Batik Aceh

d06b9-20130223-075548_nv310506nvbatik_aceh_motif_pintu_aceh_-_copy-185x220

Beragam suku dan budaya yang mendiami wilayah Indonesia, menjadikan negara ini kaya akan kerajinan yang unik-unik. Salah satunya batik, hampir semua pulau memiliki kekhasan masing-masing, mulai dari Sabang sampai Merauke.

Walaupun tradisi membatik bukanlah tradisi masyarakat Aceh, ternyata di bumi Serambi Mekkah ini juga memiliki kerajinan batik dengan beragam motif khasnya. Sudah sejak ratusan tahun lalu masyarakat Aceh memakai kain batik, ketika datangnya orang-orang dari pulau Jawa ke Aceh. Tak ada kepastian tahun dan catatan sejarah yang menjelaskan mengenai kedatangan orang Jawa ke Aceh.

e5a23-batikaceh Batik Aceh (https://id.indonesian-craft.com)

Motif Batik Aceh terlihat unik dan khas karena menggunakan unsur alam dan budaya Aceh dalam paduan warnanya. Warna yang digunakan pada Batik Aceh lebih dominan pada warna-warna yang cerah seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan lain sebagainya. Keberanian memainkan warna itulah yang memberikan kesan unik dan glamor. Jarang sekali penggunaan motif binatang pada Batik Aceh, hal tersebut dikarenakan larangan syariat Islam untuk menggambarkan makhluk bernyawa dalam pembuatan kain batik. Pengaruh Islam yang kuat pun tercermin pada bentuk sulur, melingkar, dan garis pada tiap motif.

Batik Aceh bukan sekedar batik dengan segala keindahan yang mengiringinya. Di dalamnya terdapat makna falsafah kehidupan yang menjadi kearifan lokal dan pedoman hidup masyarakat Aceh. Motif-motif Batik Aceh antara lain motif pintu Aceh, motif tolak angin, bunga jeumpa, rencong, awan meucanek, awan berarak, gayo, pucok reubong, dan lain sebagainya.

3af4a-batikaceh-motifpintuaceh Batik Aceh Motif Pintu Aceh (https://seputaraceh.com)

b4d58-batikacehmotifpintuaceh

Motif Pintu Aceh menunjukkan ukuran tinggi pintu yang rendah, menggambarkan kepribadian orang Aceh. Rumah adat Aceh memang berpintu rendah, namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang. Hal ini melambangkan kepribadian rakyat Aceh, yaitu rakyat Aceh memiliki tabiat dan adat istiadat tidak mudah terbuka dengan orang asing namun dapat menjadi sangat baik bahkan bagaikan saudara kandung bila sudah saling mengenal.

Motif Tolak Angin menjadi perlambang banyaknya ventilasi pada rumah adat Aceh. Motif ini melambangkan bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah untuk menerima perbedaan satu sama lain.

ed7fc-batikacehmotiftolakangin Batik Aceh Motif Tolak Angin (https://marfianersanta.blogspot.com)

Motif Bungong Jeumpa atau bunga jeumpa (bunga kantil) diambil karena banyak terdapat di Aceh dan bentuknya sangat indah. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa motif yang satu ini bernuansakan alam dan mengandung unsur natural di dalamnya.

690ed-batikacehmotifbungongjeumpaBatik Aceh Motif Bungong Jeumpa (https://marfianersanta.blogspot.com)

Motif Rencong, diambil dari salah satu nama senjata khas Aceh. Rencong merupakan senjata tradisional Aceh, rencong salah satu senjata tajam yang menyerupai belati namun berbeda dengan pisau atau pedang, jika di Pulau Sumatra bentuknya menyerupai huruf L. Masyarakat Aceh mempercayai bahwa bentuk rencong dapat mewakili simbol dari basmalah. Begitu populernya senjata khas Aceh yang satu ini, sehinga Aceh juga dikenal dengan sebutan Tanah Rencong.

0c228-batikaceh-motifrencong Batik Aceh Motif Rencong (https://produsenbatik.com)

Masyarakat Aceh sering menggunakan motif-motif tersebut sebagai busana formal ataupun non-formal. Sesuai dengan tradisi masyarakat Aceh, busana batik Aceh pun disesuaikan dengan hukum syariat yang diterapkan. Pada batik perempuan biasanya diwarnai dengan model panjang dan longgar. Batik-batik ini tidak hanya dijadikan busana, melainkan juga dibuat produk lainnya, seperti mukena, topi, tas, dompet, maupun aksesoris.

Bisa dua sampai tiga bulan lamanya untuk membuat satu lembar kain batik. Tetapi sejak ada teknik membatik yang lain (cap, printing, painting, bahkan sablon), pembuatan batik bisa dua sampai tiga hari saja. Kebanyakan Batik Aceh diproduksi bukan melalui tangan-tangan trampil membatik orang Aceh tetapi dari mesin-mesin pencetak batik (bisa cap bisa printing).

Pasca Aceh terkena musibah tsunami, Batik Aceh mulai gencar mendapat pembinaan dari pemerintah terutamanya melalui Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Sehingga di beberapa tempat di Aceh, seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe terdapat sentra pembuatan Batik Aceh. Untuk melatih para pengrajin batik lokal sengaja didatangkan pelatih dari Jawa. Batik Aceh dapat kita temukan di sentra batik di Desa Meunasah Manyang, Kabupaten Aceh Besar.

Peran Pemerintah setempat untuk melestarikan Batik Aceh nampak pada anjuran kepada pegawai pemerintahan untuk memakai batik Aceh saat bekerja.

Dengan adanya Batik Aceh, maka khazanah perbatikan di Indonesia akan semakin kaya dan beragam. Corak, perpaduan warna hingga motif yang dihasilkan berbeda-beda tiap daerah, seolah tidak ingin meninggalkan ciri khas lokal.

Sumber: Fitinline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Medan

Thu Sep 12 , 2013
Horas, kata tersebut sering diucapkan orang Medan atau lebih tepatnya orang Batak, karena sudah menjadi ciri khasnya. Kota Medan terletak di Provinsi Sumatra Utara, kota ini memiliki cerita yang menarik tentang batik. Walaupun batik bukanlah budaya orang Batak namun beberapa tahun silam, batik mulai dikembangkan di kota Medan. Batik tak […]

You May Like