Taman Nasional Gunung Gandang Dewata Sulawesi Barat

Taman Nasional Gunung Gandang Dewata

Taman Nasional Gunung Gandang Dewata (TNGGD) terletak di tiga kabupaten ini yaitu, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Kalumpang di propinsi Sulawesi Barat, dengan luas 189.208,17 ha, merupakan taman nasional ke-53 di Indonesia.

Gunung Gandang Dewata tepat berada di Kabupaten Mamasa berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, merupakan salah satu gunung tertinggi kedua  yang mempunyai ketinggian 3037 mdpl, setelah  gunung Latimojong. Dari kota Mamasa saja gunung Gandang Dewata tidak terlihat, yang terlihat hanya gunung Mambulilling 2573 Mdpl yaitu gunung pertama dari tujuh gunung sebelum gunung Gandang Dewata.

Taman Nasional Gunung Gandang Dewata

Potensi flora dan fauna di TNGGD diyakini masih banyak tersembunyi dan belum tergali. Kearifan masyarakat lokal yang masih sangat kental di TN Gandang Dewata yang memberikan efek positif terhadap kelestarian hutan dan flora-fauna penyusun menjadi salah satu alasan utama keyakinan tersebut.

Baca juga: Taman Nasional Indonesia

Sejarah

Keputusan Menteri LHK RI Nomor : SK. 773/Menlhk/Setjen/PLA.2/10/2016 Tgl 3 Oktober 2016 Tentang Penetapan Fungsi Dalam Fungsi Pokok Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam Sebagai Kawasan Hutan Taman Nasional Gandang Dewata di Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Utara, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat Seluas 189.208,17 (Seratus Delapan Puluh Sembilan Ribu Dua Ratus Delapan dan Tujuh Belas Perseratus) Hektar.

Flora

Sungai dengan airnya yang jernih di Taman Nasional Gunung Gandang Dewata

Kayu hitam atau eboni (Diospyros sp.), Marga Alpinia, Marga Etlingera, famili melastomataceae, Nyatoh (Palaqium obtusifolium), Cenrana (Pterocarpus indicus), beringin (Ficus spp.), dao (Dracontomelon dao), aren (Arenga pinnata), bayur (Pterospermum celebicum), kenanga (Cananga odoratum), kayu hitam (Diospyros sp.), damar (Agathis dammara), Mangga (Mangifera spp.), Jabon (Anthocephalus cinensis) dan Jati (Tectona grandis), beragam jenis dari kelas Orchidaceae, Dipterocarpaceae, dan Palmae.

Anggrek

Tumbuhan Gunung Gandang Dewata yang terancam punah di habitat alaminya

Fauna

Fauna 30 jenis mamalia darat (terrestrial) berdasarkan survey yang dilakukan LIPI dari tahun 2011, 2012 dan 2016. Beberapa diantaranya : Anoa (Bubalus spp.), musang Sulawesi (Macrogolidia mussenbraecki), burung alo sulawesi (Ryticeros cassidix), kera hitam (Macaca tonkeana), tarsius (Tarsius spp.), kuskus (Phalanger celebencis), kuskus beruang (Phalanger ursinus), rusa timur (Cervus timorensis).

Fauna lainnya berupa burung raja udang (Alcedinidae), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan burung elang (Accipitridae), beragam jenis dari kelas Reptilia, Insecta.

Genus baru mamalia kecil: Tikus Ompong (Paucidentomys vermidax 2012), Tikus Air Sulawesi (Waiomys mamasae 2014), Tikus Akar (Gracilimus radix 2016), Tikus Kambola (2016), dan Tikus Cecurut Lewa lewa (2016) (Sumber : LIPI 2016).

Pendakian

Jalur pendakian menuju Gandang Dewata hingga puncak pertama kali dirintis oleh warga setempat pada tahun 1963. Untuk sampai kepuncak gunung, harus melewati 10 pos dengan kondisi medan yang sangat berat. Pendaki harus melintasi 9 gunung, yakni Gunung Lante Bobbok, Parandangan, Pappandangan, Lantang Lomo, Lombok Silenda, Damak-damak, Penga, Naik Daeng dan terakhir Gandang Dewata.

Dari situs pendaki, dapat diketahui jarak dan estimasi waktu tempuh pendakian Gunung Gadang Dewata.

Estimasi waktu tempuh pendakian Gunung Gadang Dewata

Aksesibilitas

Untuk sampai ke Taman Nasional Gandang Dewata dapat dilalui melalui perjalanan darat dari Makassar ke Mamasa melalui Trans Sulawesi selama ± 8 jam perjalanan.

Sedangkan melalui jalur transportasi udara menggunakan pesawat terbang dari Makassar – Mamuju yang beroperasi setiap hari dengan waktu perjalanan ± 1 jam. Kemudian dari Bandara Mamuju dilanjutkan dengan menggunakan transportasi darat menuju kawasan TN Gandang Dewata selama ± 3 jam perjalanan.

Informasi lebih lanjut hubungi

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan
Jl. Perintis kemerdekaan I Km 8 Makassar 92045, Sulawesi Selatan
Email: ksdasulsel@gmail.com

Sumber:

  • Ekspedisi Flora dan Fauna TN Gandang Dewata, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Agustus 2017
  • Ekspedisi Sulawesi Barat Flora, Fauna dan Mikroorganisme Gandang Dewata, LIPI Press, 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Mengenal Kawasan Konservasi atau Kawasan Hutan Konservasi

Mon Nov 2 , 2020
Kawasan Konservasi (https://mui-lplhsda.org) International Union for Conservation for Nature (IUCN) pada tahun 1994 menetapkan pengertian kawasan yang dilindungi (protected area) adalah sebuah wilayah daratan dan atau perairan yang ditetapkan untuk perlindungan dan pengawetan keragaman hayati dan sumber daya alam serta budaya yang terkait, serta dikelola secara legal atau efektif (Guthridge-Gould, […]