Taman Nasional Teluk Cenderawasih Teluk Wondama-Nabire Papua Barat-Papua

Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC)

Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) terletak di dua Kabupaten dan dua Provinsi yaitu wilayah Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih terletak di tepi Samudra Pasifik dan merupakan daerah pertemuan antara lempeng Benua Australia dan lempeng Samudra Pasifik.

Taman Nasional Teluk Cenderawasih tempat pertemuan dua lempeng (https:/kompas.id)

Kabupaten Teluk Wondama meliputi 13 Kecamatan (Distrik) yaitu Kecamatan Wasior, Kecamatan Wondiboi, Kecamatan Rasiei, Kecamatan Naikere, Kecamatan Pesisir Kuri, Kecamatan Teluk Duairi, Kecamatan Roon, Kecamatan Rumberpon, Kecamatan Soug Wepu, Kecamatan Windesi, Kecamatan Wamesa, Kecamatan Dataran Wamesa, dan Kecamatan. Sedangkan Kabupaten Nabire meliputi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Yaur dan Kecamatan Teluk Umar.

Sejarah

Terumbu karang di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih pada awalnya ditetapkan sebagai kawasan Cagar Alam Laut melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 58/Kpts-II/1990 pada tanggal 3 Februari 1990 dengan luasan ±1.453.500 hektar. Kemudian, dinyatakan sebagai Taman Nasional melalui pernyataan Menteri Kehutanan pada Acara Pekan Konservasi Alam Nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pernyataan ini tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor 448/Kpts-II/1990 pada tanggal 6 Maret 1990. Selanjutnya, kawasan Teluk Cenderawasih ditunjuk sebagai Taman Nasional melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 472/Kpts-II/1993 pada tanggal 2 September 1993 dengan luasan 1.453.500 hektar, dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 8009/Kpts-II/2002 tanggal 29 Agustus 2002.

Flora

Berbagai jenis pepohonan yang banyak dijumpai di taman nasional ini antara lain butun (Barringtonia asiatica), ketapang (Terminalia catappa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), dan cemara laut (Casuarina equisetifolia).

Jenis flora lain berasal dari kelompok Angiosperma seperti semak (Hibiscus tiliaceus), kelompok Pipareceae, tanaman merambat seperti Ipoea percaprae, beberapa spesies anggrek (Dendrobium sp.), dan juga jenis pandan (Pandanus sp.).

Mangrove di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Tumbuhan yang mendominasi hutan mangrove yaitu spesies Daccenia spp., nyiri (Xylocarpus granatum), bakau (Rhizophora apiculata), dungun kecil (Heritiera littoralis), putut (Bruguiera gymnorhyza), perepat (Sonneratia alba), soga tingi (Ceriops tagal), sagu (Metroxylon sago), dan nipah (Nypa fruticans).

Ada juga tumbuhan kelapa (Cocos nucifera), jenis alga seperti alga merah, rumput laut, lamun dugong (Thalasia hempricii), Cymodoceae rotundatta, Cymodoceae serulatta, Enhalus acoroides, Halodule uninervis, Halophyla ovalis, dan Halophyla minor.

Fauna

Burung

Burung Cendrawasih (https://www.mongabay.co.id)

Dari laman Mongabay, dalam proyek Bird of Paradise itu, Tim Laman, bersama Ed Scholes, berhasil merekam 39 spesies cendrawasih di Australia, Papua New Gunea dan Papua serta Maluku seluruh spesies di dunia yang memakan waktu selama delapan tahun!. Dari 39 spesies Cendrawasih, hanya empat di Australia, lainnya di PNG dan Indonesia.

Beberapa diantaranya adalah burung gosong (Megapodius freicinet), burung undan australia (Pelicanus conspicillatus), junai mas (Chaloenas nicobarica), bangau kuntul (Egretta spp.), camar laut (Sterna sp.), dan dara laut (Ducula sp.).

Baca juga: Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi

Ada juga jenis burung yang termasuk ke dalam kategori dilindungi seperti Haliastus indus, Egreta eulophotes, Gracula religiosa, Buceros rhinoceros, Goura cristata, Megapodius reinwardt, Lorius lory, Fregata minor, Nyticorax caledonius, Alcedo euryzona, dan Cacatua galerita.

Reptil

Reptil yang hidup di kawasan ini juga sangat beragam, seperti kadal, ular, jenis buaya seperti buaya muara (Crocodylus porosus) dan buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), serta biawak seperti biawak ambon (Varanus amboinensis), biawak abu-abu (Varanus nebolosus), dan biawak coklat (Varanus timorensis).

Penyu

TNTC juga terkenal dengan kekayaan spesies penyu, bahkan beberapa lokasi di taman nasional ini menjadi tempat penyu bertelur. Ada empat spesies penyu antara lain penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu lekang (Lephidochelys olivacea).

Juga terdapat, Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan lain-lain.

Moluska

Kelompok moluska yang dapat dijumpai antara lain kerang raksasa (Tridacna gigas), kerang kerang (Tridacna crocea), kerang selatan (Tridacna dersa), kerang sisik (Tridacna squamosa), kerang tapak kuda (Hippopus hipopus), dan kerang besar (Tridacna maxima).

Gastropoda

Spesies dari kelompok Gastropoda diantaranya adalah keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis lambis), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), kepala kambing (Cassis cornuta), dan juga lola.

