Gedung Societeit Militer Gondomanan Yogyakarta

1

Taman Budaya Yogyakarta (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Gedung Societeit Militer yang sekarang dipakai oleh UPT. Taman Budaya, Dinas Kebudayaan, Daerah Istimewa Yogyakarta, terletak di Jl. Sriwedani No. 1, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan Yogyakarta 55121, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah

Taman Budaya Yogyakarta (https://tby.jogjaprov.go.id)

Pendirian gedung societeit oleh pemerintah Kolonial Hindia Belanda di Yogyakarta tidak hanya diperuntukkan untuk masyarakat sipil, namun juga untuk militer. Pendirian gedung societeit bahkan dipelopori dari kalangan militer. Luitenant de Terrie, seorang tentara berpangkat letnan, memprakarsai berdirinya Societeit Vereeniging yang berfungsi sebagai tempat pesta, biliar, dan minum-minuman. Gedung tersebut digunakan untuk tempat bercengkerama, baik oleh masyarakat sipil maupun juga militer.

Diperkirakan Societeit Militair didirikan setelah pendirian Societeit de Vereeniging dan sebelum didirikannya Societeit Pakualaman (1908), yaitu sekitar akhir abad ke-19. Bangunan tersebut terus difungsikan untuk societeit sampai dengan kedatangan tentara pendudukan Jepang ke Kota Yogyakarta.

Dalam perkembangannya terjadi pemisahan tempat untuk bercengkerama antara warga sipil dengan militer. Untuk warga sipil tetap berada di selatan Kantor Residen, sedangkan untuk militer berada di sebelah timur Benteng Vredeburg. Pemisahan tempat hiburan antara militer dengan sipil dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan dalam rangka penegakkan disiplin bagi anggota-anggota tentara Belanda. Hal tersebut juga didukung oleh akses yang baik,  karena lokasi societeit mileter masih berada dalam satu lingkungan kompleks militer yang dipusatkan di Benteng Vredeburg.

Penggunaan

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, bangunan tersebut berubah fungsi untuk kepentingan militer Jepang sebagai balai pertemuan dan tempat latihan samurai. Setelah kemerdekaan, bangunan tersebut dipakai untuk instansi militer yang dikelola Departemen Pertahanan dan Keamanan sampai tahun 1977. Pada tahun 1992 bangunan direhabilitasi, direvitalisasi, dan difungsikan sebagai tempat untuk kegiatan pendidikan dan kebudayaan. Pascareformasi tahun 1998 bangunan ini direvitalisasi kembali dan digunakan untuk UPT. Taman Budaya, Dinas Kebudayaan, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ruangan

Taman Budaya Yogyakarta (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Lantai 1

Sebai ruang pameran  juga sebagai ruang diskusi. Dan dibelakang bangunan juga terdapat kantor yang melayani baik urusan penyewaan gedung atau informasi gedung lainnya serta di sediakan pula fasilitas seperti musholla dan toilet.

Lantai 2

Untuk menuju lantai 2 terdapat tangga, di luar yang berada di kedua sisi bangunan. Bukan hanya tangga, untuk menuju lantai 2 juga terdapat ramp yang landai yang dapat digunakan untuk penyandang cacat atau membawa barang.

Di lantai 2 terdapat ruangan di bawah kolong tangga.yang dijadikan museum dinamakan museum kolong anak tangga.

Ruang pertunjukkan (https://tby.jogjaprov.go.id)

Ruang pertunjukkan seni audio dan audiovisual seperti pertunjukkan teater atau film, Wayang, musik, tari serta pembacaan puisi. Ruang pertunjukkan di lantai 2 ini cukup besar karena dapat menampung 1200 kursi penonton. Dan stagenya pun juga besar. Selain itu terdapat ruang-ruang lain disekitarnya seperti ruang rias, ruang VIP, ruang operator, ruang lighting, gudang dan toilet.

Informasi lebih lanjut hubungi

Taman Budaya Yogyakarta
Jalan Sriwedani, No 1 Yogyakarta
Telp : 0274 523512, 561914 Fax : 0274 580771

Sumber: kebudayaan.kemdikbud

One thought on “Gedung Societeit Militer Gondomanan Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Pasar Beringharjo Gondomanan Yogyakarta DIY

Fri Nov 13 , 2020
Pasar Beringharjo (https://www.alodiatour.com) Pasar Beringharjo terletak di Jl. Margo Mulyo No.16, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta 55122, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasar ini memiliki nilai historis dan filosofis dengan Kraton Yogyakarta karena telah melewati tiga fase, yakni masa kerajaan, penjajahan, dan kemerdekaan. Pembangunan Pasar Beringharjo merupakan salah satu bagian dari rancang […]