Beragam Batu Permata Indonesia

Mahkota Kesultanan Banten

Batu permata adalah batuan berharga yang berwarna indah. Warna-warni pada batu permata disebabkan oleh unsur kimia penyusun batuan tersebut (unsur transisi yang memberikan warna pada komponen pokok yang biasanya berwarna bening) dan juga perlakuan fisik seperti suhu pada letak geografis batuan tersebut.

Keberadaan

Di Indonesia batu permata ditambang diberbagai daerah, dan daerah yang paling terkenal adalah daerah Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pulau tepatnya di Pulau Bacan dengan yang dikenal batu bacan atau batu giok Indonesia, daerah Martapura Kalimantan Selatan dengan batu berlian, safir, kecubung, dan lain-lain, daerah Banten dengan kalimaya hitamnya, daerah Aceh dengan batu giok acehnya, daerah6 Tanjung Bintang, Lampung Selatan dengan batu kecubungnya (Chandra, 2014; h.10).

Sejarah

Batu permata sudah digunakan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak Negara ini masih bernama Nusantara, hal tersebut dibuktikan oleh penemuan beberapa benda kerajaan seperti Mahkota, Cincin, dan asesoris perhiasan lainnya yang menggunakan Batu Permata. Berikut merupakan peninggalan dari beberapa perhiasan tersebut :

Mahkota Kerajaan Siak Sri Indrapura

Mahkota Kesultanan Siak Sri Indrapura (https://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/)

Mahkota Kesultanan Siak Sri Indrapura, Siak Kepulauan Riau ini terbuat dari emas dan dihiasi oleh beberapa jenis batu permata, diantaranya adalah batu Berlian dan batu Ruby. Mahkota ini diserahkan oleh Sultan Syarif Kasim II pasca kemerdekaan 1945, sebagai bukti tunduknya kepada pemerintahan Republik Indonesia. Mahkota ini sekarang dipamerkan di Museum Nasional Indonesia.

Mahkota Kesultanan Banten

Mahkota Kesultanan Banten (https://www.facebook.com)

Mahkota Kesultanan Banten merupakan mahkota peninggalan Kesultanan Banten yang diperkirakan dibuat pada abad ke-18. Mahkota ini dibuat dengan model tertutup oleh dedaunan yang menunjukan tradisi dekoratif Jawa yang berkembang dengan munculnya beberaoa Kerajaan Islam. Mahkota ini terbuat dengan bahan dasar logam emas dengan diameter 17.0X11.5 cm bila diukur bagian terluar dari mahkota tersebut. Selain terbuat dari logam emas Mahkota Kesultanan Banten ini juga dihiasi dengan beberapa batu ruby dan beberapa jenis batu permata lainya.

Mahkota Kerajaan Kahuripan

Mahkota Kerajaan Kahuripan (http://belajarpemilu.blogspot.com)

Mahkota peninggalan Kerajaan Kahuripan karena di identifikasi dari motif mahkota tersebut, mahkota ini memiliki motif Garuda Mukha yang merupakan ciri khas elemen Kerajaan Kahuripan. Diperkirakan mahkota ini dibuat sekitar abad ke-10. Kerajaan Kahuripan merupakan kerajaan yang didirikan oleh Airlangga dan beribukota di Kota Watan Mas, Kota ini pada jaman kerajaan Majapahit berubah nama menjadi Wotan Mas dan menjadi Wotan Jedong saat ini, daerah tersebut terletak di lereng Gunung Pawitran atau Gunung Penanggungan.

Mahkota Kerajaan Badung

Mahkota Kerajaan Badung

Mahkota Kerajaan Badung atau disebut juga Mahkota Gelung Agung. Pembuatan mahkota ini menggunakan bahan utama logam emas, bagian depan mahkota Gelung Agung dihiasi bunga-bunga kecil yang terbuat dari logam emas, dan pada bagian belakang berbentuk gelung agung yang berbentuk segitiga kecil yang dihiasi dengan 175 batu permata, ukiran gajah, dan asti kerang atau batu khusus yang dianggap memiliki kekuatan gaib untuk mengusir kejahatan.

