Batik Bogor

3

Oleh Tri Agus Yogawasista

d3fbc-20140107motif-hujan-gerimis-200x198

Batik Bogor didirikan pada tanggal 13 Januari 2008 atas prakarsa Siswaya Syamhudi. Pria yang dilahirkan di Sleman-Yogyakarta ini telah melanglangbuana di Bogor selama lebih dari 28 tahun, sehingga tumbuh rasa kecintaannya terhadap kota yang kerap dijuluki sebagai Kota Hujan ini dengan memberikan sesuatu untuk mengharumkan Kota Bogor.

Gagasannya membuat Batik Bogor yang mengambil ikon-ikon khas Kota Bogor ini bertujuan untuk melestarikan budaya batik dan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat Bogor terhadap Batik Bogor serta membawa nama harum Kota Bogor ke seluruh penjuru Nusantara hingga ke dunia internasional.

Ada tiga alasan utama mengapa Siswaya mendirikan Batik Bogor, yaitu:

  • Sebagai bentuk kecintaannya kepada Kota Bogor yang telah memberikannya warna kehidupan selama 26 tahun.
  • Jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya ingin membantu para pembatik Yogya yang kehilangan pekerjaannya karena gempa Yogya 2006 silam.
  • Mereka diboyong ke Bogor untuk membatik, namun batiknya sudah bermotif Bogor, bukan bercorak Yogyakarta. Seiring perjalanan waktu, mulai dilakukan pembinaan warga Kota Bogor sebagai pembatik.
  • Rasa tidak terima jika Batik diklaim milik negara selain Indonesia, karena seyogyanya Batik memang khasanah budaya bangsa Indonesia yang telah turun temurun diwariskan nenek moyang bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Ia ingin melestarikan budaya tak benda yang akhirnya telah diakui UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Di tengah harapannya, maka hadirlah Batik Bogor dengan mengusung kekhasan Kota Bogor dan membawa doa agar Batik Bogor dapat menjadi tradisi.

Motif Kujang Kijang

f1894-batik_bogor Sumber: https://www.disparbud.jabarprov.go.id

Motif Kujang Kijang

ce96c-motifkujangkijang2 Sumber: https://www.disparbud.jabarprov.go.id

Motif-motif batik yang dibuat memang sudah membawa ikon kedaerahan Bogor seperti kijang, kujang, bunga teratai, dan lainnya. Pada tahun 2009, Batik Bogor mengeluarkan motif Kujang Kijang yang kemudian di-launching oleh Walikota Bogor, Bapak Diani Budiarto, beserta Ibu Fauziah Budiarto selaku Ketua Dekranasda Kota Bogor di The Jungle pada 4 Juni 2009 sebagai peringatan Hari Ulang Tahun Bogor ke-527. Motif ini kemudian dipatenkan bersama dua motif batik Pakuan Pajaran, yaitu Ragen Panganten dan Banyak Ngantrang, yang hak ciptanya dimiliki Pemda Kota Bogor.

Motif Kujang Kijang

6ffba-motifkujangkijang Sumber: https://bogist.com

Motif Batik Kujang Kijang sebagai perlambang ketentraman dan keamanan Kota Bogor dan motif hujan gerimis yang merupakan wujud Kota Bogor sebagai ”Kota Hujan”.

Motif Hujan Gerimis

0e61c-20140107motif-hujan-gerimis-200x198

Dalam perjalanannya, Batik Bogor kembali mengeluarkan motif andalannya yang kemudian laris di pasaran, yaitu Hujan Gerimis. Motif Hujan Gerimis ini terinspirasi dari julukan Bogor sebagai Kota Hujan yang airnya membawa berkah dan sebagai sumber kehidupan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Depok

Tue Jan 7 , 2014
Depok merupakan salah satu kota penyangga Ibu Kota Jakarta, kota ini terletak di Propinsi Jawa Barat. Tak banyak yang mengetahui jika Depok memiliki motif batik yang memiliki berbagai makna. Batik Depok mulai berkembang lagi sejak tahun 2007 ketika Dekranasda Kota Depok mengadakan lomba desain batik khas Depok. Pada lomba tersebut […]

You May Like