Kuliner Khas Keraton Yogyakarta

1

Bistik daging

Wisata kuliner di Yogyakarta sangat beragam, mulai dari tradisional ataupun makanan cepat saji. Juga Yogyakarta juga memiliki kuliner khas keraton yang fenomenal, berupa  hidangan kesukaan raja atau Sultan dari hidangan pembuka sampai penutup.

Bistik Edan

Bistik Edan

Merupakan salah satu hidangan favorite Sri Sultan Hamengjubuwono ke IX. Nama hidangan ini tercipta Ketika Sri Sultan Hamengkubuwono IX mencicipinya. Rasanya yang sangat enak membuat beliau berkomentar “Edaaannnnn”. Berbeda dengan Bistik Daging yang berbahan dasar daging sapi, Bistik Edan berbahan dasar daging ayam.

Bistik Daging

Bistik daging

Merupakan salah satu hidangan kesukaan Sri Sultan Hamengkubuwono ke VIII dan IX. Cita Rasa khas Jawa yaitu manis terasa sangat kental dengan penggunaan kecap manis.

Dendeng Age

Dendeng Age

Merupakan salah satu hidangan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Di sekitar Yogyakarta memang lazim mencampur daging sapi dengan buah kluwih untuk mendapatkan cita rasa yang lebih padat.

Pastel Krukup

Merupakan hidangan yang terbuat dari kentang yang direbus dalam susu dan dihaluskan. Sekilas rasa dan tampilannya menyerupai pastel tertutup. Namanya memang memiliki arti pastel yang di “krukupi” atau ditutupi. Meskipun cukup mengenyangkan, hidangan ini merupakan pembuka santap siang bagi Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Manuk Enom

Manuk enom

Merupakan kudapan yang disukai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII sebagai makanan penutup dan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII sebagai makanan pembuka. Kudapan (camilan) ini sama seperti pudding hanya saja beda di bahan dan cara mengolahnya.

Pisang Keju

Pisang keju

Merupakan pisang goreng khas keraton Yogyakarta. Pisang ini digoreng tanpa tepung hingga coklat kehitaman dan ditaburi keju parut di atasnya. Hidangan ini dulu sering disajikan kepada Sri Sultan Hamengkubuwono VIII.

Prawan Kenes

Prawan kenes

Kudapan (camilan) kegemaran Sri Sultan Hamengkubuwono VIII ini terbuat dari pisang kepok yang diberi santan kental rebus lalu dibakar sehingga menjadi licin dan sulit dipegang saat akan dimakan. Hal inilah yang membuat kudapan ini dinamakan Prawan Kenes yang artinya gadis perawan yang centil dan lincah.

Pandekuk

Pandekuk

Merupakan hidangan favorite Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Dalam logat Jawa pancake atau dadar sering diucapkan sebagai pandekuk. Kue dadar dengan saos kinca ini sering di sajikan sebagai makanan pembuka di siang hari.

Wedang Secang

Wedang secang

Minuman hangat yang terbuat dari serutan kayu secang yang berasa manis dan menimbulkan warna merah bila direbus. Di keraton Yogyakarta minuman ini merupakan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Beer Jawa

Beer Jawa

Merupakan minuman penghangat badan untuk Sri Sultan Hamengkubuwono XIII di rumah peristirahatan vila Ngeksigondo, Kaliurang, Sleman, DIY. Minuman ini merupakan perpaduan antara wedang secang dan air jeruk nipis.

Untuk menikmati Kuliner khas Keraton Yogyakarta, silahkan anda berkunjung ke :

1. Gadri Resto
Jl. Rotowijayan No. 5, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

2. Bale Raos Keraton
Jl. Magangan Kulon No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta

Sumber: Gastronomi makanan khas Keraton Yogyakarta sebagai Upaya Pengembangan Wisata Kuliner oleh Setyo Prasiyono Nugroho., SST., M.SC, I Putu Hardani HD., S.St., M.MPar, Pariwisata, Vol. 7 No. 1 April 2020.

One thought on “Kuliner Khas Keraton Yogyakarta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kuliner Khas Kota Yogyakarta

Sat Oct 10 , 2020
Lotek Jogja Berlibur di jogja sangat terasa kurang sempurna apabila kita tidak menikmati kuliner dan camilan yang ada di kota gudeg dan kota bakpia ini. Dari pagi sampai malam, tidak habis-habisnya tersedia pilihan berbagai kuliner andalan yang sulit ditolak atau pun dielakkan. Untuk segala usia, segala ukuran dompet, dan segala […]