Mengenal Jenis dan Bentuk Gua

Gua Gong Pacitan

Indonesia merupakan sebuah negara besar dengan berbagai macam bentukan alam yang mempesona. Terdiri dari banyak pulau, lautan yang luas, pegunungan yang hijau, serta flora dan fauna yang begitu beragam. Salah satu bentukan alam yang menarik untuk dijelajahi adalah gua.

Gua adalah sebuah lubang berukuran besar dan dalam yang terbentuk di permukaan tanah. Karena keberadaannya yang sering kali menarik perhatian, beberapa orang kerap melakukan aktivitas susur gua (caving) untuk menikmati berbagai objek alam yang ada di sekitarnya, seperti stalaktit, stalakmit, dan sungai bawah tanah.

Jenis Goa

Menurut jenisnya, gua dibedakan menjadi beberapa, yaitu:

Gua Kars (Batu Kapur)

Gua Kallibbong Alloa berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan (https://bataritours.com)

Jenis gua yang satu ini terbentuk dari pelarutan batuan kapur, yang kemudian menghasilkan lubang dan lorong-lorong yang semakin dalam seiring dengan berjalannya waktu. Jenis gua ini adalah bentukan gua yang paling besar di dunia; lebih dari 50% dari keseluruhan jumlah gua yang ada terbentuk dari karst. Indonesia sendiri adalah negara dengan sebaran batuan kapur terbesar di dunia.

Salah satu gua karst yang terkenal di Indonesia adalah Gua Kallibbong Alloa berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan; Dinding-dinding gua berwarna cokelat ini dipenuhi kristal kalsium yang berkilauan. Kamu akan merasa seperti berada di istana berlian.

Gua Lava

Gua Lawa Purbalingga merupakan Gua Lava bekas aliran magma (Lava) hingga tidak diketemukan stalagtit dan stalagmit (https://www.ellafitria.com)

Gua jenis ini terbentuk dari berbagai macam aktivitas vulkanologi, yang mengakibatkan terjadinya pergeseran permukaan dan menjadi sebuah endapan batuan muda. Contoh gua lava yang terdapat di Indonesia adalah Gua Lava di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah dan Bali.

Gua Litoral

Gua Batu Cermin merupakan tempat yang pernah berada di bawah laut, maka di bagian dindingnya bisa dilihat beberapa fosil koral, kura-kura, dan penyu (https://labuanbajotour.com)

Gua litoral terbentuk dari proses pengikisan (abrasi) yang terjadi di pinggir laut, palung laut, atau tebing laut. Gua ini menawarkan bentukan alam yang tidak biasa.

Bentuk Goa

Berdasarkan bentuknya, gua dibedakan menjadi:

Gua Vertikal

Gua Jomblang Yogyakarta (https://dionjogjadriver.com)

Gua jenis ini memiliki mulut gua yang tegak, sehingga penjelajahan di dalamnya memerlukan alat bantu. Salah satu gua vertikal yang terkenal adalah Gua Jomblang di Yogyakarta. Untuk memasuki gua tersebut, Sobat Akasaka harus menuruni jurang yang curam sedalam puluhan meter menggunakan lintasan tali dengan teknik single rope. Keindahan yang ditawarkan oleh Gua Jomblang adalah pepohonan hijau yang terdapat di bawah tanah.

Gua Horizontal

Gua Gong Pacitan (https://katalogwisata.com)

Gua jenis ini memiliki mulut gua yang cenderung mendatar, sehingga bisa dijelajahi oleh pemula sekalipun. Salah satu contoh gua horizontal yaitu Gua Gong di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang memiliki banyak ruangan gua yang dihuni oleh ribuan kelelawar.

Gua Bawah Air

Gua dibawah air Hranic Abyss, di daerah Hranicka Propast, Polandia, Republik Ceko (https://lifestyle.okezone.com)

Seperti namanya, lorong masuk gua ini dipenuhi oleh genangan air. Yang ingin menjelajahinya pun harus menyelam terlebih dahulu. Adapun baru-baru ini, telah ditemukan gua bawah air yang terdalam di dunia, terletak di Republik Ceko, Polandia. Gua dengan kedalaman 403 meter tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh gua Pozzo Del Merro di Italia.

Sumber: akasakaoutdoor

Follow me!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.