Kuliner khas Bantul DIY

Gudeg Manggar kuliner khas Bantul

Sewaktu anda berwisata bahari ke Pantai Parangtritis (Paris) memiliki panorama yang indah dengan gumuk pasir yang dapat untuk bersurfing di atas pasir. Tentunya merupakan kesempatan yang bagus untuk mencicipi kuliner khas Kabupaten Bantul ini, beragam rasa manis, gurih dan pedas, plus tempat kulinernya berada di pedesaan, sekalian mencuci mata melihat keindahaan alam pedesaan. Selamat berlibur dan menikmati kulinernya…

Sate Klatak

Sate klathak (https://www.pegipegi.com)

Satai (atau disebut adalah salah satu makanan khas Indonesia yang masuk dalam daftar makanan terlezat di dunia. sate oleh masyarakat Jawa). Berdasarkan survei CNN pada 2011, satai menempati posisi ke-14 dari 50 makanan terlezat di dunia. Berbagai macam satai telah mewarnai keberagaman kuliner Indonesia. Ada sate unik yang hanya ada di Yogyakarta, yaitu sate klathak.

Sate klathak adalah sate yang berbahan dasar daging kambing muda. Bagian uniknya adalah tusuk satai yang digunakan tidak terbuat dari bambu, tetapi dari besi jeruji sepeda. Penggunaan jeruji besi ini dimaksudkan agar daging kambing muda lebih cepat matang karena panasnya yang merata.

Pemberian nama sate klathak berasal dari suara sate ketika dibakar. Saat proses pengolahan satai, sebelum daging kambing dibakar telah ditaburi garam terlebih dahulu. Akibatnya, pada saat dibakar terdengar suara unik klathak-klathak seperti suara benda retak.

Sate klathak (https://www.sahabatufs.com)

Penjual sate klathak banyak terdapat di daerah Pleret, Bantul, yang direkomendasikan:

Sate Klatak Pak Bari

Warung sate ini terletak di dalam pasar Jejeran, tepatnya di Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Wonokromo II, Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warung sate Pak Bari buka dari jam 18:00 sampai habis. Biasanya waktu paling ramai ada di akhir minggu. Karena itu kalau mau makan sate di Pak Bari di akhir pekan, kami sarankan Anda datang lebih awal.

Sate Klatak Pak Pong

Ini dia warung sate klatak legendaris di Yogyakarta. Anda bisa menyambanginya di alamat Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kecamtan Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Pak Pong selalu ramai, apalagi ketika akhir pekan tiba. Oh ya, saking ramainya, Anda mesti sabar banget menunggu sampai pesanan tiba di atas meja.

Sumber: Kuliner Jogja – Cerita Dibalik Nikmatnya Oleh Rifqa Army, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2017.

Gudeg Manggar

Gudeg Manggar (https://www.idntimes.com)

Bahan utamanya adalah manggar, bunga pohon kelapa yang masih muda. Gudeg Manggar dimasak bersama potongan ayam kampung maupun telur ayam. Rasa gudeg manggar sangat khas dan tidak ada duanya di tempat lain.

Tekstur gudeg manggar yang lebih padat atau akas yang biasanya lebih dicintai oleh penikmat gudeg manggar.

Gudeg Manggar Bu Jumilan
Jl. Srandakan Km 8, Mangiran, Bantul, DIY.
Buka mulai jam 06.00-14.00.

Gudeg Manggar Bu Seneng
Dusun Mangiran, Desa Trimurti, Srandakan, Bantul, DIY.
Buka mulai jam 06.00-12.00.

Gudeg Manggar Bu Dullah
Jebugan, Serayu, Bantul, DIY
Buka mulai jam 07.00-17.00.

Gudeg Manggar Manding
Jalan Parangtritis Km 11.5, Kadibeso, Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, DIY.
Bukanya mulai pukul 09.00-21.00.

Ingkung Ayam

Ingkung ayam Mbah Cempluk (https://gudeg.net)

Kuliner berbahan dasar ayam Jawa yang dimasak dan disajikan secara utuh, tanpa ada bagian jeroan seperti ati, usus, ampela-jantung dan bagian lainnya telah dikeluarkan.

Sejarah

Dalam berbagai ritual tradisi di Jawa, terutama di Kabupaten Bantul, ingkung biasanya menjadi bagian dari ubo rampe atau kelengkapan sesaji.

Seiring waktu, Ingkung di Bantul kini bukan lagi hanya untuk prosesi ritual semata, namun sudah manjadi komoditas kuliner, bahkan banyak diminati oleh wisatawan.