Mahkota Gelung Agung diperkirakan dibuat pada abad ke-19 di Kerajaan Badung, Bali. Mahkota ini digunakan pada upacara penting kerajaan sepertidigunakan oleh pengatin pada saat resepsi pernikahan dalam kalangan kerajaan, serta digunakan oleh penari pilihan kerajaan pada saat melakukan tarian Gambuh.

Mahkota Ratu Kerajaan Singaraja

Mahkota Ratu Kerajaan Singaraja (https://www.boombastis.com)

Mahkota Kerajaan Singaraja, Mahkota Kerajaan Singaraja ini terbuat dari emas dan dihiasi dengan beberapa jenis batu permata seperti ruby, berlian, dan safir. Mahkota ini diperkirakan dibuat pada sekitaran abad ke-19 di Singaraja, Mahkota Kerajaan Singaraja memiliki diameter 6X10 1/4X8 inci dan mahkota ini dipamerkan di The Museum Of Arts, Houston, 1001 Bissnonner Houston, Texas 77005

Mahkota Kerajaan Kutai Kertanegara

Mahkota Kerajaan Kutai Kertanegara (https://www.netralnews.com)

Mahkota ini diperkirakan dibuat sekitar abad ke-19. Pembuatan mahkota ini membutuhkan hamper dua kilogram emas dan beberapa batu berlian.

Liontin Kebesaran

Liontin Kebesaran

Merupakan perhiasan yang diperkirakan dibuat antara abad ke-8 sampai abad ke-10, Liontin ini dibuat menggunakan bahan logam Emas dan dihiasi dengan Batu Permata. Liontin kebesaran ini berasal dari daerah Jawa Tengah. Liontin Kebesaran ini sekarang berada dan dipamerkan di The Metroplolitan Museum Of Art, 1000 5th Avenue, New York, Amerika Serikat.

Kalung Agung Kerajaan Singaraja

Kalung Agung Kerajaan Singaraja (https://mustikapusaka.com)

Kalung Agung Kerajaan Singaraja tersebut diperkirakan dibuat pada abad ke-19 di Singaraja, Bali. Kalung ini dibuat dengan bahan utama logam Emas dan dihiasi oleh beberapa Batu Permata, diantaranya batu Ruby. Kalung ini sekarang berada dan dipamerkan di The Museum Of Fine Arts, Houston, 1001, Bossnonner Houston texas 77005.

Kalung Kerajaan Kutai

Kalung Kerajaan Kutai

Kalung ini diperkirakan dibuat pada abad ke-16 di Kerajaan Kutai, Kalimantan Timur. Kalung ini terbuat dari logam Emas dengan dihiasi Batu Berlian. Sekarang kalung ini berada dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat No.12, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110.

Subang

Subang

Subang atau hiasan telinga ini berukuran 0.1X2.7cm, terbuat dari logam Emas dan dihiasi batu Ruby, Subung ini sekarang berada dan dipamerkan di The Metropolitan Museom Of Art, 1000 5th Avenue, New York, Amerika Serikat

Mengukur kekerasan

Tingkat kekerasan batuan (https://batumuliasurabaya.wordpress.com)

Skala Mohs adalah skala yang digunakan untuk mengukur kekerasan suatu mineral dengan jalan membandingkan dengan mineral lain melalui kemampuan suatu bahan keras menggores bahan yang lebih lunak. Skala Mohs ditemukan pertama kali oleh ilmuan Jerman, Friedrich Mohs, pada tahun 1812 (Chandra, 2014; h.17).

Jenis Batu Permata Indonesia

Ada 4 jenis batu yang termasuk dalam jenis batu permata, yaitu batu yang memiliki tingkat kekerasan diatas 7.5 Mohs, 4 batu tersebut adalah batu berlian, safir, ruby, zamrud (Susabda, 2015; h.7). Sedangkan batu yang memiliki tingkat kekerasan 5.5 sampai 7.5 Mohs tergolong batu setengah permata, ada beberapa jenis batu setengah permata yang diminati masyarakat atau penggemar batu permata, diantaranya adalah jenis batu kecubung, giok, dan kalimaya (Susabda, 2015; h.85).

