

a59be-tenganan

Tenganan identik dengan kain geringsing. Begitu kaki melangkah ke art shop di dekat pintu masuk, langsung ada tawaran kain geringsing seharga Rp 800 ribu hingga Rp 2 juta. Mahal memang. Soalnya, dibanding kain-kain pabrikan yang dijumpai di toko-toko tekstil, setiap lembar kain geringsing adalah lembar yang eksklusif, bukan kodian. Harga setinggi itu karena kain geringsing hanya diproduksi di Tenganan dengan pengerjaan yang memakan waktu cukup lama. Sebab warna yang digunakan berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga memerlukan perlakuan-perlakuan khusus.

b509f-tenganan-578x407 Desa Wisata Adat Tenganan Pegringsingan Manggis Karangasem Bali (https://www.ngurahpradnyana.com)

Informasi lebih lanjut hubungi

Pemerintah Kabupaten Karangasem 
Jl. Ngurah Rai No. 29, Amplapura Bali 80811
Website : https://karangasemkab.go.id
Telp.: (62) 363 21 037
Fax : (62) 363 21 037

Sumber: Berbagai sumber di internet

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kamus Nusantara

Fri Dec 20 , 2013
Oleh Tri Agus Yogawasista Kamus Nusantara versi 1.2 ini berguna bagi wisata lokal maupun wisata manca negara (asing) yang hendak berkomunikasi akrab dengan penduduk setempat. Bahasa Jawa, Sunda, Banjar dan Minang, itulah bahasa yang saat ini ada dalam database Kamus Nusantara, sebuah aplikasi android karya developer Indonesia. Sesuai namanya Kamus […]