Tarian Tradisional Surabaya Jawa Timur

Tari Kembang Kayoon

Kota Surabaya tumbuh dengan baik. Kesenian tradisional dan modern saling melengkapi membentuk keragaman kesenian Surabaya. Kesenian tradisional tumbuh karena perjalanan sejarah melawan penjajahan zaman dahulu sampai saat ini tetap dilestarikan.

Tari Lenggang Surabaya

Tari Lenggang Surabaya (https://twitter.com)

Merupakan tarian selamat datang untuk tamu besar yang datang ke Surabaya, hasil dari adaptasi pengembangan dari kesenian sebelumnya yaitu Tari Tanda’an atau Ledek Tayub dan Sandur Madura. Tarian ini dimainkan oleh beberapa penari wanita yang menari dengan gerakan yang indah dan anggun.

Sejarah

Tari Lenggang ini diciptakan oleh Dimas Pramuka Admaji pada tahun 1995. Pada saat itu dia diminta untuk menciptakan suatu tarian penyambutan untuk memeriahkan hari jadi Surabaya. Permintaan tersebut disambut baik oleh Dimas Pramuka Admaji dengan memasukan berbagai unsur budaya dan seni yang ada di Surabaya pada tarian kreasinya. Dalam tarian tersebut dia mengembangkan tarian yang gerak dan penyajiannya mengacu pada kesenian Tanda’an dan Sandur Madura.

Tari Sparkling Surabaya

Tari Sparkling Surabaya (https://seringjalan.com)

Tarian kreasi baru yang memadukan antara tarian tradisional Jawa Timur dan modern, yang tentunya tidak menghilangkan identitas tradisional Surabaya.

Sejarah

Tari Sparkling ini merupakan tarian yang diciptakan pada tahun 2007 oleh Diaztiarni untuk menyambut ulang tahun Surabaya yang ke-714.

Sparkling yang berarti gemerlap, berkilau atau bersinar, menggambarkan kondisi masyarakat Kota Surabaya yang hidup dinamis dalam masyarakat yang plural. Bahkan, Sparkling juga menunjukkan pengaharapan agar Kota Surabaya bisa  terus bersinar.

Tari Hadrah Jidor

Tari Hadrah Jidor (http://cr9comenk.blogspot.com)

Tari ini merupakan suatu pengembangan kesenian musik hadrah yang kental dengan nuansa Islam, khususnya Timur Tengah dan Jawa. Pada awalnya tarian ini hanya merupakan gerakan-gerakan dinamis para pemukul rebana/terbang, secara bebas sesuai kemauan penabuhnya. namun pada tahun 1990-an beberapa koreografer penata tari di Surabaya, Gersik, Sidoarjo menyelaraskan gerakan dinamis penerbang tersbut dalam suatu gerakan yang teratur dan rapi sehingga berbentuk tarian dan dilakukan secara tersendiri oleh penari dan diiringi musik terbang dan jidor.

Umumnya tarian ini dilengkapi dengan lagu-lagu pujian kepada Tuhan dan nasehat-nasehat pada manusia dalam kehidupan sehari-hari. Masih hadrah juga digunakan untuk pengiring prosesi upacara pernikahan maupun adat/ritual lainnya, merupakan menifestasi ucapan rasa syukur pemilik hajatan. Karena sifatnya yang dinamis dan meriah maka musik dan tarian ini sangat menarik perhatian orang.

Tari Ning Ayu

Tari Ning Ayu (http://www.surabayatourism.com)

Ning merupakan sebutan sosok wanita Surabaya yang mengungkapkan keceriaan, kecantikan, percaya diri dalam menghadapi dari depan bak gadis metropolitan dengan keberanian wujud dari kota yang panas dan hasil dari legenda Kota Pahlawan.

Tari Kembang Kayoon

Tari Kembang Kayoon (http://porosinformatif.com)

Merupakan tarian kreasi baru yang terinspirasi dari salah satu wilayah di Surabaya yang bernama Kayoon, dimana sepanjang jalan di wilayah tersebut dipenuhi oleh penjual bunga. Koreografer mencoba memvisualisasikan ide gagasan tentang keindahan tersebut melalui gerak Tari dengan berpijak pada kekayaan gerak etnis arek.

Tari Kembang Kayoon (http://porosinformatif.com)

Tujuh penari yang tampil memukau dengan gerakan-gerakan yang penuh makna bergerak dan memenuhi ruangan. Dibalut dengan kostum berwarna hijau berkombinasi dengan kuning emas hasil rancangan Ragel membuat para penari terlihat cantik, mewah dan elegan.

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tarian Tradisional Sidoarjo Jawa Timur

Thu Oct 8 , 2020
Tari Banjar Kemuning Dalam perspektif interaksi sosio-ekonomi dan kultural antara Surabaya dan kota sekitarnya inilah maka perkembangan kesenian di Kabupaten Sidoarjo banyak dipengaruhi oleh Surabaya. Unsur budaya Arek, seperti budaya Mataraman dan komunitas Nahdliyin, merupakan 2 unsur terbesar dalam masyarakat Sidoarjo. Pengaruh budaya Islam di Sidoarjo nampak dari banyaknya masyarakat […]