Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) Senen Jakarta Pusat

1

Museum Kebangkitan Nasional (https://eljohnnews.com)

Museum Kebangkitan Nasional terletak di Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, RT.4/RW.5, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10410, lokasi museum ini tidak jauh dari Pasar Senen, sebelum RSPAD Gatot Subroto.

Museum Kebangkitan Nasional menempati sebuah komplek bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1899 diatas tanah seluas 15.742 m² dan luas bangunan 5.160,8 m².

Museum Kebangkitan Nasional adalah sebuah gedung yang dibangun sebagai monumen tempat lahir dan berkembangnya kesadaran nasional dan juga ditemukannya organisasi pergerakan modern pertama kali dengan nama Boedi Oetomo.

Sejarah

Sekolah Dokter Jawa

Sebelum menjadi museum, bangunan ini dahulunya adalah sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda dengan nama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen disingkat STOVIA atau Sekolah Dokter Bumiputra. Dalam perjalanannya, gedung tersebut selalu beralih fungsi.

Sebelumnya STOVIA adalah sebuah sekolah dokter yang masih berkembang dengan nama Sekolah Dokter Jawa yang didirikan pada tahun 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden atau yang sekarang disebut Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Seluruh staf dosen kampus tersebut berasal dari dokter rumah sakit yang sama.

Kemudian aktivitas belajar mengajar dan sekolah tersebut dipindahkan di samping rumah sakit militer atas prakarsa H.F. Rool sang direktur hingga berhasil rampung pada tanggal 1 Maret 1902. Karena perkembangan yang pesat, STOVIA pindah dari daerah Kwini Senen ke Salemba yang kini menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Kampus yang terletak di Kwini sejak tahun 1926 dialih fungsikan menjadi tempat pendidikan MULO, setingkat SMP dan AMS, setingkat SMA.

Lalu, ketika Jepang tiba pada tahun 1942-1954, gedung pertama difungsikan sebagai tahanan pasukan Belanda yang melawan Jepang. Berlanjut ke masa kemerdekaan Indonesia tahun 1945 – 1973 gedung tersebut dihuni oleh keluarga tentara Belanda dan orang Ambon.

Karena nilai sejarahnya yang tinggi, berkaitan dengan kelahiran Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908, pada tahun 1948 ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nasional. Selain itu, gedung ini juga merupakan saksi lahirnya organisasi-organisasi pergerakan kebangsaan, yaitu Boedi Oetomo, Trikoro Dharmo (Jong Java), Jong Minahasa, dan Jong Ambon. Serta di gedung ini juga lah beberapa tokoh pergerakan seperti Ki Hadjar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan R. Soetomo pernah menimba ilmu. Oleh karena itu, selanjutnya pada tahun 1973 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memugar gedung itu, dan pada 20 Mei 1974 bersama dengan presiden Suharto, diresmikanlah menjadi Gedung Kebangkitan Nasional.

Denah

Denah Museum Kebangkitan Nasional (https://en.wikipedia.org)

Denah Museum Kebangkitan Nasional

Koleksi

Masuk ke dalam gedung dapat disaksikan ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olahraga, kantin, dapur, dan aula. Terdapat juga ruangan perpustakaan yang dikelola oleh Komunitas Buku Berkaki yang mengoleksi ribuan buku anak-anak. Selain itu, ruang aula juga digunakan untuk sekolah tarian tradisional secara gratis yang dikelola oleh Yayasan Belantara Budaya Indonesia.

Di dalam museum ini diperlihatkan berbagai koleksi terkait dunia kedokteran termasuk peralatan dukun sebelum adanya dokter, serta alat-alat peraga yang digunakan saat proses belajar mengajar berlangsung. Koleksi yang cukup mengerikan bagi orang awam adalah alat pemecah kepala. Ada juga ruangan yang memperlihatkan suasana belajar, ruang tidur siswa, dan laboratorium.

Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan seluruh koleksi museum dengan total 2.042 buah berupa bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta/maket/sketsa, dan miniatur. Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di beberapa ruangan antara lain di ruang awal pergerakan, ruang kesadaran nasional, dan ruang pergerakan, dan ruang memorial Boedi Oetomo. Terbaru, pada tahun 2012 dan 2013 revitalisasi museum secara bertahap dilakukan oleh pemerintah pusat dari segi tata koleksi, pemasangan air conditioner, dan perbaikan pada papan keterangan.

Informasi lebih lanjut hubungi

Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) Jakarta
Jl. Dr. Abdul Rahman Saleh No.26, RT.4/RW.5, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Kota Jakarta Pusat 10410, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Waktu Kunjungan:
Selasa – Jum’at : 09.00-15.00
Senin dan hari besar nasional : Tutup

Sumber: wikipedia

One thought on “Museum Kebangkitan Nasional (Muskitnas) Senen Jakarta Pusat

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Museum – Museum di Jakarta

Wed Nov 11 , 2020
Museum Tekstil Jakarta Museum merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi, mempelajari berbagai sejarah dan warisan budaya. Pengunjung mendapat banyak manfaat saat berkunjung ke museum. Mendapatkan data sejarah dan warisan budaya; Dokumentasi penelitian ilmiah; Konservasi dan preservasi; Pengenalan dan penghayatan kesenian; serta Pengenalan budaya atar daerah dan bangsa. Jakarta Barat Museum […]