Batu Berlian

Batu Berlian

Pada dasarnya batu berlian berasal dari batu intan yang diasah hingga muncul cahaya kemilau indah, dan batu intan adalah batu mulia yang kemilau dan berasal dari karbon murni dalam bentuk Kristal. Intan merupakan batuan yang terbentuk di lapisan luar mantel Bumi, di kedalaman hingga 161 kilometer. Di kedalaman ini, tekanan mencapai 4 gpa dan suhu hingga lebih dari 1.350º celsius.

Karena proses terbentuknya terjadi secara alami dalam temperature dan tekanan yang sangat tinggi, sehingga menghasilkan material Kristal yang sangat keras dengan tingkat kekerasan 10 Mohs. Kesempurnaan struktur pada batu intan telah menempatkan batu ini sebagai “Raja Permata”.

Di Indonesia, pertambangan berlian yang terkenal berada di Martapura, Kalimantan Selatan. Intan yang ditemukan di Kalimantan sejauh ini bukan berasal dari intinya, melainkan batuan intan yang dari sumber sekunder yang diendapkan atau dibawa oleh air dari tempat lain. Para geolog sudah sejak zaman Belanda memburunya, tetapi tidak ketemu sumber primernya seperti yang ditemukan di Kimberley (Chandra, 2014; h.55).

Batu Safir

Batu Safir

Safir merupakan batu permata yang diminati banyak kalangan baik di Indonesia maupun di Negara-negara lain. Safir termasuk mineral yang dikenal sebagai korundum dan memiliki kekerasan 9 Mohs. Batu ini memiliki banyak variasi warna, seperti biru, jingga, kuning, merah muda, kehijauan, dan ungu. Seperti halnya batu ruby, safir merupakan bentuk langka dan berharga dari mineral alumunium oksida, mineral ini memiliki berbagai macam warna namun mineral murni berwarna bening yang mendapat warna dari iron dan titanium (Susabda, 2015, h.94).

Variasi warna yang terdapat dari campuran iron dan titanium ini menghasilkan banyak variasi warna pada batu safir. Yang paling berharga adalah warna biru gelap dan jernih. Batu safir juga memiliki warna yang lain, diantaranya berwarna pinang masak semu kuning kecoklatan dan diberi nama Safir Padpa Radsja. Ada pula safir yang berwarna hijau Zamrud kuning muda, kuning tua, biru hijau yang di namakan Batu Nilam (Susabda, 2015, h.95).

Sidik jari atau finger print adalah ciri khusus yang melekat pada batu safir. Disamping ciri tersebut, masih ada ciri lainya, yaitu memiliki star(ster). Batu safir kadang kala juga memiliki ster seperti bintang, ada yang 4 ster, 6 ster, 8 ster, dan lain-lain. Batu safir yang berwarna biru, keluarga corundum mempunyai 2 jenis, yang merah atau merah muda dinamakan batu ruby, sedangkan warna lainya dinamakan batu safir. Batu safir yang berwarna hitam dinamakan black sapphire, sedangkan yang kuning dinamakan yakut, yang biru dinamakan Blue Sapphire (Susabda, 2015; h.96).

Pada dunia industri batu Safir dimanfaatkan dalam pembuatan kaca tahan gores, seperti kaca pada jam tangan. Di Indonesia batu safir dapat ditemukan di daerah Martapura, Kalimantan Selatan (Sujatmiko, 2014; h.16).

Batu Ruby

Batu Ruby

Sebagian masyarakat Indonesia mengetakan bahwa Batu Ruby adalah batu Merah Delima, batu Ruby juga termasuk jenis batu yang diminati banyak kalangan baik di Indonesia maupun di Negara-negara lain. Warna batu ini paling umum merah atau ungu. Batu Ruby banyak ditemukan di daerah Burma, India dan Afrika. Batu Ruby termasuk salah satu dari empat batu berharga bersama dengan safir, zamrud dan intan (Susabda, 2015, 99).

Batu Ruby merupakan varietas dari spesies corundum, seperti batu safir, dan memang keduanya sering ditemukan di lokasi yang berdekatan atau lokasi yang sama. Betu Ruby merupakan batu mulia berwarna paling mahal, dinilai dari harga per karatnya (Albab, 2015, h.21).

