Tempat Pentas Seni Budaya di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah

Prosesi Jamasan Pusaka

Kabupaten Wonogiri dikenal memiliki akar kebudayaan yang kuat, hal ini dibuktikan masih banyaknya tradisi Jawa yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakatnya. Berbagai kegiatan yang masih memegang teguh tradisi budaya warisan para leluhur ini patut dilestarikan, sekaligus menjaga eksistensi jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Obyek wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur
Di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Obyek wisata Sendang Asri Waduk Gajah Mungkur (https://www.solopos.com)

Di tempat ini terselenggara berbagai pagelaran seni budaya ini sudah dikemas apik dengan memanfaatkan momentum tertentu sehingga menambah daya tarik Kabupaten Wonogiri. Gelar Seni Budaya ini antara lain :

1. Gebyar Gajah Mungkur

Gebyar Gajah Mungkur

Merupakan event tahunan dalam memeriahkan Hari Raya Idul Fitri. Waktu pelaksanaan selama kurang lebih 2 minggu yang diisi dengan pentas kesenian berupa orkes melayu, campursari, parade band, dan atraksi menarik lainnya.

2. Prosesi Jamasan

Prosesi Jamasan Pusaka

Merupakan proses pembersihan dan perawatan pusaka Mangkunegaran yang ada di Pendopo Kabupaten Wonogiri yaitu Gong Kiai Mendung Eko Daya Wilaga. Pusaka dari Kecamatan Selogiri yaitu Tombak Kiai Jaladara, Keris Kiai Totog, dan Keris Kiai Korowelang. Dari Kecamatan Girimarto yaitu Keris Kiai Semar Tinandu dan Tombak Kiai Limpung. Pusaka dari Kaliwerak Kecamatan Wonogiri yaitu keris Kiai Alap-alap dan Kiai Bancak. Dimana Kanjeng Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro I merupakan pendiri awal pemerintahan di Kabupaten Wonogiri, event budaya ini dilakukan setiap tahun pada bulan Muharram (Sura).

3. Ruwatan Massal

Ruwatan Massal

Dalam kultur masyarakat Jawa mengenal adanya aura buruk yang bisa menghinggapi dalam tubuh manusia. Aura ini disebabkan oleh berbagai hal antara lain takdir dari Sang Pencipta, kelalaian manusia, atau sebab lainnya. Untuk membersihkan aura buruk ini dilakukan prosesi pembersihan atau dikenal dengan ruwatan. Ruwatan dilaksanakan dengan sarana pergelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala yang dituturkan oleh sang dalang pengruwat. Peserta ruwatan datang dari berbagai penjuru Kabupaten Wonogiri, hingga dari kota-kota di sekitarnya. Pelaksanaan Ruwatan Massal bersamaan dengan prosesi Jamasan Pusaka Mangkunegaran I.

Tempat Wisata Spiritual Kahyangan
Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Upacara Sedekah Bumi Kahyangan (https://jokosusilosite.wordpress.com)

Tempat terselenggaranya Upacara Sedekah Bumi Kahyangan, kegiatan ini digelar pada malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon pada bulan Muharram (Sura) sebagai perwujudan rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi, sekaligus permohonan agar diberi keselamatan dan ketentraman pada tahun yang akan dilalui.

Acara ini dikemas dalam bentuk pergelaran wayang kulit semalam suntuk, dan tepat saat tengah malam dilakukan prosesi ritual kenduri yang dilaksanakan di situs Selo Payung. Kenduri dipimpin oleh Abdi Dalem (juru kunci) petilasan Kahyangan yang dilanjutkan dengan makan bersama antara para pemuka agama, pemuka pemerintahan dan juga para pengunjung petilasan.

Pantai Sembukan
Desa Paranggupito, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

Upacara adat labuhan di Paranggupito, Wonogiri (https://kridhamataram.suaramerdekasolo.com)

Event ritual budaya ini digelar setiap tahun pada bulan Muharram dalam bentuk upacara adat labuhan atau melarung sesaji di Pantai Sembukan.

Prosesi ini melestarikan tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Kerajaan. Pada acara ini diadakan prosesi melarung kepala kerbau ke tengah laut dan diakhir acara akan dipentaskan tarian sakral Bedoyo Parang Kencono yang dibawakan putri-putri cantik Wonogiri.

Susuk Wangan

Prosesi adat Susuk Wangan (https://m.solopos.com)

Susuk Wangan merupakan upacara adat masyarakat Desa Setren Kecamatan Slogohimo sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Khalik atas kemurahan-Nya dengan memberikan rejeki kehidupan melalui bumi pertiwi dan air kehidupan bagi warga setempat. Tanah yang subur dan air yang melimpah sangat disyukuri karena menyuburkan lahan pertanian sehingga hasil bumi dan bahan makanan sangat berlimpah ruah sehingga warga terhindar dari kelaparan dan berbagai penyakit.

Upacara adat yang diadakan setiap bulan Dzulhijah (Besar) setiap tahun ini diikuti oleh seluruh masyarakat desa dengan menggelar prosesi ritual di Obyek Wisata Air Terjun Girimanik Desa Setren Slogohimo berupa membersihkan saluran air, dan kenduri dengan hidangan ayam panggang.

Sumber: bukupintarkabupatenwonogiri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Art:1 New Museum dan Art Space Sawah Besar Jakarta Pusat

Tue Nov 10 , 2020
Art:1 New Museum dan Art Space (https://www.google.com) Art:1 New Museum dan Art Space terletak di Jl. Rajawali Selatan Raya No. 3, RT.4/RW.6, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Art1 Museum menampilkan koleksi original dari para seniman Indonesia. Ditambah lagi karya seniman modern maupun kontemporer. Selain itu, melayani juga restorasi […]