Taman Nasional Wasur Merauke Papua

1

Taman Nasional Wasur (https://pedomanwisata.com)

Taman Nasional Wasur (TNW) terletak di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Merauke, Kecamatan Sota dan Kecamatan Naukenjerai Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, dengan luas 440.812 ha.

Alam Wasur punya dua wajah seiring pergantian musim. Masa transisi terjadi saat September, kala peralihan musim. Rawa yang berlimpah air saat musim hujan, perlahan mengering menyisakan tanah retak dan genangan air di tengah padang.

Rawa-rawa di Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur adalah lahan basah nan luas, yang menjadi habitat penting bagi burung-burung migran. Saat musim dingin di Australia dan Selandia Baru, naluri menuntun mereka bermigrasi menuju Wasur yang memberi kehangatan dan sumber pakan.

Peristiwa tahunan ini dapat disaksikan antara lain di Rawa Dogamit. Rawa-rawa akan disesaki kawanan burung Trinil pantai, Camar angguk hitam, Undan kacamata, Dara alut jambon, Kirik-kirik Australia, Dara laut tengkuk hitam dan Dara laut kecil.

Sejarah

Kawasan hutan Wasur sejak tahun 1978, telah ditunjuk sebagai suaka alam yang terdiri dari Suaka Margasatwa Wasur berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 252/Kpts/Um/5/1978 tanggal 3 Mei 1978, dengan luas 206.000 hektar dan Cagar Alam Rawa Biru dengan luas 4.000 hektar. Kemudian pada tahun 1982 luasan Suaka Margasatwa Wasur ditambah sebanyak 98.000 hektar berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 15/Kpts/Um/1/82, sehingga luasannya bertambah menjadi 304.000 hektar.

Pada Tahun 1990 kedua kawasan tersebut (CA. Rawa Biru dan Suaka Margasatwa Wasur) dideklarasikan sebagai Taman Nasional Wasur, berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 448/Kpts-II/1990 tanggal 24 Maret 1990 dengan luas keseluruhan 308.000 hektar. Selanjutnya pada tahun 1997 Taman Nasional Wasur ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 282/Kpts-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997, dengan luas 413.810 hektar.

Flora

Pohon akasia (https://rimbakita.com)

Persebaran flora di kawasan ini dapat didasarkan pada vegetasinya. Secara umum ada 10 tipe vegetasi kelas hutan, yaitu Hutan Dominan Melaleuca sp., Hutan Co-Dominan Melaleuca sp. – Eucalyptus sp., Hutan Pantai, Hutan Bakau, Padang Rumput Rawa, Hutan Pinggir Sungai, Hutan Musim, Hutan Jarang, Padang Rumput, dan Sabana.

Di sela-sela dominasi vegetasi sabana, tumbuh subur Api-api (Avicennia sp), Tancang (Bruguiera sp), Ketapang (Terminalia sp), dan Kayu putih (Melaleuca sp.).  Kayu timur, Kayu dayung, berbagai jenis anggrek, Gelam, Kayu putih.

Beberapa jenis lain adalah sagu (Metroxylon sagu), bambu (Bambuseae), punai (Alstonia actinophylla), banksia tropis (Banksia dentata), akasia (Acacia sp.), pohon guinea emas atau red beech, (Dillenia alata), pandan (Pandannus sp.), bunga bangkai raksasa (Amorphophallus sp.), jenis-jenis pakis (Cycas sp.), dan aneka jenis anggrek (Orchidaceae).

Fauna

Burung

Taman Nasional Wasur menjadi tempat persinggahan bagi burung-burung air yang bermigrasi dari Australia utara

Kelompok aves atau burung tercatat ada sekitar 403 spesies dengan 74 jenis endemik dan 114 yang dilindungi. Beberapa spesies burung tersebut adalah cendrawasih (Paradisea apoda-novaguineae), kasuari (Cassowary), garuda papua (Aquila gurneyei), elang (Circus sp.), kakatua (Cacatua sp.), alap-alap (Accipiter sp.), dan mambruk (Crown pigeons).

Fauna yang paling sering dijumpai di kawasan Taman Nasional Wasur yaitu kasuari gelambir (Casuarius casuarius-sclateri), dara mahkota (Goura cristata), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), cendrawasih raja (Cicinnurus regius-rex), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda-novaegui), dan cendrawasih merah (Paradisea rubra).

Mamalia

Kangguru lapang

Ada sekitar 80 spesies mamalia yang ditemukan di kawasan TNW dan hanya 34 spesies yang berhasil diidentifikasi. Beberapa diantaranya adalah kangguru hutan (Darcopsis veterum), kangguru tanah (Thylogale brunii), kangguru lapang (Macropus agilis), kuskus berbintik (Spilocuscus petaurus-breviceps), dan musang hutan (Dasyurus spartacus).

Tidak hanya itu, fauna eksotik yang juga hidup di taman nasional ini yaitu sapi (Bos sp.), ikan gabus (Carssis auratus), ikan mujair (Orechromis mossambica), rusa (Cervus timorensis), ada tawes (Cyprinus carpio).

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

Wisata Alam

Rumah rayap

Pemandangan alam savana, tergenang selama periode bulan desember – maret, rumah rayap atau rumah semut (musamus).

Baca juga: Wisata Rumah Semut, Ada 1.000 Tower di Merauke Papua

Wisata Budaya

Kebudayaan masyarakat asli penghuni Taman Nasional Wasur yang berasal dari 4 (empat) suku yaitu Suku Kanum, Suku Marori Men-Gey, Suku Marind dan Suku Yeinan

Kehidupan masyarakat Suku Yeinan, Suku Kanume, Suku Marori-Men Gey.

Aktivitas wisata  

Pengamatan burung

Pengamatan hidupan liar, jelajah hutan, Bird and Wallaby watching, berkemah, berkano, termite observation.

Musim Kunjungan Terbaik: Juli – Oktober setiap tahunnya.

Aksesibilitas

Merauke-Taman Nasional ( roda empat ± 2 jam).

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Taman Nasional Wasur
Jl. Garuda Leproseri No. 3, Mopah Lama, Merauke 99611, Papua
Telp : (62971) 3224595, 325406, 325408
Telp./Fax. : (62971) 324532
Email: tnwasur@yahoo.com

One thought on “Taman Nasional Wasur Merauke Papua

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Taman Nasional Gunung Gandang Dewata Sulawesi Barat

Sun Nov 1 , 2020
Taman Nasional Gunung Gandang Dewata Taman Nasional Gunung Gandang Dewata (TNGGD) terletak di tiga kabupaten ini yaitu, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Kalumpang di propinsi Sulawesi Barat, dengan luas 189.208,17 ha, merupakan taman nasional ke-53 di Indonesia. Gunung Gandang Dewata tepat berada di Kabupaten Mamasa berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, […]