Batik Motif Semen Ageng

1

Motif Semen Ageng (https://iindooneesiiaa.blogspot.com)

Batik merupakan produk seni yang adiluhung tidak terlepas dari ajaran filsafat Jawa. Ajaran tersebut memaparkan bagaimana hubungan mikrokosmos (dunia batin yang terdapat dalam diri manusia), metakosmos (dunia perantara antara manusia dan semesta atau Tuhan), dan makrokosmos (pandangan dimana manusia adalah bagian dari semesta). Segala ide, doa, dan harapan dituangkan oleh masyarakat Jawa dalam bentuk simbol–simbol yang ditata sedemikian rupa agar memberikan gambaran utuh tentang kehidupan.

Penuh akan makna dan filosofi, proses pembuatan batik pun memiliki ritual khusus. Selain disertai dengan puasa, dilakukan pula pelafalan doadoa agama Islam, sesuai agama yang dianut oleh Sultan. Melalui ritual tersebut, diharapkan proses pembuatan batik akan berjalan lancar dan dapat menghasilkan batik bernilai tinggi yang dapat memancarkan aura bagi pemakainya atau istilah lainnya ‘pecah pamore’.

Motif Semen Ageng (https://www.opinikami.com)

Motif Semen Ageng tersusun atas beberapa unsur, yaitu pohon hayat yang menggambarkan pohon kehidupan, kemakmuran, keadilan, dan kekuasaan, serta simbol kesuburan, burung yang merupakan simbol angin yang bermakna berbudi luhur, serta garuda menggambarkan matahari yang bersifat jantan bermakna kekuasaan dan kepemimpinan.

Motif ini memiliki makna seorang pemimpin yang bersifat baik dan berbudi luhur, adil, dan tabah dalam menghadapi segala rintangan, mengayomi, dan melindungi rakyatnya serta lingkungan alam sekitar. Motif ini biasanya digunakan oleh keturunan raja sebagai bobot dan bebet keprajuritan pada saat menghadiri upacara kebesaran keraton.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Motif Cakar Ayam

Fri Oct 19 , 2018
Motif Cakar Ayam (https://batikthokmotifkhasyogyakarta.blogspot.com) Di Yogyakarta sendiri terdapat banyak sekali macam motif batik yang hanya digunakan  pada acara prosesi pernikahan. Beberapa diantaranya yaitu berupa motif grompol, motif cakar ayam, motif truntum, motif simbar lintang, motif sida luhur, motif parang kusuma, motif sida mukti, motif semen ageng, dan motif sida asih. […]