Museum Monas (Monumen Nasional) Gambir Jakarta Pusat

1

Museum Monas saat pergantian tahun (https://kompas.com)

Museum Monas (Monumen Nasional) terletak di Jalan Silang Monas, RT.5/RW.2, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat 10110, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, merupakan monumen dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajahan Belanda. dengan ketinggian 132 m.

Sejarah

Museum Monas (https://qubiz.net)

Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki wilayah dari Sabang sampai dengan Merauke, diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hasil perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia dari penjajahan selama lebih kurang 350 tahun.

Untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia yang dikenal dengan Revolusi Kemerdekaan Rakyat Indonesia 17 Agustus 1945 dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi masa mendatang, maka dibangunlah suatu tugu peringatan yang kemudian dikenal sebagai Tugu Monumen Nasional (Monas).

Pembangunan Tugu Monumen Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 214 Tahun 1959 tanggal 30 Agustus 1959 tentang Pembentukan Panitia Monumen Nasional yang diketuai oleh Kolonel Umar Wirahadikusumah, Komandan KMKB Jakarta Raya.

Pembangunan Tugu Monumen Nasional baru terwujud ketika Republik Indonesia genap berusia dua windu atas dasar gagasan Presiden Republik Indonesia Pertama Ir.Soekarno, dan pemancangan tiang pertama sebagai awal pembangunan Tugu Monumen Nasional dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 1961.

Rancang bangun Tugu Monumen Nasional dibuat oleh arsitek terkenal Indonesia yaitu Soedarsono dan Frederich Silaban serta penasehat konstruksi adalah Prof.Dr.Ir.Roosseno.

Pembangunan Tugu Monumen Nasional dibiayai sebagian besar dari sumbangan masyarakat Indonesia secara gotong-royong dan mulai dibuka untuk umum pada tanggal 18 Maret 1972 berdasarkan Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor Cb.11/1/57/72.

Ruangan

Ruang Museum Sejarah

Diaroma sejarah perjalanan bangsa Indonesia (https://www.nativeindonesia.com)

Ruang Museum Sejarah terletak 3 meter di bawah permukaan halaman Tugu Monumen Nasional dengan ukuran luas 80×80 meter persegi. Dinding, tiang, dan lantai secara keseluruhan berlapiskan marmer.

Di ruang Museum Sejarah terdapat 51 jendela peragaan (diorama) yang mengabadikan peristiwa sejarah sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia, perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Indonesia, hingga masa pembangunan Orde Baru.

Ruang Kemerdekaan

Naskah asli prolamasi kemerdekaan RI disimpan dalam kotak kaca di dalam gerbang berlapis emas (https://www.nativeindonesia.com)

Ruang Kemerdekaan berbentuk amfiteater yang terletak di dalam Cawan Tugu Monumen Nasional. Di dalamnya terdapat empat atribut kemerdekaan Republik Indonesia; Peta Kepulauan Negara Republik Indonesia, Bendera Sang Saka Merah Putih, Lambang Negara Bhinneka Tunggal Ika, dan Pintu Gapura yang berisi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. (Note: Bendera Sang Saka Merah Putih disimpan di Istana Merdeka, yaitu istana yang menghadap Monas)

Pelataran Puncak

Pelataran Puncak Tugu Monas (https://tempo.co)

Pelataran Puncak Tugu Monumen Nasional terletak pada ketinggian 115 meter dari halaman Tugu Monumen Nasional. Dengan elevator tunggal berkapasitas maksimum 11 orang pengunjung dapat mencapai Pelataran Puncak yang luasnya 11×11 meter persegi, dan dapat menampung sebanyak 50 orang. Di pelataran ini, pengunjung dapat menikmat pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Di sekeliling rangka elevator di dalam badan Tugu, terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi.

Lidah Api Kemerdekaan

Lidah Api berlapis emas sekitar 50 kg (https://www.nativeindonesia.com)

Lidah Api di Pelataran Puncak dibuat dari perunggu seberat 14,5 ton dengan tinggi 14 meter dan berdiameter 6 meter, terdiri dari 77 bagian yang disatukan. Seluruh permukaan Lidah Api berlapis emas (gold leaf) seberat lebih kurang 50 kg. Ketinggian dari halaman Tugu Monumen Nasional sampai dengan puncak Lidah Api adalah 132 meter.

Saat pertama kali dibuat, emas yang digunakan untuk melapisi lidah api mempunyai berat 35 kilogram. Tetapi pada tahun 1995, saat Indonesia merayakan ulang tahun emas kemerdekaan yaitu 50 tahun lapisan emasnya ditambah lagi hingga seberat 50 kilogram.

Penyumbang 28 kilogram emas yang ada di puncak Monas iadalah Teuku Markam, seorang saudagar yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Semasa hidupnya, Teuku Markam terus berjuang membela tanah air dan kemudian meninggal pada tahun 1985.

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum Monumen Nasional (Monas) Indonesia
Jl. Silang Monas, RT.5/RW.2, Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat 10110, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Telp. 021-344 7733, 351 4333, 384 2777
Fax. 021-344 7733

Jam Kunjungan:
Senin-Minggu 08.30-17.00
Libur buka

Sumber: museumindonesia

One thought on “Museum Monas (Monumen Nasional) Gambir Jakarta Pusat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) Senen Jakarta Pusat

Wed Nov 11 , 2020
Museum Kebangkitan Nasional (https://eljohnnews.com) Museum Kebangkitan Nasional terletak di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, RT.4/RW.5, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410, lokasi museum ini tidak jauh dari Pasar Senen, sebelum RSPAD Gatot Subroto. Museum Kebangkitan Nasional menempati sebuah komplek bangunan bersejarah yang dibangun […]