Batik Indramayu

2

5e49d-20130302-091345_nv310506nvbatik_indramayu-motif_iwak_etong-185x220

Batik Indramayu termasuk dalam jenis Batik Pesisir, dilihat dari jenis motif dan warna yang digunakan. Menurut sejarah, pembuatan Batik Indramayu diperkirakan telah berlangsung lama yaitu sekitar abad ke 13 sampai 14 di mana Pelabuhan Cimanuk menjadi satu-satunya pelabuhan terbesar di Pulau Jawa dan Asia, semasa jayanya Kerajaan Manuk Rawa di Muara Cimanuk. Saat itu, perdagangan dari berbagai bangsa di dunia terjadi di Pelabuhan Muara Cimanuk. Sehingga motif batik di Indramayu banyak mendapat pengaruh besar dari gambar atau motif kaligrafi dari Arab, Cina atau daerah Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Batik Indramayu seringkali disebut juga sebagai batik Dermayon atau batik Paoman. Keindahan alam dan berbagai fenomena yang terjadi di Indramayu telah mendorong lahirnya kreativitas pembatik Indramayu dalam menciptakan motif batik. Latar belakang kehidupan nelayan dan petani menjadi ciri dan identitas batik Indramayu. Ciri khas yang terlihat dari Batik Indramayu adalah ragam flora dan fauna diungkap secara datar, dengan banyak lengkung dan garis-garis yang meruncing atau riritan, latar putih dan warna gelap dan banyak titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, serta bentuk isen-isen atau sawut yang pendek dan kaku.

Terdapat motif Batik Indramayu yang dikenal sejak zaman nenek moyang, yaitu motif batik tulis Kembang Gunda, Kapal Kandas, Manuk Kunthul, Ombak Laut, dan lain-lain. Motif lainnya diantaranya, motif Iwak Etong, Urang Platok, Banji, Manuk LingLing, Burung Hong, Naga, Kapal Kandas, Gentong Kosong, Kembang Kapas, Sejuring, Angin-angin Rante, Pintu Raja, Motif Jendral Pesta, Jahe Serempang kandang, dan Tapak Kebo, dan lain sebagainya.

Motif Iwak Etong yang menggambarkan ikan, udang, cumi, ubur-ubur dan kepiting. Pada motif Iwak Etong bentuk ikannya tanpa kepala menggambarkan warga pribumi yang dijajah Belanda yang cukup kuat dengan berbagai senjata dan peralatan canggih, sedangkan warga pribumi hanya dengan bambu runcing dan golok bergerilya di malam hari. Komposisi ornamennya ada 3 yaitu, ikan etong, urang ayu (udang), dan buaya atau biawak.

Motif Iwak Etong

d8fdc-batikindramayu-motifiwaketong https://www.disparbud.jabarprov.go.id

Motif Kapal Kandas yang menggambarkan kapal yang karam dengan rantai-rantai yang terputus dan terdampar di atas bebatuan, kapalnya hancur sehingga tinggal puing-puing dan dok kapalnya saja. Ada pula yang memaknai bahwa kapal kandas adalah kapal yang sedang tinggal landas dari pelabuhan untuk mengarungi samudera. Makna bagi si pemakai motif ini adalah memberi harapan baru.

Motif Kapal Kandas

f99e3-batikindramayu-kapalkandas https://finunu.wordpress.com

Motif Kembang Gunda menggambarkan suatu tumbuhan yang hidup di pinggir pantai, daunnya menjadi bahan baku pecel bagi masyarakat setempat.

Motif Kembang Gunda

fc53f-batikindramayu-motifkembanggunda https://www.kriyalea.com

Motif Jenderal Pesta, motif ini terinspirasi dari banyaknya serdadu yang ada di sekitar pantura Indramayu pada waktu zaman penjajahan. Ornamennya menggambarkan simbol kepangkatan atau badge para Jenderal.

Motif Jenderal Pesta

5bc5c-batikindramayu-motifjendralpesta https://www.disparbud.jabarprov.go.id

Motif Jahe Serempang Kandang, terinspirasi dari tanaman jahe yang biasanya hidup bergerombol dalam setiap gerombol (kluster) terdapat gerombol umbi yang merupakan buahnya. Buahnya banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar minuman penghangat dan menyegarkan. Menurut orang-orang dahulu maknanya jika hidup berkeluarga sebagaiknya bergerombol dan menjalin kebersamaan yang hangat antar sesama. Jahe Serempang Kandang berarti jahe yang bergerombol tetapi belum berkembang atau belum tumbuh besar.

Jahe Serempang Kandang

3b459-batikindramayu-motifjaheserempangkandang https://www.disparbud.jabarprov.go.id

Sentra kerajinan batik di Kabupaten Indramayu umumnya berada di pesisir meliputi Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Karang Song, Terusan, Sindang dan Dermayu. Batik Indramayu tersedia dalam beragam jenis produk mulai dari bahan belum jadi (kain) sampai produk siap pakai seperti kemeja pria dan pakaian wanita.

Batik Indramayu sudah mengalami perubahan dari segi fungsi, desain, pewarnaan, dan motif. Hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman maupun adanya pengaruh-pengaruh dari sisi kehidupan manusia yang selalu menginginkan hal yang baru. Batik yang semula terikat oleh aliran-aliran, seperti pada batik tradisional, kini mengalami perubahan fungsi batik. Motif-motif yang digunakan sudah merupakan hasil dari kreasi baru mendekati pada motif abstrak yang merupakan peralihan tradisional dan modern. Tidak banyaknya makna simbolis pada ragam hias batik Indramayu, disebabkan para pembatik lebih cenderung menganggap membatik selayaknya melukis tanpa maksud apapun selain tertarik pada keindahan semata, kemudian batik sebagai komoditi ekonomi yang dibuat berdasarkan selera konsumen dan tidak memakan waktu lama dalam proses pembuatannya.

Untuk pemasaran, Batik Indramayu selain dijual di pasaran nasional, batik ini juga sudah menembus pasaran Internasional.Untuk tujuan luar negeri batik Indramayu sebagian besar dipasarkan ke negara-negara Timur Tengah dan negara Eropa seperti Inggris dan Perancis.

Peran Pemerintah untuk melestarikan Batik Indramayu yaitu dengan cara mewajibkan PNS termasuk karyawan swasta untuk memakai batik saat bekerja.

Semakin beragam kan batik yang terdapat di Indonesia, harus tambah bangga dengan budaya Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Karawang

Thu Jan 2 , 2014
Karawang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Di kabupaten Karawang terdapat banyak pabrik serta berbagai aktivitas industri lainnya. Geografi Karawang terdiri dari, daratan, laut, dan gunung. Sejak masa lalu Karawang menghasilkan beras karawang merupakan daerah lumbung padi. Daerah ini juga menyimpan sejarah tentang kerajinan batik sejak […]

You May Like