Pasar Beringharjo Gondomanan Yogyakarta DIY

Pasar Beringharjo (https://www.alodiatour.com)

Pasar Beringharjo terletak di Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta 55122, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasar ini memiliki nilai historis dan filosofis dengan Kraton Yogyakarta karena telah melewati tiga fase, yakni masa kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan. Pembangunan Pasar Beringharjo merupakan salah satu bagian dari rancang bangun pola tata kota Kesultanan Yogyakarta yang disebut Catur Gatra Tunggal. Pola tata kota ini mencakup empat hal yakni keraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang publik, masjid sebagai tempat ibadah, dan pasar sebagai pusat transaksi ekonomi.

Baca juga: Mengenal Tata Kota tentang Hakikat Manusia

Sejarah

Pasar Beringharjo (https://www.wsrentaljogja.com)

Wilayah Pasar Beringharjo pada awalnya adalah hutan beringin. Tidak lama setelah berdirinya Kraton Yogyakarta pada tahun 1758, wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian pada tanggal 24 Maret 1923, Keraton Yogyakarta menugaskan Nederlansch Indisch Beton Maatschappij (Perusahaan Beton Hindia Belanda) dari Surabaya untuk membangun los-los pasar. Pembangunan pasar dimulai dari barat berupa kantor dan kios-kios. Pada akhir Agustus 1925, 11 kios telah terselesaikan dan yang lainnya menyusul secara bertahap.

Baca juga: Pasar Beringharjo Jogjakarta dalam Genggaman

Nama Beringharjo diberikan setelah bertahtanya Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tanggal 24 Maret 1925. Sri Sultan Hamngku Buwono VIII memerintahkan agar semua instansi di bawah naungan Kesultanan Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa. Nama Beringharjo dipilih karena memiliki arti wilayah yang semula hutan beringin (bering) yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo). Nama Beringharjo sendiri dinilai tepat karena lokasi pasar merupakan bekas hutan beringin dan pohon beringin merupakan lambang kebesaran dan pengayoman bagi banyak orang.

Pembangunan pasar dimulai dari barat berupa kantor dan kios-kios. Pasar Beringharjo berkontruksi beton bertulang dengan arsitektur bergaya tropis dan oleh pemerintah Hindia Belanda disebut sebagai ”EENDER MOOISTE PASSERS OP JAVA” yang artinya pasar terindah di Jawa. Pada tahun 1950 – 1960-an dilakukan pengembangan ke arah timur dengan membuat los-los semi permanen untuk dagangan tembakau, ikan, dan empon-empon. Pengembangan itu dengan melakukan penggusuran kherkoft atau makam Belanda. Pada tahun 1990 – 1992 dilakukan renovasi dan pengembangan los-los seperti dapat dilihat sekarang.

Sumber: kebudayaan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kawasan Pecinan Ketandan Gondomanan Yogyakarta

Sat Nov 14 , 2020
Kampung Pecinan Ketandan Kampung Pecinan Ketandan terletak di Jl. Margo Mulyo, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Orang-orang Cina berpusat di wilayah antara Kepatihan – Pasar Beringharja, dan Benteng Vredeburg, tepatnya di Ketandan, sepanjang Jalan Malioboro, Beskalan, dan Pajeksan.  Keberadaan pecinan mempunyai karakteristik atau keunikan secara fisik […]