Batik Jawa Baru

b614f-20131226-202025_nv310506nvbatik_jawa_baru

Batik Jawa Baru mulai muncul setelah Perang Dunia II usai, Jepang takluk dan angkat kaki dari Indonesia, batik sebagai industri mengalami masa surut. Namun, motif-motif batik terus berkembang, mengikuti suasana. Ketika itu juga muncul istilah seperti Batik Nasional dan Batik Jawa Baru. Batik Jawa Baru bisa disebut sebagai evolusi dari Batik Hokokai. Pada tahun 1950-an batik yang dihasilkan masih menunjukkan pengaruh Batik Hokokai yaitu dalam pemilihan motif, tetapi isen-isennya tidak serapat Batik Hokokai (baca: Batik Hokokai).

Batik Jawa Baru

a2ef4-batikjawabaru1 Sumber: https://radikbatik.blogspot.com

Batik Jawa Baru memiliki motif dan warna yang ada pada era Batik Jawa Hokokai yang lebih disederhanakan, tetapi masih berciri khas pagi sore tanpa tumpal. Kebanyakan menggunakan motif rangkaian bunga dan lung-lungan. Terdapat satu motif Batik Jawa Baru dengan latar yang diisi Parang Seling dan Tanahan, dihiasi oleh buketan corak motif agak besar dan mengecil di bagian atasnya, motif penuh dalam satu kain yang dibuat dengan sangat rapi dan cecekan terbilang halus atau kecil. Pada batik tersebut juga terdapat beberapa kupu-kupu kecil dan burung sebagai pelengkap indahnya kain.

Batik Jawa Baru

3fda3-batikjawabaru2 Sumber: https://batikantiklawas.blogspot.com

Daerah perkembangan Batik Jawa Hokokai hanya dibuat oleh pengusaha Batik Pekalongan sampai akhir tahun 1945. Batik ini digemari sampai tahun 1950 dengan nama Batik Jawa Baru. Perkembangan selanjutnya batik ini menerapkan pola Jlamprang dan Tirtareja, dan parang sebagai isen latar yang dipadu dengan warna sesuai selera orang Indonesia.

Batik Jawa Baru Pola Tirtareja dan Jlamprang

bd9ed-batikjawabaru3 Sumber: https://batikdan.blogspot.com

Seniman batik yang kembali mengangkat kembali motif Hokokai adalah Iwan Tirta. Pada tahun 1980-an Iwan Tirta menginterpretasi ulang motif batik Jawa Hokokai dalam bentuk desain yang baru. Ia memperbesar motif bunga seperti krisan dan mawar serta menambahkan serbuk emas 22 karat sebagai cara untuk mempermewah penampilan batik tersebut. Pada sebuah pergelarannya, Iwan Tirta juga membuat motif kupu-kupu dalam ukuran besar.

Batik Jawa Baru

34f23-batikjawabaru4 Sumber: https://pekalongan.olx.co.id

Sahabat bisa menjadikan Batik Jawa Baru sebagai salah satu koleksi batik anda. Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Rifa'iyah

Wed Apr 2 , 2014
Batik Rifa’iyah merupakan batik yang mendapat pengaruh Islam yang kuat. Perkembangan batik yang banyak terjadi di daerah santri membuat pengaruh Islam turut mewarnai perkembangan batik. Dan tak heran jika batik juga merupakan media perjuangan muslim dan dakwah di bumi pertiwi ini. Wujud pengaruh kuat Islam dalam seni batik salah satunya […]