Hutan Mangrove di Kabupaten Aceh Timur Aceh

Mangrove dengan perakarannya yang melindungi area pesisir pantai (https://www.mongabay.co.id)

Wilayah pesisir memiliki berbagai ekosistem, seperti hutan mangrove, rawa payau, padang lamun, rumput laut, dan terumbu karang. Ekosistem di wilayah pesisir yang penting dan perlu diperhatikan adalah hutan mangrove. Hutan mangrove adalah suatu ekosistem habitat daerah pantai yang harus dipertahankan keberadaannya sebagai penyedia sumber daya alam dan sebagai sistem penyangga kehidupan. Pengkajian terhadap ekosistem hutan mangrove memberikan pelajaran bahwa ekosistem ini mutlak diperlukan dan harus dapat dijamin kelangsungan hidupnya.

Sebaran Mangrove

Peta Kabupaten Aceh Timur

Dari Kreung Jamboaye ke Meunasah Asan terlihat sebaran mangrove dari rapat ke tidak rapat (https://www.google.com)

Di wilayah Meunasah Asan terlihat sebaran mangrove dari rapat sedang ke rapat (https://www.google.com)

Masih di wilayah Meunasah Asan terlihat sebaran mangrove di pinggir pantai dari rapat ke sedang ke rapat. Namun di daratnya terlihat tidak rapat (https://www.google.com)

Masih di wilayah Meunasah Asan terlihat sebaran mangrove di pinggir pantai dari rapat ke sedang. Namun di daratnya terlihat tidak rapat (https://www.google.com)

Jenis Mangrove

Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa jenis vegetasi mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian adalah Bruguiera cylindrica, Excoecaria agallocha, Rhizophora apiculata, R. mucronata, R. stylosa, Sonneratia alba dan Sonneratia ovata. Secara keseluruhan, dari 7 jenis vegetasi mangrove yang ditemukan dapat dikelompokkan dalam 3 famili

Tingkat Kekritisan Lahan Mangrove

Tingkat kekritisan lahan pada hutan mangrove di Kabupaten Aceh Timur

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 49,85% (36.064 ha) lahan pada hutan mangrove di Aceh Timur sudah tergolong sangat kritis, 39,72% (28.729 ha) tergolong kritis dan hanya 10,43% (7.548 ha) yang tidak kritis.

Peta Tingkat Kekritisan Lahan pada Hutan Mangrove di Aceh Timur

Sebaran lahan yang tergolong sangat kritis dan kritis paling luas terdapat di Kecamatan Pante Beudari masing-masing 12.3743 ha dan 13.043 ha. Sedangkan sebaran lahan yang tidak kritis yang paling luas terdapat di Kecamatan Bireum Bayeun dan Rantau Selamat masing-masing 4.756 ha dan 1.189 ha.

Reboisasi Bakau

Masyarakat dan Muspida Aceh Timur menaman pohon mangrove secara simbolis di pantai Desa Matang Peulawi, Aceh Timur, Rabu (8/1/2020)

Dikutip dari Antara, Pemkab Aceh Timur merencanakan akan menjadikan sepanjang pesisir pantai di daerah itu sebagai lokasi wisata alam mangrove.

“Rencananya kalau memungkinkan kita akan menanam mangrove di sepanjang pantai karena pohon itu sangat bermanfaat,” kata Asisten II Sekdakab Aceh Timur Usman A Rachman disela-sela melakukan penanaman mangrove secara simbolis di Pantai Gampong (desa) Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Rabu (8/1).

Sumber: Evaluasi Kekritisan Lahan Hutan Mangrove di Kabupaten Aceh Timur oleh Rini Fitri¹ dan Iswahyudi², J.Hidrolitan 1:2:1-9, 2010, ISSN 2086-4825

¹Staf Pengajar Faperta Universitas Al Muslim
²Mahasiswa Program S3 SPS IPB, Bogor

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Ekowisata Mangrove Sayeung Setia Bakti Aceh Jaya Aceh (Video)

Thu Aug 13 , 2020
Ekowisata Mangrove Sayeung Gampong Baro Ekowisata Mangrove Sayeung terletak di Desa Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, dengan luas lahan kurang lebih 300 hektar. Masyarakat Gampong Baro rata-rata bekerja sebagai petani sawah, berkebun, nelayan, peternak, dan berjualan di Pantai. Kondisi lingkungan fisik alamnya sangat subur karena […]