Batik Purwakarta

1

cb1e4-batikpurwakarta2

Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Purwakarta dikenal dengan sebutan Kota Santri, Kota Simping, dan sentra kerajinan Plered yang memiliki banyak ciri khas. Purwakarta juga dikenal dengan kulinernya yakni Sate Maranggi dan buah manis segar yaitu Manggis. Tak heran, jika Purwakarta yang diapit Ibukota Negara Jakarta dan Ibukota Provinsi Bandung menjadi tujuan bagi para wisatawan dan investor untuk turut berinvestasi di daerah yang memiliki karakteristik ini.

Karakteristik Purwakarta juga nampak pada kain batik hasil karya masyarakat Purwakarta. Batik khas Purwakarta juga memiliki motif tersendiri tidak seperti daerah lainnya. Batik Purwakarta dikenal dengan sebutan Batik Kahuripan. Dimana dalam motif batik tersebut memiliki makna yang sangat besar dalam roda pembangunan Kabupaten Purwakarta yang berkarakter. Ketetapan Batik Purwakarta yang memiliki tujuh makna, tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 33 tahun 2009. Bahkan ke depannya, Batik Purwakarta juga akan dipatenkan ke Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Batik Purwakarta

77b68-batikpurwakarta1 Sumber: https://sphotos-a-ord.xx.fbcdn.net

Makna yang terdapat pada motif Batik Purwakarta, yaitu berwarna dasar hitam dengan motif warna kuning emas yang melambangkan kegagahan dan kejayaan Purwakarta. Makna kedua, bergambar dua pilar atau yang dikenal di tataran Sunda dengan sebutan Gerbang Indung Rahayu yang melambangkan dua kalimat syahadat yang bermakna hakekat dan syariat. Makna yang ketiga, dalam Batik Purwakarta, yaitu alap yang tinggi atau disebut Suhunan Julang Ngapak yang melambangkan perlindungan dan mengayomi seluruh warga Kabupaten Purwakarta. Makna keempat, yaitu Uga lekukan yang memiliki makna Iman, Islam dan Ikhsan. Makna yang kelima, yaitu Kujang yang merupakan kepintaran (wibawa) yang juga merupakan senjata dan simbol di tataran Pasundan. Sedangkan makna keenam, yaitu motif bunga Melati, melambangkan kesucian dan keharuman dan makna ketujuh, dasar hitam dengan garis yang melewati dua pilar di bawah melambangkan jalan yang mulus, air mengalir, dan subur makmur. Tujuh makna yang ada dalam motif batik Purwakarta tersebut, semuanya menggambarkan makna Kesundaan dengan nilai-nilai luhur dan langkah operasional yang dirangkum dalam visi dan misi Purwakarta serta sembilan langkah dalam membangun negeri yang sejahtera menuju Digjaya Purwakarta.

Batik Purwakarta

cb1e4-batikpurwakarta2 Sumber: https://sphotos-a-ord.xx.fbcdn.net

Batik khas Kabupaten Purwakarta, awalnya muncul dari adanya lomba mencari ciri khas batik untuk pegawai negeri (PNS) di Purwakarta yang diikuti oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kota Simping Ini. Dari karya batik yang diperlombakan tersebut, Dinas Perikanan dan Peternakan mencoba menciptakan motif batik yang diselaraskan dengan “Purwakarta Berkarakter” yang sekarang dikenal dengan sebutan Batik Kahuripan yang waktu itu keluar sebagai pemenang dalam lomba batik tingkat kabupaten.

Tak hanya Batik Kahuripan saja, di Kabupaten Purwakarta juga akan terdapat motif batik lain ciri khas Purwakarta seperti motif buah manggis yang menjadi buah unggulan, pohon Jamuju, dan juga batik bermotif ikan Balidra dimana ikan tersebut merupakan ciri khas Ikan Purwakarta.

Batik Purwakarta

019a5-batikpurwakarta3 Sumber: https://batikanrantika.blogspot.com

Batik Purwakarta telah didaftarkan untuk mendapat hak paten dari Depkumham. Pemkab setempat berharap agar para pembatik di Kabupaten Purwakarta untuk turut berkiprah dalam pembangunan Purwakarta dengan cara bersama-sama mengembangkan dan membesarkan produksi Batik Kahuripan yang menjadi ciri khas Kabupaten Purwakarta. Dalam memperbanyak batik kahuripan yang dijadikan pakaian resmi pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta, masyarakat Purwakarta masih memanfaatkan jasa pengrajin batik yang ada di luar Purwakarta. Hal tersebut dikarenakan selama ini di Purwakarta belum ada pengrajin batik. Namun akhir-akhir ini, masyarakat Purwakarta mulai mengembangkan dan memproduksi batik khas Purwakarta secara mandiri.

Proses Pembatikan

4de0c-batikpurwakarta4 Sumber: https://finunu.wordpress.com

Batik motif khas Purwakarta belum terlalu menyebar di kalangan masyarakat. Kemungkinan besar karena kurang promosi atau sosialisasi. Namun, ketika batik kahuripan dikenakan dalam acara resmi di luar daerah Purwakarta, ternyata banyak mendapat acungan jempol dari orang lain dari luar Purwakarta. Semoga batik khas Purwakarta semakin banyak yang mengenal dan diminati para pecinta batik di seluruh Nusantara dan dunia.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Candi Panataran Blitar Jawa Timur

Thu Jan 2 , 2014
Candi Panataran, Desa Panataran, Ngleggok, Blitar. Koordinat GPS : 8° 00’59.06″ S 112° 12’34.90″ E (*) Candi Panataran terletak di lereng barat daya Gunung Kelud, sekitar 12 km ke arah utara dari Kota Blitar, tepatnya di Desa Panataran, Kecamatan Ngleggok, Kotamadya Blitar. Candi ini merupakan sekumpulan bangunan kuno yang berjajar […]

You May Like