Corundum adalah sebuah kelompok batuan cantik yang memiliki tingkat kekerasan 9 Mohs atau peringkat kekerasan kedua pada skala Mohs setelah berlian, dengan nilai kekerasan dan kombinasi warna yang memukau dan bersinar indah maka Batu Ruby menjadi sangat bernilai tinggi dan termasuk dalam golongan batuan cantik atau batu permata (Albab, 2015, h.22).

Batu Zamrud

Batu Zamrud Kalimantan

Batu zamrud atau dalam Dunia Internasional dikenal dengan nama Batu Emerald. Batu ini adalah jenis batuan mulia yang memiliki rumus kimia (Be3A12SiO2) yang berwarna hijau sampai hijau tua. Zamrud termasuk mineral silkat beril (mengandung beryllium), vanadium, dan besi yang menyertai kelumit kromium akan menyebabkan ragam zona pada warna hijau tersebut. Batu zamrud memiliki tingkat kekerasan 7.5 Mohs (Susabda, 2015, h.103).

Warna pada batu zamrud tidak terpengaruh oleh pencahayaan atau dapat dibilang bahwa batu zamrud memiliki warna yang permanen, warna pada zamrud akan berubah apabila dilakukan pemanas sampai suhu 700-800 derajat Celsius (Susabda, 2015, h.103).

Sekilas warna hijau pada batu zamrud mirip dengan batu giok, tetapi bila dilihat secara teliti batu zamrud memiliki serat dan pancaran warna yang khas. Teknik pembentukan batu zamrud mempengaruhi harga jual batu tersebut, pembentukan model cuting biasanya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan pembetukan model ovel atau bulat, pengaruh tersebut dikarenakan model pembentukan cuting menunjukan pesona dan karakteristik batu zamrud itu sendiri (Albab, 2015, h.27).

Batu Zamrud di Indonesia dapat ditemukan di daerah Banten, Kalimantan, dan Sumatera. Batu zamrud yang ditemukan di daerah Banten memiliki warna hijau pucat, berbeda dengan batu zamrud yang ditemukan di daerah Kalimantan yang memiliki warna hijau muda cerah.

Batu Kecubung

Batu Kecubung

Batu ini merupakan jenis batuan mineral kuarsa dan merupakan batu setengah permata. dalam dunia internasional batu kecubung lebih dikenal dengan nama Amethyst, penamaanya berasal dari bahasa Yunani yaitu a-methustos, yang berarti “tidak memabukan”, sedangkan di Indonesia sendiri, nama kecubung berkaitan dengan buah kecubung yang memabukan. Nama yang berkaitan tetapi memiliki arti yang berbeda.

Secara umum batu kecubung biasanya berwarna ungu.sebenarnya batu ini adalah purple sapphire atau batu safir ungu. warna ungu pada batu ini diakibatkan oleh penyinaran yang bersumber dari ketidakmurnian elemen besi, termasuk adanya beberapa elemen yang meninggalkan jejak dan pola geometris Kristal yang rumit memunculkan warna ungu yang terlihat indah dan unik

Selain warna ungu batu kecubung juga memiliki beberapa warna, diantaranya ungu sampai merah muda, namun ada pula yang berwarna kuning, putih es, ungu muda, ungu semu merah, ungu semu biru, dan ungu tua, atau bahkan ada yang warnanya nyaris hitam. Batu kecubung memiliki kekerasan 7 Mohs sehingga batu kecubung sering disebut sebagai Batu Mulia atau Permata kelas II.

batu kecubung dari Indonesia yang terkenal dengan kualitasnya adalah batu kecubung bungur yang ditemukan di daerah Tanjung Bintang, Lampung Selatan, batu kecubung bungur memiliki ciri khas berwarna ungu berning dan mengkilat. Dan batu kecubung wulung, atau kecubung berwarna lebih gelap atau hitam tetapi berbarwarna ungu jika terkena cahaya kebanyakan berasal dari Kalimantan (susabda, 2014; h.137).

