Batik Bangkalan Jawa Timur

Beragam Motif Batik Tanjung Bumi

Kabupaten Bangkalan seperti yang diketahui merupakan salah satu penghasil batik tradisional tepatnya di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Batiknya dibuat dengan menggunakan teknik khusus yang biasa dikenal batik gentongan.

Kecamatan Tanjung Bumi terdapat sentra batik yaitu Desa Tanjung Bumi, Telaga Biru, Paseseh, Bumi Anyar, Larangan, Tambak Pocok, Bandang, Macajeh, Tlangoh, Tagungguk dan Bangkeng.

Batik Tanjung Bumi

Batik Tanjung Bumi (https://iswartirasjid.wordpress.com)

Batik Kabupaten Bangkalan seperti yang diketahui merupakan salah satu penghasil batik tradisional tepatnya di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Warna

Merah, kuning, dan hijau muda, itulah warna ungulan batik madura. Untuk menciptakan warna khas yang indah itu, para pengrajin menggunakan bahan pewarna alami atau disebut soga alam.

Motif

Nama-nama motif tersebut diantaranya adalah Ramo, Banjar ramo, Rongterong, Perkaper, Rawan, Serat kayu, Panca warna, dan sebagainya.

Pengrajin

Pengrajin Batik Bangkalan berada di Kecamatan Tanjung Bumi di beberapa desa yaitu Desa Tanjung Bumi, Telaga Biru, Bumi Anyar, Larangan, Tambak Pocok, Bandang, Macajeh, Tlangoh, Tagungguk dan Bangkeng.

Tresna Art Gallery
Jl. K.H. Moh. Kholil XII / 29 Bangkalan, Madura
Telp. 031-3095806, 3099555
HP: 081 1334314

Batik Peri Kecil Madura
Raya Tunjung No. 57, RT/RW 03/03, Burneh, Kabupaten Bangkalan 69171, Jawa Timur
HP: 0813-2540-3103, 0813-3055-6677

Pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan
Jl. Halim Perdanakusuma, Bangkalan.

Batik Gentongan

Batik Gentongan

Disebut gentongan, karena untuk proses pewarnaannya dimasukkan dalam gentong. Uniknya, warna yang dipakai pada gentongan bukan warna kimia. Tapi warna alami yang mengambil dari daun-daun atau akar-akaran tumbuh-tumbuhan.

Untuk Batik gentongan, penyelesaiannya bisa lebih dari 1 bulan. Sehingga harganyapun mahal. Ada yang lebih dari Rp. 3 juta per potong (2 meter). Sedangkan batik tulis pada kisaran Rp. 75 ribu – 500 ribu per potong.

Batik Tanjung Bumi kini telah menyebar ke penjuru dunia. Ada yang dijual ke Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi. Pada 1980-an, batik Tanjung Bumi disukai karena kainnya terkenal halus dan corak batiknya rapi.

Sejarah

Batik Gentongan (https://infobatik.id)

Batik Tanjung Bumi diperkirakan ada sejak 150 tahun lalu. Menurut Mien Achmad Rifai, Peneliti batik juga guru besar Institut Pertanian Bogor yang merujuk pada buku Batik Belanda 1840-1940 yang ditulis Harmen C. Veldhuisen, keberadaan batik tersebut terekam  dari karya Carolina Josephina von Franquemont. Carolina adalah pembatik  pertama Indonesia-Belanda. ”Ada foto selembar batik Tanjung Bumi buatan tahun 1850

Seperti Maisun dan Sofia, para pembuat batik Tanjung Bumi adalah perempuan. Menurut Ketua Komunitas Batik Jawa Timur Lintu Tulistyantoro, dulu perempuan di Bangkalan melukis batik untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil menunggu suami mereka melaut selama berbulan-bulan.

Sedang mengerjakan Batik Gentongan (https://foto.tempo.co)

Ketika itu Pelabuhan Telaga Biru, yang terletak di Tanjung  Bumi, adalah pusat perdagangan serta tempat hilir-mudik kapal pembawa  hasil ternak dan kayu olahan. Kapal berlayar ke Kalimantan hingga ke Bangka Belitung.

