Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Gondomanan Yogyakarta

1

Perpustakaan dan Arsip Daerah – Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak di Jl. Margo Mulyo, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan Yogyakarta.

Sejarah

Bangunan ini didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada awalnya merupakan toko buku dan penerbit terkemuka di Kota Yogyakarta yaitu Kolf Bunning. Setelah tentara kolonial Jepang menguasai Kota Yogyakarta pada 5 Maret 1945, semua bangunan milik Belanda diambil alih, termasuk Kolf Bunning yang kemudian dijadikan Jepang sebagai kantor berita Domei pada 1942 -1945.

Pada saat Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, kantor berita Domei sebenarnya mengetahui tentang peristiwa tersebut, namun dilarang menyebarkannya oleh Gunsaikanbu (Kantor Pembesar Tentara Pendudukan Jepang). Kabar kemerdekaan Republik Indonesia tetap disebarluaskan oleh para petugas markonis dan wartawan berita Domei yang berjiwa nasionalis. Mereka secara sembunyi-sembunyi menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan di seluruh Kota Yogyakarta. Berita bahagia tersebut juga sampai ke telinga Ki Hadjar Dewantara beserta anggota Taman Siswa lainnya, dan menggungah semangat mereka untuk ikut menyebarkan berita proklamasi kemerdekaan. Mereka mengumumkan proklamasi kemerdekaan dengan bersepeda dari Pawiyatan Tamansiswa kemudian berkeliling pusat kota Yogyakarta

Pasca revolusi kemerdekaan sampai sekarang bangunan bekas kantor berita Domei tersebut digunakan sebagai Perpustakaan Daerah Yogyakarta. Bangunan berlantai dua. Komponen bangunan masih asli, belum banyak perubahan. Pada atap terdapat lembaran seng bergelombang yang lebar dengan konsol-konsol besi. Pada dinding bangunan terdapat jendela-jendela model lengkung. Untuk naik ke lantai II menggunakan tangga atau trap yang terbuat dari kayu jati. Lantai atas menggunakan papan kayu, sedangkan lantai bawah dahulu menggunakan lantai semen atau floor. Ada bangunan tambahan terletak di samping kanan pintu masuk dan difungsikan untuk perpustakaan anak-anak.

Sumber: kebudayaan

One thought on “Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY Gondomanan Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tumbuk-Tumbuk Batu Jakarta

Mon Nov 16 , 2020
Permainan rakyat Jakarta yang hampir sama dengan cublak-cublek suweng di Jawa dan umumnya dimainkan anak perempuan berumur 6-9 tahun. Nama tumbuk-tumbuk uang berawal dari kegiatan kaum wanita yang menumbuk padi. Dalam permainan ini yang dibutuhkan hanya sebuah batu kecil (kerikil). Selain kerikil bisa juga dipakai ketipe berupa pecahan genteng. Cara […]