Batu Giok (Batu Bacan)

Batu Bacan

Batu Giok merupakan salah satu jenis batu perhiasan yang menghiasi perjalanan hidup manusia sejak ribuan tahun silam. Dalam bahasa inggris, batu yang memiliki ciri khas berwarna hijau ini lebih dikenal dengan nama Jade. Batu giok dibagi menjadi dua jenis, yaitu Nephrite yang memiliki tingkat kekerasan 6-6.5 Mohs dan Jadeite yang memiliki tingkat kekerasan 6.5-7 Mohs. Nephrite terbuat dari silikat kalsium dan magnesium, sedangkan Jadeites terbuat dari silikat natrium dan alumunium. Kandungan lain yang mungkin terdapat dalam Jadeites adalah kalsium, kalium, krom, magnesium, titanium, mangan, dan air. Dalam pengamatan Nephrite tampil sebagai gumpalan yang terjalin erat seperti serat filament. Sedangkan Jadeite tampil menunjukan struktur yang lebih bersifat Kristal.

Selain batu Giok jadeite di Indonesia juga terdapat batu Giok jenis nephrite yaitu giok Aceh yang mempunyai ciri-ciri warna hijau muda dengan motif totol lumut dibagian dalamnya, batu giok ini terdapat di daerah Kabupaten Nagan Raya dan Sungai Lumut, Aceh Tengah, dan Gayu Lues (Albab, 2015, h.37)

Batu bacan merupakan jenis batu permata asal Indonesia yang pertama ditemukan di daerah Halmahera Selatan, Maluku Utara, tepatnya di Pulau Bacan, nama Bacan sendiri diangkat dari nama pulau tempat pertama kali batu ini ditemukan. Batu yang sering disebut juga sebagai batu giok Indonesia.

Jenis batu bacan yang paling popular dan banyak dicari adalah jenis batu bacan doko, batu bacan palamea dan batu bacan cincau. Doko memiliki warna hijau gelap sedangkan jenis palamea berwarna hijau kebiruan dan jenis cincau memiliki warna hijau bening seperti cincau. Warna hijau dari batu bacan di pengaruhi oleh tembaga (Cu) atau mineral kuprit (Cu2O). Batu ini juga dikenal sebagai batu hidup karena dengan serat batu yang banyak secara perlahan akan membuatnya menjadi lebih bersih atau bening dan mengkristal dalam waktu yang cukup lama (Susabda, 2015, h.85).

Batu Kalimaya

Batu Kalimaya Hitam

Batu kalimaya atau dalam Dunia Internasional dikenal dengan nama Batu Opal. Batu kalimaya adalah ejins batu permata yang terbentuk dari mineral silika dengan formula SiO2.nH2O. tidak terbentuk kristal seperti batuan kuarsa, batu kalimaya memiliki tingkat kekerasan 5.5 sampai 6.5 Mohs (Albab, 2015, h.47).

Batu kalimaya memiliki komposisi yang agak sederhana, yaitu kiezulzuur, air dan beberapa macam logam yang menyebabkan batu kalimaya dapat memantulkan beraneka ragam warna (Susabda, 2015, h.121).

Kalimaya yang memiliki perpaduan warna merah dan hitam merupakan jenis yang langka. Sedangkan kalimaya yang memiliki perpaduan warna putih dan hijau merupakan jenis yang umum dan sering ditemukan.

Batu kalimaya di Indonesia dapat ditemukan di daerah kabupaten Pacitan Jawa Timur, Wonogiri Jawa Tengah dan Daerah Banten. Di daerah Banten diketemukan batu kalimaya hitam atau Black Opal dan tergolong batu permata yang langka dan sudah di jadikan maskot Negara Australia.

Sumber: elib.unikom.ac.id

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Kiagus Wirawan Rusdi Menghidupkan Kembali Wayang Kulit Palembang

Sun Sep 13 , 2020
Kiagus Wirawan Rusdi, dalang Wayang Kulit Palembang (http://kitogalo.com) Kiagus Wirawan Rusdi, anak muda yang meng-“hidup”-kan dan menghidupi kembali wayang kulit palembang. Apa yang dia lakukan itu ibarat (meminjam peribahasa Melayu lama) membangkitkan batang yang terendam. Itu pun tidak sekali jadi. Perlu waktu bertahun-tahun, bahkan untuk sekadar belajar bagaimana cara memegang […]