Ingkung Warung nDeso
Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY

Ingkung Ayam Mbah Cempluk
Desa Wisata Santan, Kelurahan Gowasari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DIY

Warung Sop Iga dan Ingkung Mbah Geol
Padukuhan Semampir, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DIY

Mangut Lele

Mangut lele Mbah Marto (https://food.detik.com)

Kuliner berbahan utama ikan Lele yang diasap. Lele ditusuk dengan pelepah kelapa kemudian diasap dengan kayu bakar hingga matang, kering dan kehitaman serta beraroma smoky yang sedap.

Setelah itu baru dimasak dengan kuah santan dengan bumbu cabe merah yang pedas. Saat diangkat dari tungku, daging mangut lele tidak hancur namun tetap kesat, empuk, dan pedas dengan banyaknya cabai.

Bumbu cabenya meresap bersama dengan aroma petai yang ditaburkan utuh-utuh. Disuap dengan nasi hangat, dahsyat sedapnya! Ini yang bikin orang tak bisa melupakan kelezatan mangut lele buatan mbah Marto.

Mangut Lele Asap Mbah Marto
Jalan Parangtritis Km 7, Gang Nyi Ageng Serang, Dusun Nggeneng, Desa Panggungharjo, Kecamtan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY.
Bukanya mulai 11.00-16.00.

Mangut Lele Bu Is
Jl. Imogiri Barat No 12, Turi, Sumberagung, Jetis, Kabupaten Bantul, DIY.
Bukanya mulai 08.00-20.00.

Mangut Lele & Sego Pecel Yu Temu
Dusun Sembungan, Desa Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY.
Bukanya mulai 09.00-15.00.

Bakmi Pentil

Mie pentil (https://eksotisjogja.com)

Makanan ini berasal dari daerah Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Bahan dasar mie ini ialah pati ketela. Mie pentil ini memiliki keunikan sendiri yang berbeda dengan jenis mie lainnya, bentuk mie ini panjang dan ukurannya agak besar, memiliki 2 warna khas yaitu warna kuning dan putih, dan yang sangat khas dari mie pentil ini ialah rasanya yang kenyal sehingga disebut mie pentil.

Kalau ingin mencicipi mie pentil bisa menyambangi pasar-pasar tradisional daerah Kabupaten Bantul, seperti Pasar Barongan, Pasar Jejeran, Pasar Kotagede atau pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta.

Mie Des

Mie Des (https://kardipundongmiebomber.wordpress.com)

Makanan ini masih saudara dekatnya dari Mie Pentil. Nama Miedes adalah kependekan kata dari bakmi pedes, makanan khas masyarakat Pundong yang terbuat terbuat dari pati ketela. Rasanya lebih kenyal, ukurannya lebih besar dan bentuknya juga berbeda, karena mie ini dibuat dengan cara diiris bukannya digiling seperti bakmi pada umumnya.

Mie Des Khas Pundong “Yono”
Jl. Mangun Negoro, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.

Mides Bu Yanti
Dusun Monggang, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY.
Bukanya mulai 11.00-01.00.

Mie Lethek

Meskipun mie ini lethek bukan berarti mie ini kotor ya, melainkan lethek ”warna kusam” karena proses dan bahan dari mie lethek ini yang menjadikan mie ini berwarna kusam. Mi lethek terbuat dari tepung singkong dan gaplek, serta bebas dari bahan pengawet.

Meskipun terbuat dari tepung singkong, tetapi tekstur mi lethek tak sekenyal mi pentil. Mi lethek biasanya diolah menjadi mi goreng dengan bumbu bawang putih, kemiri, merica, dan garam.

Mie Lethek Bantul Mbah Mendes
Jl. Parangtritis Km 3,4, Dusun Randubelang, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY.

Mie Lethek Kang Sum
Dusun Paduresan, Desa Imogiri, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.

Mie Lethek Pak Sur
Desa Tegal layang RT. 06/RW. 10, Tegal Layang Wetan, Kecamatan Pandak, Bantul, DIY.

Abangan

Abangan (https://www.liputan6.com)

Merupakan kuliner yang mirip Cap Cay, menggunakan bahan dari getah ketela lalu dicampur dengan tepung singkong dan gandum, setelah itu diolah dan dipotong kotak-kotak kecil. Abangan memiliki cita rasa asem pedas dan gurih yang menyatu menjadi sensasi rasa unik yang tidak didapatkan pada Cap Cay.

Pasar Pudong
Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kuliner Khas DIY

Sun Oct 11 , 2020
Sate klathak kuliner khas Bantul (https://www.pegipegi.com) Yogyakarta merupakan ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai kota wisata, kota pendidikan dan sebagai kota miniatur Indonesia, dimana para putra daerah dari Sabang sampai Merauke menimba ilmunya disana. Kota Kerajaan yang masih ada keberadaannya sejak berdirinya 13 Maret 1755, juga merupakan anak sulung […]