Mengenal Bahasa Dawan NTT

Masyarakat Dawan (https://www.facebook.com)

Bahasa Uab Meto atau Bahasa Dawan atau juga disebut Bahasa Atoni adalah salah satu bahasa anak cabang Austronesia, yang jumlah penuturnya mencapai ±600.000 penutur, yang utamanya dituturkan oleh suku Atoni di Pulau Timor. Penutur bahasa Uab Meto dikenal sebagai “suku Dawan” atau “Atoni Pah Meto” yang berarti orang dari tanah kering. Bahasa Uab Meto atau Dawan di Oecussi-Ambeno (Timor Leste) banyak dipengaruhi kosakata bahasa Portugis, sedangkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, kerap bercampur dengan Bahasa Indonesia.

Bahasa ini mayoritas dipakai oleh masyarakat Timor bagian barat, khususnya di wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan (sub-suku Amanuban, Amanatun dan Mollo), Timor Tengah Utara (sub-suku Miomafo, Biboki dan Insana) dan sebagian Kota dan Kabupaten Kupang (sub-suku Kopas, Timaus, Amfoan, Sonba’i dan Nairasis). Bahasa ini juga dipakai oleh masyarakat wilayah kantong Oecussi-Ambeno, dengan sebutan Baikenu atau Baikeno.

Masyarakat Dawan (http://agupena.or.id)

Dialek

Bahasa Dawan memiliki sepuluh dialek, yaitu Molo, Amanatun, Amanuban, Amarasi, Amfoang, Biboki, Miomafo, Manlea, Kupang dan Manulai (Tarno dkk, 1992: 1 dalam Kabosu 2016).

Bahasa ini digunakan oleh masyarakat di daerah-daerah tersebut sebagai bahasa pengantar dalam komunikasi sehari-hari baik secara formal maupun non-formal.

Kosa Kata

Angka-angka

Sumber: id.wikipedia

Follow me!

One thought on “Mengenal Bahasa Dawan NTT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.