Tarian Tradisional Nganjuk Jawa Timur

1

Tari Salipuk

Setiap daerah memiliki potensi yang unik dan dapat dijadikan sajian yang menarik apabila budaya, kesenian lokal tersebut dapat digali dan di maksimalkan. Wujudnya bisa berupa kebudayaan daerah (patung, batik, songket, dan sebagainya) yang memiliki nilai seni atau pun seni pertunjukan (seni tari-tarian atau pun kesenian khas suatu daerah)

Tari Mung Dhe

Tari Mung Dhe (https://aldybagoes.weebly.com)

Merupakan tari tradisional yang berasal dari Desa Garu, kecamatan Baron, Nganjuk. Dalam tari ini bertemakan kepahlawanan dan cinta tanah air, heroik, patriotisme. Selain itu tari ini berkaitan erat dengan kalahnya prajurit Diponegoro yang dipimpin oleh Sentot Prawirodirdjo.

Dalam tari ini menggambarkan beberapa prajurit yang sedang berlatih perang yang lengkap dengan orang yang membantu dan memberi semangat kepada kedua belah pihak yang sedang latihan. Pihak yang membantu dan memberi semangat, di sebut botoh. Botohnya ada dua yaitu penthul untuk pihak yang menang dan tembem untuk pihak yang kalah. Sikap dan tingkah laku kedua botoh ini gecul atau lucu, sehingga membuat orang lain yang menyaksikan tari Mung Dhe, terkesan tegang dan kadang merasa geli, karena yang berlatih perang memakai pedang, sedangkan botohnya lucu.

Tari Salipuk

Tari Salipuk (http://marvelsip.blogspot.com)

Merupakan pengembangan dari Tari Tayub yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk. Tari ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang.

Akhirnya berkembang menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk masih banyak ditarikan pada acara-acara tertentu seperti acara resmi, acara perkawinan atau pada saat upacara adat. Meskipun tarian ini hanya melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari. Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan tembang khusus yang liriknya sesuai dengan jalan cerita tarian.

Tari Maheswara Swatantra Anjuk Ladang

Tari Maheswara Swatantra Anjuk Ladang (http://menaramadinah.com)

Tarian ini menggambarkan salah satu wujud dari rasa syukur pada masa kejayaan Anjuk Ladang di jaman Mpu Sendok yang telah mendapatkan anugerah berupa Tanah Perdikan.

Tanah Perdikan merupakan wilayah atau tanah yang di bebaskan dari segala wajib pajak atau upeti karena daerah tersebut memiliki kekhususan tertentu dan berhak mengurus pemerintahanya sendiri. Perdikan berasal dari kata Mardikan atau Merdeka yang berarti bebas.

Tari Timplong

Tari Timplong (http://www.akuiaku.com)

Tari Timplong diilhami pertunjukan Wayang Timplong. Sebuah kesenian wayang asli dari Kabupaten Nganjuk. Ditilik dari sejarahnya, kesenian tersebut pertama kali dipertunjukan di Dusun Kedung Bajul, Desa Jetis, Kecamatan Pace, Nganjuk, Jawa Timur pada 1910.

Ditarikan oleh gadis-gadis cantik dengan gestur tubuh energik, namun tetap memperlihatkan kelenturan tubuhnya sebagai wanita.

Tari Gembyang

Tari Gembyang (https://www.picuki.com)

Merupakan karya tari yang terinspirasi dari proses wisudaan Gembyangan Waranggono Langen Beksa, sebuah tradisi di Desa Ngrajek di Nganjuk. Menggambarkan semangat Waranggono muda dalam meningkatkan kualitas profesi yang ditekuni.

One thought on “Tarian Tradisional Nganjuk Jawa Timur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tarian Tradisional Jombang Jawa Timur

Wed Oct 7 , 2020
Tari Wayang Topeng Jati Duwur Jombang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan daerah tingkat dua lainnya di tanah air. Hal ini dikarenakan Jombang merupakan daerah bertemunya dua aliran kebudayaan besar. Dua aliran kebudayaan yang bertemu di Jombang adalah budaya Mataraman dan budaya […]