Ikan

Hiu Paus yang jinak, maskotnya Taman Nasional Teluk Cenderawasih

TNTC memiliki kurang lebih 1. 122 spesies ikan dilindungi. Juga terdapat, Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan lain-lain.

Beragam ikan di Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Hiu paus merupakan spesies ikan terbesar saat ini. Paus ini panjang bisa 20 meter. Makanan utama puri dan plankton. “Hiu di Kwatisore hanya memiliki gigi halus di ujung bibir. Hiu-hiu berenang di dekat bagan ikan milik warga. Kalau kita lempar ikan puri, hiu paus naik ke permukaan air. Kita bisa pegang-pegang. Ia sangat jinak.”

Karang

Beragam terumbu karang (http://dhony-syach.blogspot.com)

Potensi karang,  tercatat 150 jenis dari 15 famili, tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Dari dokumen Pemerintah Distrik,  kata Joss, persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30, 40 sampai 65, dan 64 persen. Terdapat lebih 10 jenis terumbu karang baru antara lain Turbinari Sp. 1, Montipora Sp. 1, Astropora Sp. 2, Astropora Sp. 1, Funglid. Sp 1, Foviid. Sp 1, Polites. Sp 2, Anacropora, Sp. 1, Pectinic Sp. 1 dan beberapa lain.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi

Di TNTC ini juga terdapat pula beberapa lokasi yang menarik untuk dikunjungi, diantaranya:

Pulau Misowaar

Pulau Misowaar (http://kawattimur.com)

Terdapat sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam dan air terjun. Di pulau ini anda bisa menyelam, snorkeling, mengamati satwa dan berwisata budaya dengan masyarakat setempat.

Pulau Rumberpon

Senja di Pulau Rumberpon sebelah selatan

Anda bisa mengamati burung yang hidup di pulau ini, melihat penangkaran rusa, berwisata bahari, menyelam, snorkeling, menjumpai kerangka pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut.

Pulau Nusrowi

Pulau Nusrowi

Anda bisa menyelam, snorkeling, berwisata bahari, mengamati satwa yang hidup di pulau ini.

Pulau Yoop dan perairan Windesi

Anda bisa mengamati secara langsung ikan paus dan lumba-lumba yang sering muncul di wilayah ini.

Pulau Roon

Pulau Roon (https://direview.id)

Menyelam, snorkeling, mengamati berbagai jenis burung, menikmati air terjun dan berwisata budaya. Di Pulau Roon ini terdapat Desa Yende, dimana banyak umat kristiani yang berkunjung di gereja Desa Yende hanya untuk melihat kitab suci yang diterbitkan pada tahun 1898.

Tanjung Mangguar

Terdapat goa dalam air dengan kedalaman 100 kaki yang merupakan goa alam peninggalan zaman purba.

Musim Kunjungan Terbaik: Januari – Agustus setiap tahunnya.

Aksesibilitas

Bagi yang ingin berkunjung ke TNTC, kita dapat menempuh 3 jalur berbeda dengan penjelasan sebagai berikut:

Jalur Udara

Cara ini umumnya ditempuh oleh pengunjung yang berasal dari luar Papua. Kita harus mengawali penerbangan dari kota asal menuju ke Biak. Setelah itu, kita dapat melanjutkan perjalanan dengan maskapai penerbangan menuju Nabire atau Manokwari.

Atau

Jakarta – Manokwari ditempuh waktu ± 6 jam.

Jalur Laut

Selain transportasi udara terdapat cara lain yaitu melalui perairan. Kita dapat menaiki kapal dari kota asal menuju Nabire atau Manokwari, kemudian diteruskan dengan menaiki Long Boat selama 6 jam menuju Pulau Rumberpon yang termasuk Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Selain itu, kita juga dapat menaiki kapal perintis PELNI menuju TNTC, akan tetapi jadwal kapal ini hanya sekali dalam satu bulan.

Atau

  • Jakarta – Manokwari menggunakan kapal laut selama 4 hari
  • Manokwari – Pulau Rumberpon pakai longboad selama ± 4 jam

Jalur Darat

Merupakan pilihan bagi masyarakat Papua atau wisatawan yang sebelumnya singgah di tempat lainnya di Papua. Jalur ini hanya tersedia dari Manokwari kemudian dilanjutkan perjalanan selama 3 jam menuju Ransinki. Sesampainya di tempat ini, kita harus menaiki boat selama 2,5 untuk masuk ke kawasan TNTC.

Atau

  • Manokwari – Ransiki dengan jarak 116 km atau ± 3 jam
  • Ransiki – Pulau Rumberpon dengan longboad ± 1 jam 30 menit

Informasi lebih lanjut hubungi

Wilayah Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Jl. Drs. Essau Sesa, Sowi Gunung, Manokwari, Papua Barat
Telp.: (62986) 212303
Fax.: (62986) 214719
Email: cenderawasihnationalpark@gmail.com

Sumber:

  • E-book The Magnificent Seven, buku yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama United Nations Development Program (UNDP)
  • E-book Pariwisata Alam 51 Taman Nasional Indonesia – Permata dari Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Taman Nasional Wasur Merauke Papua

Sun Nov 1 , 2020
Taman Nasional Wasur (https://pedomanwisata.com) Taman Nasional Wasur (TNW) terletak di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Merauke, Kecamatan Sota dan Kecamatan Naukenjerai Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, dengan luas 440.812 ha. Alam Wasur punya dua wajah seiring pergantian musim. Masa transisi terjadi saat September, kala peralihan musim. Rawa yang berlimpah air saat musim […]