Tarian Tradisional Majalengka Jawa Barat

Tari Topeng Wuwung

Kabupaten Majalengka merupakan sebuah wilayah kabupaten di tatar pasundan provinsi Jawa Barat. Majalengka memiliki letak geografis yang cukup strategis dan menjadi poros dari empat arah budaya. Seni budaya yang beraneka ragam dan bersumber dari pesisir dan pegunungan.

Tari Belentung

Tari Belentung (http://www.tintahijau.com)

Merupakan tarian yang diciptakan sebagai refleksi kecintaan pada alam dan lingkungan di desa, sekaligus mengikat ingatan untuk mempertegas identitas sebagai warga.

Belentung (katak) merupakan hewan sawah, sebagai sumber dari semua gerakannya. kegembiraan katak menyambut musim hujan, adalah gerakan dasar dari tari Belentung.  Ada 14 gerakan dalam tarian Belentung ini, yaitu :

  1. Sembah puter eyeg-eyeg (doa pembuka)
  2. Merekeh Heum-Heuk (membuka mata)
  3. Mincid Aclek (perjalanan)
  4. Gibas-gibas (menampakkan diri)
  5. Tumpang Acer (Bergembira)
  6. Igel Putar (putaran suka cita)
  7. Sabet Guar (gembira berlimpahnya air dan makanan)
  8. Ngalageday (mencumbu alam)
  9. Rengkuh Godeg Dzikir (puncak ekspresi rasa syukur)
  10. Acred Acleg (melompat gembira)
  11. Putar Bahu Mundur Aclog (puncak kegembiraan)
  12. Tali Ngojay (berenang di air sawah)
  13. Mincid Aclek (perjalanan)
  14. Sidakep Nutup (hormat penutup)

Dari 14 gerakan itu, dibagi dua masing-masing 7 gerakan memiliki makna kemanusiaan (Habluminannas), dan 7 gerakan lainnya memiliki nilai ketuhanan (Habluminallah).

Tari kedempling

Tari Kedempling

Tari Kedempling atau Ronggeng Kedempling merupakan perpaduan antara tari pola topeng tumenggung dan pola tari tayub. Tarian ini mengandung dua unsur berbeda pula, yakni unsur cirebonan dan unsur priangan.

Nama Kedempling diambil dari sebuah nama ragam jenis gamelan yang bentuknya tidak berpenclon (temprak), di wilayah Cirebon dan Indramayu disebut juga gamelan laras alit/sundari yang digunakan sebagai gamelan pengiring tarian ini (Stephanie: 2014).

Sejarah

Tarian kedempling mulai tumbuh di Kabupaten Majalengka Utara seperti daerah Ligung, Jatitujuh, dan Randegan. Kesenian ini mulai tumbuh diperkirakan pada tahun 1938.

Nilai dan Makna

Secara nilai dan makna, nilai-nilai kebersamaan dalam gerakan Tari Kedempling yang ditata ulang oleh Sukarta memperlihatkan kehalusan sikap, keindahan budi pekerti dan kekompakan masyarakatnya.

Gerakan

Gerakan Tari Kedempling yakni, gerakan gedut, jalak pateuh, koma, oyag bahu, jangkung ilo, ngayun satengah keupat, barongsay, ngincek, pakbang, dan ngongkrak panjang.

Busana

Adapun busana yang digunakan dalam tarian ini lebih sederhana dari Tari Topeng Tumenggung dengan modifikasi pada dasi, tutup dada, sabuk, kaca mata (sebagai pemberian dari para mandor yang ikut menari), juga keris.

Tari Topeng Randegan

Maestro Ibu Yayah Tarsiah (ketiga dari kiri) dan Bapak Hadi Suhadi (paling kanan) – (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Tari Topeng Randegan, seperti tari topeng Cirebon juga menggambarkan watak manusia sejak lahir hingga dewasa. Tari topeng terbagi atas lima tarian yang masing-masing menggambarkan tiap-tiap fase dalam kehidupan manusia. Lima gerakan tersebut adalah: tari panji, tari samba (parmindo), tari tumenggung atau patih, tari jingga anom, dan tari rahwana.

Kelima fase kehidupan manusia itu memiliki karakter pada tiap fasenya selain digambarkan melalui gerakan tari, tapi juga digambarkan dengan warna topengnya. Topeng untuk kesenian in dibuat oleh Hadi Suhadi, suami Yayah sendiri.

Sejarah

Gerakan Tari Topeng Randegan (https://kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pada mulanya. hanya ada tari topeng Cirebon. Di Cirebon, Jawa Barat, tari topeng Cirebon dibawa ke Desa Beber, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, oleh seseorang yang dijuluki sebagai Mbah Sontendibawa. Topeng Beber pun diturunkan oleh Esoh kepada Rini, selanjutnya oleh Dapeng diturunkan kepada Andet Suwanda, dari Andet Suwanda diturunkan kepada Yayah Tarsiah, maestro terakhir.

Tari Topeng Randegan adalah salah satu kesenian yang berkembang di Desa Randegan, Kecamatan Gegesik, Majalengka, Jawa Barat yang dibawa oleh maestro Ibu Yayah Tarsiah.

Tari Topeng Wuwung Kawangi

Tari Topeng Wuwung (https://www.setaranews.com)

Tarian ini mencoba mengetengahkan kearifan lokal genting wuwung sebagai produk jatiwangi yang sekaligus juga mencerminkan kekhasan majalengka sebagai kabupaten penghasil genting.

Tari Topeng Wuwung  Kawangi dikembangkan oleh sanggar seni Sunda Rancage dibawah asuhan Ayu Asmiati dkk, di Kelurahan Simpeureum Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Topeng Wuwungan (https://sundrancage.blogspot.com)

Topeng yang terbuat dari tanah liat yang berbentuk “wuwung (sejenis genting)” ini yang membuat konsep tari “Topeng Wuwung Kawangi” beda dengan tarian yang lain.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Next Post

Tarian Tradisional Kota Tasikmalaya Jawa Barat

Tue Jul 14 , 2020
Tari Payung Geulis (https://www.cnnindonesia.com) Kota  Tasikmalaya  merupakan  satu  di  antara  daerah  di  Jawa  Barat yang kaya akan berbagai jenis keseniannya. Hampir di setiap penjuru kota Tasikmalaya terdapat kesenian. Walaupun masih dalam satu wilayah yang sama,  kesenian  yang  dimiliki  berbeda –beda  dan  memiliki  ciri  khasnya sendiri. Tari Payung Geulis Tari Payung […]