Gedung Bank Indonesia Gondomanan Yogyakarta

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta (https://www.gudeg.net)

Gedung Bank Indonesia terletak di Jl Panembahan Senopati No. 4–6, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta 55122, menempati lahan seluas sekitar 300 m².Gedung Bank Indonesia Yogyakarta awal mulanya adalah sebuah kantor cabang De Javasche Bank Djogdjakarta. Gedung tersebut dibangun sekitar tahun 1879. Pembangunan Kantor Cabang De Javasche Bank Yogyakarta ini merupakan usulan dari Firma Dorrepaal and Co Semarang.

Pada waktu itu perdagangan di Yogyakarta dan sekitar mulai meningkat seiring dengan banyaknya pabrik-pabrik gula yang berdiri di daerah Yogyakarta. Perekonomian meningkat dan perputaran uang juga meningkat.

Sejarah

Gedung Bank Indonesia Yogyakarta (https://id.wikipedia.org)

Bangunan Belanda sangat khas, pasti yang mudah untuk diketahui yaitu jendela dan pintu yang cukup tinggi. Arsitek Hulswitt dan Cuypers sangat baik merancang gedung De Javasche Bank.

Pendiriannya terutama untuk mengakomodasi usulan perusahaan yang  memiliki kepentingan bisnis di daerah ini yakni Firma Dorrepaal & Co., Semarang. Usulan tersebut langsung disambut baik oleh Direksi dan Dewan Komisaris pada saat itu.

Pada tanggal 9 Maret 1942, kegiatan De Javanche Bank sempat terhenti bersamaan dengan masa pendudukan Jepang yang disusul dengan penglikuidasian bank-bank milik Belanda, Inggris dan Cina. Kemudian Nanpo Kaihatsu Ginko difungsikan sebagai bank sirkulasi untuk wilayah  Jawa.

Pada tanggal 30 Desember 1948, KC Djokdjakarta mulai beroperasi kembali namun kemudian ditutup kembali pada 30 Juni 1949 bersamaan dengan Agresi Belanda ke-2. Namun akhirnya pada tanggal 22 Maret 1950 beroperasi kembali.

Dengan diberlakukannya UU No.11/1953 pada 1 Juli 1953, De Javanche Bank berubah menjadi Bank Indonesia, sehingga seluruh KC De Javanche Bank berubah menjadi KC Bank Indonesia, termasuk KC Yogyakarta. Seiring dengan perkembangan kegiatan operasional yang meningkat, tanggal 4 Februari 1993 gedung baru yang bersebelahan dengan gedung lama diresmikan. Selanjutnya sebutan Kantor Cabang Yogyakarta sejak tanggal 1 Agustus 1996 berubah menjadi Kantor Bank Indonesia Yogyakarta.

Denah

Zonasi dan peletkan ruang pada tiap lantai (*)

Rancangan Kantor Cabang De Javasche Bankini dibuat oleh insinyur  Hulswitt dan Cuypers dengan mengutamakan penggunaan gaya arsitektur Eropa dengan ciri bangunan yang megah. Bangunan ini memiliki 3 lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai dasar berfungsi sebagai tempat penyimpanan dengan adanya khazanah yang berfungsi sebagai penyimpanan uang. Lantai satu digunakan sebagai ruangan utama serta kasir, sedangkan lantai dua digunakan sebagai tempat tinggal direksi dan keluarganya.

Bank Indonesia Yogyakarta merupakan bangunan publik yang memiliki pembagian zonasi pada tiap lantainya. Pada lantai basement (lantai dasar) Museum dan Audiotorium. Lantai satu bangunan museum merupakan zona semi publik yang dapat diakses oleh pengunjung pada waktu atau acara-acara tertentu seperti pertunjukan seni, bazar, dan pameran. Sedangkan pada lantai dua bangunan merupakan zona publik yang berfungsi sebagai perpustakaan Cyber, pusat informasi dan Cafe.

(*) Nilai Estetika Arsitektur pada Museum Bank Indonesia Yogyakarta oleh Bobby Hartanto, Mahasiswa S1 Program Studi Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Gedung BNI 1946 Gondomanan Yogyakarta

Wed Aug 5 , 2020
Gedung BNI 1946 (http://dwinurhasanah704.blogspot.com) Gedung BNI 1946 terletak di Jl. Trikora No. 1, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta 55122, dengan luas gedung  ini  1.141,8 m² di atas lahan seluas 1.343,8 m² ini terlihat megah dan kokoh. Gedung ini memiliki nilai arkeologis sebagai bangunan bergaya arsitektur Indis. Ciri khusus bangunan ini […]