Camilan Khas Gunung Kidul DIY

Gatot Gunung Kidul

Beraneka ragam makanan ringan (camilan) di Gunung Kidul dengan bahan baku ketela (singkong) yang diolah menjadi berbagai camilan, seperti tiwul, gatot, getuk goreng dan lain sebagainya sudah berhasil menembus pasar di kota-kota besar karena kelezatannya.

Tiwul Gunung Kidul

Tiwul Gunung Kidul

Di Gunung kidul, kalau lagi waktunya panen gaplek (singkong), stoknya akan melimpah banget. Para penduduknya biasa mengolah gaplek menjadi makanan, salah satunya tiwul.

Tiwul ini terbuat dari tepung gaplek, yaitu singkong yang terlebih dahulu dikeringkan kemudian ditumbuk sampai halus, hingga menghasilkan tepung (tepung mocaf). Rasa nasi tiwul ini memiliki rasa manis khas singkong yang ada berbagai varian.

Tiwul Yu Tum (https://intisari.grid.id)

Untuk mendapatkan Tiwul  di Pasar Tradisional Argosari, Jalan Brigjen Katamso, Kota Wonosari, Tiwul Bu Tumirah (Yu Tum) di Jalan Pramuka, No. 36, Wonosari, tepatnya di sebelah timur Alun-alun Kabupaten Gunungkidul,  Tiwul Yu Tum juga membuka beberapa cabang yaitu di Jl. Pramuka no. 36 Wonosari, Jl. Wonosari-Jogja km 3.5, Siyono, dan Jl. Baron km 4 atau Toko-toko Oleh-Oleh di Gunung Kidul maupun di Yogyakarta.

Gatot Gunung Kidul

Gatot Gunung Kidul

Nama gatot sendiri berasal dari singkatan gagal total alias gagal panen beras, karena sulitnya untuk menghasilkan panen bergantung pada cuaca. Jadi, gatot inilah makanan yang menggantikan nasi ketika itu.

Mungkin bagi beberapa orang kuliner “Gatot” belum begitu familiar di telinga. Namun, Gatot sendiri merupakan makanan khas kabupaten Gunung Kidul yang terbuat dari singkong yang dikeringkan. Juga, gatot dilengkapi dengan parutan kelapa yang ditambah dengan sedikit gula dan garam.

Cara pembuatan makanan gatot ini sangat sederhana. Gatot yang sudah kering  kemudian direndam selama kurang lebih 12 jam (semalaman). Kemudian dicuci hingga bersih, gaplek yang sudah di cuci lalu dipotong kecil-kecil sesuai ukuran gatot pada umumnya, kemudian dikukus selama sekitar 2 jam. Setelah di kukus, lalu gatot ditempatkan di suatu wadah yang lebar agar cepat dingin. Dalam penyajian gatot agar lebih nikmat ditaburi dengan parutan kelapa ditambah sedikit garam.

Untuk mendapatkan Gatot di Pasar Tradisional Legi Kuwon, Kuwon Lor, Pacarejo, Gunung Kidul.

Puli

Puli dan tempe bacem (https://www.idntimes.com)

Puli adalah makanan yang berbahan dasar dari nasi beras, yang bentuknya mirip ketan yang dipadatkan, sebagai teman sarimbit (berdua) tempe bacem.

Untuk mendapatkan camilan Puli langsung ke tempat produksi sekaligus berjualan, di Tunggul Barat, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul.

Manggleng (Krecek)

Manggleng (https://egitbangkitwijaya.wordpress.com)

Sama halnya dengan tiwul dan gatot, olahan makanan yang satu ini juga berbahan dasar gaplek. Manggleng atau krecek adalah olahan gaplek yang dibuat menjadi seperti keripik. Camilan keripik yang satu ini, paling cocok dimakan sambil ngopi atau ngeteh.

Entho Entho

Entho Entho (https://shopee.co.id)

Entho entho merupakanan makanan khas Gunung Kidul yang merupakan perpaduan antara tepung gaplek dengan isi kacang panjang (tholo) atau kedelai rasa nya gurih, krispi, pas banget buat menemani kebersamaan keluarga.

Cake Mocaf

Cake Mocaf Sinori (https://www.facebook.com)

Cake berbahan dasar dari tepung mocaf (tepung singkong) diolah bersama telur dan berbagai bahan campuran lainnya untuk menjadi kue.

Varian

Ada empat varian rasa yakni cake coral reef dalam kemasan foto pantai berkarang. Cake dark dalam kemasan foto Goa Pindul karena roti ini gelap seperti saat kita masuk Gua Pindul. Sementara dua lainya Cake Green Forest mewakili wisata alam gunung dan hutan, dan cake violet sunset merefleksikan spot-spot sunset menarik. Untuk oleh-oleh bisa tahan 4 hari untuk suhu normal, dan di kulkas bisa 7 hari

Dapat dibeli di Toko Sinori, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul.

Pathilo

Pathilo (https://ksmtour.com)

Pathi berarti Pati (sari) sedangkan Lo berarti telo (singkong). Meskipun hanya terbuat dari bahan ketela, makanan ini sampai sekarang ternyata tetap masih jadi kegemaran para pejabat maupun perantau yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Bentuknya bulat dengan rasa gurih dan renyah sangat cocok di nikmati bersama keluarga dengan santai sambil minum teh atau ngopi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kuliner Khas Keraton Yogyakarta

Sat Oct 10 , 2020
Bistik daging Wisata kuliner di Yogyakarta sangat beragam, mulai dari tradisional ataupun makanan cepat saji. Juga Yogyakarta juga memiliki kuliner khas keraton yang fenomenal, berupa  hidangan kesukaan raja atau Sultan dari hidangan pembuka sampai penutup. Bistik Edan Bistik Edan Merupakan salah satu hidangan favorite Sri Sultan Hamengjubuwono ke IX. Nama hidangan […]