Batik Kabupaten Kediri Jawa Timur

Batik tergolong salah satu seni kriya yang berhasil merevitalisasi diri dalam motif, teknik, dan penggunaannya di masyarakat, sehingga eksistensinya terjaga. Kehadirannya dan dalam mencari bentuk atau ciri khas batik tulis Kabupaten Kediri atau yang di kenal dengan sebutan “batik Kediren” tetap diwujudkan dan berkembang sampai saat ini.

Motif

Batik Kabupaten Kediri memiliki wujud berupa susunan ornamen yang terdiri atas pola, motif, dan ragam hias. Ketiga unsur penyusun sebuah karya batik tersebut saling mendukung satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan untuk membentuk suatu karya seni batik yang indah. Ketiga unsur tersebut merupakan ciri keindahan yang menjelma dalam sebuah wujud batik, terdiri dari bentuk/form dan susunan/structure’

1. Batik kreasi pola pariwisata dan budaya daerah

a. Motif batik Simpang Lima Gumul (SLG)

Motif batik Simpang Lima Gumul (SLG)

Motif utama mengambil bentuk bangunan monumen yang berada di daerah Simpang Lima Gumul di Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Ciri khas dari batik Suminar sangat mudah ditemui yaitu pada latar belakang titiknya (bolleches), motif utama pada pola batik ini adalah “Monumen Simpang Lima Gumul” yang merupakan objek wisata sekaligus ikon dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

b. Motif batik Gunung Kelud dan anak Gunung Kelud

Motif Gunung Kelud dan Anak Kelud

Motif Gunung Kelud dan Anak Kelud merupakan gambaran dari keberadaan gunung berapi yang terdapat di wilayah Kediri. Motif ini dibuat dengan melakukan survei langsung yang dilakukan oleh Erma bersama dengan Camat Semen pada tahun 2012. Mengingat Erma kesulitan saat Camat Semen memesan untuk dibuatkan batik yang menggambarkan keadaan Gunung Kelud.

Berdasarkan hasil pemotretan yang dilakukakn Erma maka terbuatlah motif batik Gunung Kelud dan Anak Gunung Kelud tersebut dengan berbagai warna dasar ungu, hijau, dan biru. Untuk membedakan dengan yang objek yang lain walaupun dengan warna dasar yang sama, untuk anak Gunung Kelud tetap diberi warna merah hal ini menunjukkan gunung tersebut gunung berapi dan fenomena anak Gunung Kelud terbentuk dari kubah lava menjadi gunung.

2. Batik kreasi pola abstrak

Motif batik flores

Motif batik flores Batik bermotif flores termasuk kelompok batik yang berpola abstrak, dengan motif utama adalah struktur garis yang dibuat secara repetisi/pengulangan bentuk garis dari yang tebal sampai yang tipis dan disatukan hingga membentuk suatu bidang. Warna garis dibuat secara analogus dengan mengikuti gradasi warna sehingga terkesan sejuk. Untuk intensitas warna digunakan warna hitam.

Motif batik flores kaya akan jalinan perpaduan garis yang akhirnya menjadi kesatuan hingga membentuk bidang yang berputar.

3 Batik kreasi pola sugesti alam

a. Motif batik sawung tunjung tejamaya

Motif batik sawung tunjung tejamaya

Motif batik sawung tunjung tejamaya secara terstruktur dibangun dari keanekaragaman kehidupan masyarakat yang berada di daerah Kediri.

Bentuk motif batik sawung tunjung tejamaya. Nama motif sawung tunjung tejamaya diambil dari bahasa Kawi yang terdiri dari kata:
– Sawung, yang berarti ayam jantan (jago)
– Tunjung, yang berarti bunga teratai atau lotus
– Tejamaya, berarti cahaya/sinar yang memancar indah

Jadi secara umum bentuk motif sawung tunjung tejamaya mengandung arti sinar indah yang terpancar dari bunga teratai dan ayam jantan (jago).

b. Motif batik mangga podang

Motif batik mangga Podang

Pola batik mangga Podang yang berwujud buah mangga podang merupakan hasil produk unggulan daerah Kabupaten Kediri. Struktur buah mangga tersaji dari pola yang diulang yang diberi daun dengan dua buah mangga dan diatur serong menimbulkan ritme tersendiri dan latar belakang titik (bolleches).

4. Batik Kediri pola klasik

a. Motif batik wahyu tumurun

Motif batik wahyu tumurun

Susunan/struktur baik pola wahyu tumurun dibangun dengan pengulangan susunan pengulangan dua pola dasar. Pola pertama ditata secara salinan sistem selang-seling dengan pola kedua. Pola pertama dengan objek sepasang motif tumbuhan bunga, batang dan daun, dengan sepasang burung yang mengapit motif wahyu dan burung berkepala dua, serta meru.

Pola kedua merupakan motif tumbuhan yang diletakkan di atas motif bunga yang diikat dengan motif ukel, dan ditebar motif lung-lungan di antara motif ukel-ukel kecil yang terletak di sekitar motif utama.

5. Batik kreasi gabungan pola klasik dengan pola sugesti alam

a. Motif batik nanas podang

Motif batik nanas podang ini terdiri dari motif utama buah nanas dan buah mangga podang. Buah nanas dan mangga podang merupakan tanaman perkebunan Kabupaten Kediri sebagai produk unggulan wilayah Kediri. Buah ini mampu berproduksi tiap tahun dan penjualannya bisa mencapai pasarpasar di luar Kediri.

Sentra Batik

Batik yang hidup dan berkembang di Kabupaten Kediri dan menyebar di beberapa tempat atau daerah, pusat pembatikan tersebut tepatnya berada pada sentra batik wilayah Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Besuk dan Dadapan, Kecamatan Gurah, Menang, Kecamatan Pagu, dan Mojo, Kecamatan Mojo.

Sumber: Keberadaan Batik Kediri Jawa Timur, Oleh Mujiono, UPTD SMP Negeri 3 Wates, Jl. Kediri No. 449, Wonorejo, Kediri, Jawa Timur dan Dharsono, ISI Surakarta, Gelar – Jurnal Seni Budaya, Volume 13 Nomor 1, Juli 2015.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kain Bordir Montasik Aceh Besar Aceh

Wed Aug 4 , 2021
Beragam kopiah bodir khas Aceh dari Gampong Dayah Daboh (https://kumparan.com) Produk kerajinan bordir Aceh, baik yang berbentuk baju, tas, kain, mukena dan berbagai barang lainnya terus meningkat. Bahkan, jika selama ini penggunanya identik dengan orangtua, kini barang dari kerajinan bordir Aceh juga sudah dipakai oleh kalangan anak muda. Di Kecamatan […]

You May Like