Islam juga berperan penting dalam berkembangnya batik Tanjung Bumi, terutama untuk menampilkan gambar binatang. Tapi corak hewan tidak ditiru secara persis sebagian muslim ada yang mengharamkan gambar makhluk hidup. Pembatik, misalnya, menggambarkan gajah berkaki enam dalam motif gajah saserang. Juga seekor burung yang kepalanya digambarkan penuh bunga.

Motif

Islam juga berperan penting dalam berkembangnya batik Tanjung Bumi, terutama untuk menampilkan motif binatang. Tapi corak hewan tidak ditiru secara persis sebagian muslim ada yang mengharamkan gambar makhluk hidup. Pembatik, misalnya, menggambarkan gajah berkaki enam dalam motif gajah saserang. Juga seekor burung yang kepalanya digambarkan penuh bunga.

Meski laut menjadi sumber inspirasi batik Tanjung Bumi, para pembatik menyerap pengaruh pendatang. Pedagang dari Belanda dan Jepang turut mempengaruhi corak batik Tanjung Bumi. Misalnya gambar vas bunga dan kipas. ”Kini motif batik Tanjung Bumi bisa ribuan karena selalu mengikuti perkembangan zaman”.

Batik Gentong Motif Tase Melaya

Motif tase melaya atau tase’ malajhe, yang berarti melaut, motif itu muncul dari romantisme pelaut dan istrinya. Motif ini terlihat dari garis yang bergulung menyerupai ombak kecil di laut yang tenang. ”Mereka membayangkan suami mereka berlayar dengan ombak yang bersahabat”. Ini seperti pengobat rindu.

Teknik Membatik

Dalam melukis batik, para perajin menggunakan teknik duri,  sebuah teknik kuno dalam membuat motif batik. Dalam teknik duri, warna  dioleskan ke atas kain dengan pelan, halus, serta tipis dan dikerjakan pada malam hari. Teknik ini muncul sebelum pembatik menggunakan canting.”Teknik duri lebih sulit ketimbang canting. Teknik duri juga masih diterapkan di Tuban dan Cirebon.

Warna

Batik gentongan Tanjung Bumi identik dengan warna yang cerah dan ngejreng. Biasanya kuning terang, merah ngejreng atau dongker, atau kombinasi ketiga warna dalam satu kain. Warna dongker berasal dari daun tarum. Warna kuning dari buah mengkudu. Warna merah dari akar mengkudu.

Menurut Sofia, salah seorang pembatik di Tanjung Bumi, perendaman di dalam gentong menentukan ketajaman warna. ”Warna muda direndamnya sebentar, rona tua direndamnya lama,” ujar Sofia. ”Makin lama direndam, makin tua warnanya, makin mahal harganya.”

Proses Pewarnaan

Proses pewarnaan batik gentongan dilakukan dengan menggunakan media gentong. Tradisi dengan menggunakan gentong sebagai pewarnaan sudah turun temurun dan tidak ada daerah lain yang menyamai tradisi tersebut. Proses pembuatan batik gentongan juga memerlukan waktu yang relatif lama. Hal tersebut yang membuat batik gentongan dihargai mahal oleh para konsumen.

Pengrajin Batik Gentongan

Sentra batik Gentongan hanya berada di Desa Paseseh, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, itupun hanya ada dua maestro Batik Gentongan yaitu Maisun dan Sofia saja.

Sumber: majalah.tempo

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Batik Pamekasan Jawa Timur

Tue Aug 11 , 2020
Batik Pamekasan (http://tresnaart.com) Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur, yang sebagian warganya memang bergantung pada penghasilan usaha batik tulis. Jumlah perajin batik tulis di kabupaten itu tersebar di 38 sentra batik, dengan 933 unit usaha, dan 6.526 orang yang menggantungkan nasibnya pada usaha kreatif […]

You May Like